Kisah Seorang Buta Bisa Melihat Kembali Setelah Bermimpi Bertemu Nabi

1
238

BincangSyariah.Com – Dikisahkan dalam kitab Syarhu Kifaytul Atqiya h. 46, ada seorang laki-laki yang buta. Dia tidak henti-hentinya istikamah melaksanakan salat berjamaah siang dan malam. Tatkala hendak pergi menuju salat jamaah dia tidak menggunakan alat bantu seperti tongkat dan sejenisnya.

Hingga tibalah di suatu ketika dia jatuh di jalan dan kepalanya terbentur sehingga keluar darah. Kemudian seseorang menuntun menuju rumahnya. Pada saat sampai di rumah, istri laki-laki buta tersebut berkata, “Duhai kamu, sesungguhnya salat berjamaah tidak wajib bagimu. Sedang keadaanmu seperti ini (buta).” Dengan jawaban yang mengejutkan, laki-laki buta itu berkata pada istrinya, “Walaupun Allah telah mengambil cahaya mataku tapi Dia telah menetapkan cahaya hatiku. Maka aku tidak akan berhenti untuk terus melaksanakan salat berjamaah.”

Kemudian, laki-laki tersebut tidur pada malam itu. Dalam tidurnya, laki-laki buta yang istikamah berjamaah itu bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasul berkata, “Kenapa kau tidak mengindahkan perkataan istrimu?” Laki-laki buta itu menjawab, “Karena aku ingin mengikuti sunnahmu ya rasulullah.” Kemudian Rasulullah mengusap kedua mata laki-laki itu dengan tangan Rasulullah.

Subhnallah, melalui usapan tangan Rasulullah dalam mimpi, laki-laki itu dapat melihat. Layaknya orang yang tidak pernah pernah mengidap tuna-netra. Begitulah yang dirasakan laki-laki usai terbangun dari tidurnya. Maka melalui barakah Rasulullah dan sunnahnya, semoga kita terpelihara untuk istikamah melaksanakan salat berjamaah, dijauhkan dari perbuatan yang berseberangan dengan sunnahnya serta terhindar dari perbuatan yang buruk.

Apalagi, para ulama salaf meyakini bahwa, jika salat dilaksanakan dengan berjamaah Allah menilai kebaikan hati imamnya untuk dirdlai dan diampuni segala dosa imam dan makmum. Jika kebaikan itu tidak ada dalam hati imam, Allah menilai hati makmum. Jika tidak ada kebaikan dalam hati makmum, Allah menilai dengan kumpulan, gerakan beridiri, dan gerakan tangan dalam salat untuk kemudian diridlai, diterima salatanya, serta diampuni segala dosa.

Baca Juga :  Hikmah Puasa Hanyalah Bonus, Tidak Perlu Dikejar

Jika orang buta dapat istikamah salat berjamaah lantaran ingin mengikuti sunnah Rasul lalu bagaimana dengan kita yang dikarunia kelangkapan anggota tubuh. Tidakkah kita ingin menjadi bagian dari mereka yang disiapkan jamuan kelak oleh di surga? Sebagaimana sabda Rasulullah:

مَنْ غَدَا إِلَى المَسْجِدِ وَرَاحَ، أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

“Barang siapa yang pergi ke masjid pada pagi waktu bagi dan sore, maka Allah akan menyediakan nuzul (jamuan) dari surga untuknya setiap kali pergi pada pagi dan sore hari.” (Muttafaq ‘alaih).



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here