Cerita Nabi tentang Si Belang, Si Botak dan Si Buta

1
4926

BincangSyariah.Com – Suatu hari Nabi saw. mengisahkan tiga orang dari kaum Bani Israil. Ketiga orang tersebut adalah si belang kulitnya, si botak rambutnya dan si buta matanya. Mereka masing-masing memiliki kekurangan dalam dirinya. Oleh karena itu, Allah swt. pun ingin menguji seberapa bersyukurnya mereka atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Dan seberapa batas kesabarannya atas kecatatan tubuh yang menimpa dirinya.

Allah pun mengutus malaikat untuk mendatangi mereka. Orang yang pertama didatangi malaikat adalah si belang kulitnya. “Apa yang kau sukai dan inginkan di dalam hidupmu?.” Tanya malaikat itu. Si belang itu pun menjawab dengan tegasnya, “Warna kulit yang indah, serta aku ingin penyakit kulit yang menyebabkan orang-orang merendahkanku ini sirna dan hilang dari tubuhku.”

Lalu malaikat itu mengusap kulitnya. Seketika penyakit belang yang mendera dirinya pun hilang. Kulitnya kini bersih dan memiliki warna yang indah. Tidak hanya itu, malaikat itu juga menanyakan sesuatu, “Harta apa yang kau inginkan?” “Unta.” Jawab si belang. Malaikat itu pun memberikan sepuluh unta betina yang sedang hamil, sehingga ia cepat mengembakbiakkan unta tersebut. “Semoga Allah memberkatimu dengan semua ini.” Doa malaikat untuknya.

Setelah itu, malaikat mendatangi si botak dan bertanya kepadanya, “Apa yang kau inginkan?” “Aku menginginkan rambut yang indah agar orang-orang tak mencelaku lagi.” Jawab si botak. Lalu malaikat itu pun membelai kepalanya, dan seketika ia memiliki rambut yang sangat indah. Seperti si belang, malaikat itu juga menawarkan harta yang paling diinginkan si botak. “Sapi.” Jawab si botak yang sekarang memiliki rambut yang indah itu. Malaikat itu pun memberikannya sapi betina yang sedang mengandung dan berdoa, “Semoga Allah memberkati dengan semua ini.”

Baca Juga :  Sikap Fanatik Pengusung Ideologi Khilafah dalam Pandangan Ibnu Khaldun (Bagian II)

Selanjutnya, malaikat menemui orang terakhir yakni si buta. Sama seperti kedua temannya malaikat itu juga menanyakan apa yang ia dambakan selama ini. “Aku berharap Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat orang-orang di sekelilingku.” Jawab si buta. Malaikat pun mengusap matanya dan sirnalah kebutaan yang menimpanya selama ini. Lalu malaikat menanyakan pula harta apa yang ia inginkan. “Kambing” jawab si buta dengan semangat.

Sempurnalah hidup ketiga orang tersebut, selain penyakit yang mengidap tubuhnya hilang, mereka pun kini menjadi kaya raya. Unta, sapi dan kambing yang mereka miliki berkembang biak dengan pesatnya.

Suatu hari si belang yang kini memiliki kulit indah itu didatangi seorang laki-laki yang memiliki kulit belang seperti dirinya dulu. Ia kehabisan bekal di tengah safarnya. Ia meminta satu untanya saja di antara untanya yang banyak. “Aku punya urusan banyak.” Jawab si belang itu dengan sombongnya.

Geram mendengar jawaban si belang, laki-laki yang sebenarnya malaikat yang diutus oleh Allah swt. itu pun berkata, “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah engkau yang dulu memiliki penyakit belang yang menjadikanmu dicela orang-orang? Kamu juga dulunya faqir, sehingga Allah memberikanmu harta yang melimpah seperti sekarang ini.” “Tidak, harta yang kumiliki semua ini adalah warisan turun menurun.” Sanggah si belang. “Jika kamu bohong, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula, belang dan tak memiliki harta apa-apa.” Ancam laki-laki itu.

Kemudian, malaikat juga menyamar sebagai seorang laki-laki yang botak dan miskin untuk menguji orang yang kedua. Namun, si botak juga berperilaku sama persis seperti si belang. Ia sombong dan tak mau membagi hartanya sedikitpun. Ia pun juga mendapatkan doa ancaman dari malaikat, “Jika engkau berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula, botak dan miskin.”

Baca Juga :  Kemanusiaan Sebelum Beragama

Giliran orang ketiga, yakni si buta yang kini dapat melihat orang-orang sekelilingnya serta memiliki kambing yang banyak sekali. Malaikat itu juga menyamar sebagai laki-laki yang buta dan miskin serta meminta satu kambing yang ia miliki. Dan si buta pun menjawab, “Aku dulu juga buta, lalu Allah swt. mengembalikan penglihatanku, maka ambillah semaumu kambing-kambing itu, demi Allah aku tidak ada apa-apanya hari ini tanpa pertolongan Allah.” Mendengar jawaban mantan si buta tersebut yang tidak sombong dan sangat dermawan, malaikat pun berkata, “Kamu berhak atas hartamu. Sungguh aku hanya menguji kalian. Dan sungguh Allah telah meridhaimu, dan membenci kedua sahabatmu si belang dan si botak yang sombong itu.”

Demikianlah kisah si belang, botak dan buta di masa Bani Israil. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. dari Nabi Muhammad saw. langsung. Kisah ini terdapat dalam kitab Shahih Muslim dengan judul Babu qissatil abras, wal aqra’ wal a’ma (bab kisah si belang, botak dan buta).

Berdasarkan kisah tersebut, Nabi saw. ingin mengajarkan kepada umatnya untuk tidak sombong. Karena semuanya adalah milik Allah, dan Allah berhak mengambil semuanya kapan saja. Oleh karena itu, jika ada orang yang tidak mampu, maka kita wajib membantunya dengan harta kita. Jangan sampai watak si belang dan si botak yang sombong dan tak ingat asal usulnya itu kita warisi. Tapi semoga kita bisa mewarisi watak si buta yang tidak sombong, dermawan serta ingat bahwa semuanya adalah milik Allah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wr wb .
    Lngsung saja ya, jujur saya udh sering mndengr hadis yg 1 ini, dan sayapun punya aib seperti org yg botak diatas alias (sibotak) nah setelah mndengar hadis ini saya smakin mngenal diri sendiri dan tifak akan meniru perangai seperti mereka. Terima kasih Bincang syariah saya akn support kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here