Kisah Soekarno Membatalkan Penutupan Universitas Al-Azhar Mesir

0
103

BincangSyariah.Com – Negara Mesir memiliki kehormatan dan kekuatan utamanya yakni lembaga pendidikan Al-Azhar. Ada kisah menarik yang diceritakan Syaikh Ali Jumu’ah tentang perjalanan Al-Azhar menjadi universitas Islam terkemuka di dunia.

Saat Gamal Abdul Nasir melakukan revolusi, ia memikirkan elemen-elemen atau perangkat-perangkat yang penting. Termasuk bagaimana caranya memajukan, mengubah dan mengayomi masyarakat Mesir dan lain sebagainya.

Salah satu langkah yang ia lakukan adalah ia hampir menutup Al-Azhar dan membangun sesuatu yang lain. Sampai akhirnya, seseorang bernama Ahmad Soekarno (Ir. Soekarno), presiden pertama Indonesia yang berjiwa sosialis datang dan membatalkan niat tersebut.

Soekarno adalah orang yang dikenal mengadopsi banyak sistem. Namun yang terpenting adalah bahwa Soekarno mencintai Gamal Abdul Naser begitu juga sebaliknya. Keduanya menjalin persahabatan sebagai sesama kepala negara.

Saat bertemu di Bandung pada tahun 1959, Soekarno bertanya pada Gamal Abdul Nasir, “apa yang sedang kamu lakukan Nasir?”

Nasir menjawab, “Hari ini aku akan menandatangani keputusan untuk menutup Al-Azhar.”

“Kenapa, untuk apa kamu menutup Al-Azhar?” Soekarno bertanya lagi. “Apa kamu juga mau menutup sungai Nil dan Piramida?”

Soekarno melanjutkan, “Kami tidak akan pernah bisa mengenal kalian sama sekali kalau bukan karena Al-Azhar.”

Soekarno juga menjelaskan pada Nasir bhwa dari hubungan perdagangan dan budaya antara Indonesia dan Mesir, semua kemaslahatan dan problematika yang terjadi tentang Mesir selama itu tidak akan pernah diketahui jika bukan karena Al-Azhar.

“Saya punya pandangan tentang keputusan ini. Pertama, keputusan ini berbahaya. Kedua, keputusan ini keliru.” Tegas Soekarno.

Nasir mendengarkan dengan seksama. Keputusan Nasir berdasarkan sebenarnya kepentingan negara. Ia sendiri pun sebenarnya kebingungan dalam memutuskan hal tersebut sebab ia tidak memiliki informasi tentang apa yang sudah Soekarno sampaikan.

Baca Juga :  Inilah Perhiasan Indah Ketika Kaya

Saat Soekarno selesai berbicara, Nasir bertanya, “Lalu apa yang harus aku lakukan?”

Soekarno bilang, “Kamu mestinya mempertahankan Al-Azhar. Kamu dukung dan kuatkan Al-Azhar.”

“Baiklah.” Kata Nasir.

Perbincangan tersebut terjadi pada tahun 1959. Lalu, Nasir mulai memanggil Soelaiman Husein dan Said Aryan agar memproses terbitnya Undang-undang Nomor 103 Tahun 1961 yaitu tentang pengembangan Al-Azhar dan bagaimana dia lebih dikenal oleh dunia internasional. Klausa pertama di dalam UU tersebut adalah bahwa Al-Azhar menjadi rujukan dunia Islam, bukan hanya di Mesir.

Kemudian, Nasir membuat Majelis Tinggi Urusan Keislaman, mendirikan Majalah Mimbar Islam, dan mendirikan radio Al-Qur’an Al-Karim, dan juga membuat undang-undang pengembangan Al-Azhar dan melakukan banyak hal lainnya.

Kenapa Nasir melakukan hal tersebut?

Karena ia menyadari setelah diperingatkan oleh Soekarno bahwa sesungguhnya Al-Azhar adalah kekuatan yang dimiliki Mesir di dunia internasional dan sesungguhnya semua dunia timur tidak akan mengenal Mesir kecuali karena eksistensi Al-Azhar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here