Kisah Sahabat Nabi yang Tak Pernah Dengki dan Dapat Jaminan Surga

0
682

BincangSyariah.Com – Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati Kisah dan Hikmah Kehidupan menceritakan kisah penghuni surga yang disadur dari kitab Faidlh an-Nubuwah. Kisahnya seperti ini.

Saat Nabi Muhammad sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya di masjid tiba-tiba beliau mengatakan demikian, “Sebentar lagi penghuni surga akan masuk ke dalam masjid.” Para sahabat pun tertuju pada pintu masjid. “Siapakah gerangan penghuni surga yang dikatakan Rasulullah itu,” gumam para sahabat.

Tak selang lama seseorang masuk dalam masjid yang raut wajahnya masih meneteskan air wudu sambil tangannya menenteng sepasang sandal. Apa keistimewan seorang tersebut sehingga menjadi penghuni surga? Tak seorang pun berani bertanya walaupun semuanya menunngu jawaban.

Keesokan harinya peristiwa itu terulang kembali sampai hari ketiga. Para sahabat pun tak ada yang berani bertanya. Sehinga pada akhirnya sahabat Abdullah Ibnu Amr memutuskan untuk menyelidiki amalan apa sehingga ia masuk surga.

Abdullah Ibnu Amr berpura-pura berada dalam masalah dengan orangtuanya. Ia berkata, “Saudara, telah terjadi kesalahpahaman antara aku dan orangtuaku. Dapatkah aku menumpang di rumah Anda selama tiga hari?”

“Boleh, boleh …” jawab si penghuni surga tersebut.

Tiga hari tiga malam ia memperhatikan, mengamati bahkan mengintip amalan si penghuni surga, tak satu pun amalan istimewa yang ia perbuat. Tidak ada ibadah khusus yang ia kerjakan dalam kesehariannya. Tak pernah sholat malam, pun puasa sunah. Malam-malamnya diisi dengan istirahat pulas sampai menjelang waktu Subuh tiba.

Pada siang hari dia hanya berkerja secara tekun. Pulang pergi ke pasar layaknya orang biasa. “Pasti ada sesuatu amalan yang disembunyikan olehnya, Aku harus terus terang  kepadanya,” demikian pikir Abdullah.

“Amalan apakah yang kamu perbuat sehingga Anda mendapat jaminan surga,” tanya Abdullah.

Baca Juga :  Nabi Ditipu? Ini Bantahan terhadap Ustaz Tengku Zulkarnaen

“Apa yang kamu lihat itulah amalanku!” jawab si penghuni surga.

Dengan kecewa Abdullah langsung berbalik arah pulang ke rumah namun tiba-tiba tangannya dipegang oleh si punghuni surga sambil berkata, “Apa yang Anda lihat itulah amalan keseharian saya, hanya ada tambahan sedikit, aku tak pernah merasa iri hati pada orang lain atas nikmat yang Allah berikan pada hamba piihan-Nya dan saya tidak pernah melakukan penipuan dalam segala aktivitas saya.”

Dengan jawaban yang diberikan penghuni surga tersebut Abdullah pulang sambil berkata,  “Rupanya, yang demikian itulah yang menjadikan Anda mendapat jaminan surga.”

Semoga kita dapat memetik hikmah di atas dengan selalu konsisten menjaga hati dan berlaku jujur kepada siapa pun dan dimana pun. Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here