Kisah Seorang Nasrani Dimuliakan Allah Sebab Memuliakan Hari Asyura

3
1485

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Irsyadul Ibad disebutkan tentang kisah seorang Nasrani yang dimuliakan Allah disebabkan dia memuliakan hari Asyura dengan membantu kebutuhan seorang fakir. Kisah ini diceritakan oleh Imam Alyafi’i sebagai berikut.

Disebutkan bahwa di kota Array terdapat seorang hakim yang kaya-raya. Suatu ketika tepat pada hari Asyura, datanglah seseorang yang fakir. Kemudian dia berkata kepada si hakim; ‘Semoga Allah memuliakan tuan. Wahai tuan, saya adalah seorang fakir yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan dari tuan agar tuan sudi memberi saya sepuluh keping roti, lima potong daging dan uang dua dirham.’ Setelah mendengar permintaan si fakir, sang hakim menjanjikan akan memberinya pada waktu Zuhur.

Tak lama si fakir tersebut pun kembali pada waktu Zuhur kepada sang hakim, tapi sang hakim menjanjikannya kembali sampai waktu Asar. Dan ketika datang waktu Asar, sang hakim tidak memberikan apa-apa.

Maka pergilah si fakir dengan patah hati dan tangan kosong. Dalam perjalanan saat menuju pulang, dia melewati seorang Nasrani yang sedang duduk-duduk di hadapan pintu rumahnya. Lalu berkatalah si fakir kepada orang Nasrani itu; ‘Demi keagungan ini hari, berilah saya sesuatu.’ Lantas orang Nasrani itu bertanya, ‘Hari apakah hari ini?.’ Maka si fakir pun menerangkan sebagian keutamaan-keutamaan hari Asyura.

Lalu orang Nasrani itu berkata, ‘Katakan apa hajatmu, karena engkau telah bersumpah dengan agungnya kemuliaan hari Asyura.’

Maka si fakir menuturkan kepada orang Nasrani itu kebutuhannya berupa sepuluh keping roti, lima potong daging dan uang dua dirham.

Maka orang Nasrani itu memberinya sepuluh qafizah (nama takaran, kurang lebih 12 sha`) gandum, seratus potong daging dan uang dua puluh dirham seraya berkata; ‘Ini untuk kamu dan keluarga kamu, selagi aku masih hidup (akan aku beri) setiap bulan, karena kemuliaan hari ini.”
Dan pulanglah si fakir ke rumahnya.

Baca Juga :  Ini Dua Golongan Umat Manusia yang Paling Dibenci Allah Menurut Ali bin Abi Thalib

Ketika malam tiba dan sang hakim tidur dan bermimpi mendengar suara seseorang yang tidak terlihat orangnya, orang itu berkata; ‘Angkat kepalamu.’ Maka dia pun mengangkat kepalanya, tiba-tiba dia melihat dua buah istana yang dibangun dari batu-bata bersalut emas dan sebuah lagi dibangun dari yaqut merah.

Ia bertanya, ‘Ya Tuhan, apa dua istana ini ?.’ Kemudian terdengar jawaban, ‘Keduanya untuk kamu andaikan saja kamu mau memenuhi hajat si fakir. Maka ketika kamu menolak dia, kini istana itu milik seorang Nasrani.’

Sang hakim pun pergi ke rumah orang Nasrani itu seraya bertanya kepadanya, ‘Amal kebaikan apakah gerangan yang kau buat tadi siang?.’ Orang Nasrani itu bertanya; ‘Memangnya ada apa?’

Maka si hakim pun menceritakan mimpinya, kemudian dia berkata kepada orang Nasrani itu; ‘Juallah amal baik yang engkau perbuat terhadap si fakir kepadaku dengan harga seratus ribu dirham.’

Orang Nasrani itu menjawab; ‘Wahai hakim, setiap amal yang diterima adalah mahal, aku tidak akan menjualnya sekalipun dengan harga bumi serta seisinya, apakah kamu kikir sehingga tidak mau memberikan kedua istana itu untukku?’

Sang hakim pun berkata; ‘Bukankah engkau bukan orang Islam ?.’ Seketika orang Nasrani itu memotong ikat pinggangnya, dan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengakui Islam sebagai agama yang benar.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here