Kisah Tsa’labah bin Hathib: Orang Kaya Congkak yang Jatuh Miskin

0
394

BincangSyariah.Com – Adalah seorang sahabat Nabi bernama Tsa’labah putra Hathib. Ia penduduk Madinah yang sangat miskin. Jangankan seekor hewan ternak, keledai pun ia tak punya. Ia hanya punya satu-satunya pakaian yang menempel dibadannya. Akan tetapi, Tsa’labah sangat rajin beribadah dan tidak pernah absen dalam shalat jama’ah.

Setiap selesai shalat Tsa’labah selalu berzikir bersama Nabi dan sahabat lainnya. Ia juga selalu ber’itikaf di Masjid dengan harapan agar Tuhan memberikan rezeki yang lapang. Namun, harapan tersebut tak kunjung datang dan menjadi kenyataan. Pada akhirnya ia pun sowan kepada Rasulullah. (Baca: Zikir Imam Abu Al-Hasan Al-Syadzili untuk Memperlancar Rezeki)

“Wahai Rasulallah, mohonkanlah kepada Tuhan supaya memberi harta kepada saya. Saya sudah tidak tahan lagi dengan hidup miskin” pinta Tsa’labah kepada Nabi.

“Wahai Tsa’labah,  hidupmu sudah cukup bahagia. Mengapa engkau tidak meniru aku yang rela hidup apa adanya. Padahal jika aku mau gunung-gunung pun bisa berubah menjadi emas. Ketahuilah wahai Tsa’labah, harta yang sedikit itu lebih baik jika engkau syukuri daripada harta banyak namun tidak engkau syukuri.” jawab Rasulullah.

Namun Tsa’labah tetap memaksa agar Rasulullah mendoakannya. Kemudian Rasulullah pun berdo’a, “allhummarzuq Tsa’labah maa-lan”. Ya Allah rizkikankah kepada Tsa’labah harta. Kemudian Nabi memberi Tsa’labah seekor domba betina.

Dengan wasilah Do’a Nabi tersebut dan ketekunan Tsa’labah, dalam rentang waktu yang tidak begitu lama domba-dombanya berkembang biak, sehingga dapat membeli kebun yang luas.

Akan tetapi, kesibukannya mengurus ternak, Tsa’labah mulai abai dengan shalat jamaah. Bahkan kemudian ia tak pernah terlihat lagi berjamaah bersama Nabi. Ketika turun perintah zakat, Rasulullah SAW mengutus seorang kurir untuk menagih zakat kepadanya.

Baca Juga :  Sejarah Perang Fujjar: Pra Islam

“Ah, ini tidak berbeda dengan jizyah. Apa kamu tidak tahu bahwa jizyah hanya diperuntukkan kepada orang kafir? Pergilah dulu menagih lainnya, setelah itu baru kamu kembali kesini.’ ucap Tsa’labah kepada sang utusan.

Sang kurir itupun mendatangi seorang dari Bani Sulaimi. Setelah membaca surat tugas yang dibawa oleh sang kurir tersebut, ia pun langsung menyerahkan sejumlah zakatnya. Sewaktu ditegur oleh sang kurir terkait kewajiban berzakat, ia pun berkata “Untuk Allah, aku harus memberikan yang terbaik dan lebih. Bukankah karunia Allah tak terhitung banyaknya?” kata si pemberi zakat.

Kurir itupun kembali mendatangi Tsa’labah. Akan tetapi, kedatangan sang kurir membuat Tsa’labah jengkel dan berkata: “Rasulullah hanya memberiku seekor domba betina. Kekayaan yang aku peroleh ini adalah hasil kerja kerasku, tidak ujug-ujug datang begitu saja. Apakah aku harus memeri makan orang-orang miskin, sedangkan Allah saja membiarkan mereka? Sudah barang tentu, kalau ingin kenyang mereka harus bekerja keras seperti apa yang kulakukan” jawab Tsa’labah dengan congkaknya.

Akhirnya sang kurir kembali dengan tidak membawa zakat dari Tsa’labah. Kemudian ia menghadap kepada Rasulullah dan melaporkan peristiwa penghinaan Tsa’labah kepada dirinya. Rasulullah SAW bersabda: “Celakalah Tsa’labah,” ucap beliau.

Kisah di atas tidak asing ditelinga kita. Ia terekam begitu baik dalam kitab-kitab tafsir. Kisah inilah yang menjadi sabab nuzul turunnya ayat 75-78 dalam Surah at-Taubah. Kisah di atas begitu apik diceritakan oleh Imam Ibn Katsir dalam Tafsirnya  al-Qur’an al-Adzim (w. 774 H / 1372 M). Dalam ayat ini bercerita tentang manusia yang mengkhianati janjinya kepada Allah SWT. Ia akan menerima akibatnya.

Tsa’labah pun ketakutan, namun semua penyesalnnya sudah terlambat. Rasullah menolak zakatnya. Begitu juga dengan Abu Bakar dan para sahabat lain juta tidak mau menerima. “Kami tidak akan menerima dan mengambil apa yang sudah ditampik oleh utusan Allah” ucap mereka. Akhirnya Tsa’labah jatuh miskin seperti sedia kala, bahkan kehidupannya lebih sengsara ketimbang sebelum ditolong oleh Rasulullah. Wallahu’alam bish-showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here