Kisah Raja Salih dan Anak-Anaknya yang Zuhud

0
395

BincangSyariah.Com – al-Imam Ibn al-Jauzi, dalam karyanya al-Mawa’iz wa al-Majalis mengumpulkan aneka nasihat, syair, dan cerita yang menggugah keimanan – seperti yang ia kehendaki dalam mukadimahnya. Tidak seluruhnya dari kisah tersebut ada riwayatnya, tapi yang terpenting adalah apa pesan dari cerita tersebut. Salah satu kisah yang ia kutip adalah kisah seorang Raja Salih dan zuhud dari Bani Israil yang gagal menjadikan anaknya cinta dunia, berupa keinginan berkuasa.

Raja salih nan zuhud itu memiliki beberapa anak laki-laki. Namun, anak-anaknya ini begitu senang ibadah. Setiap ada utusan raja yang memberikan hadiah kepada mereka, anaknya lari untuk bergabung bersama para ahli ibadah dan memakai pakaian berbulu (di era itu adalah pakaian orang yang papa) menuju gunung dan hanya beribadah di sana sampai meninggal. Saat sang Raja sudah sangat tua, ia memiliki anak kembali. Khawatir akan terjadi seperti anak-anaknya yang menolak sama sekali harta, ia memanggil patih dan penasihat negara untuk merencanakan agar anaknya tidak menjadi ahli ibadah. Sang raja berkata,

قد أحببت هذا المولود وأظن أن أجلي قد دنا، وأخشى أن يحوي هذا الملك غيرنا إن لحق بإخوته فخذوه من صغره وحببوا له الدنيا وزخرفها فلعله أن يرغب في الملك عليكم بعدي

Saya sangat mencintai anak ini tapi saya perkirakan ajalku sudah dekat dan aku takut kerajaan ini dikuasai selain dari kita. Maka, asingkanlah anak ini dan buat sebisa mungkin ia mencintai dunia dan aneka perhiasannya. Mudah-mudahan ia bisa menginginkan kekuasaan. Tanggung jawab kutumpukan pada kalian setelah ini !

Mereka pun membawa anak raja ini ke sebuah daerah yang jauh, dibangunkan sebuah bangunan dengan tembok yang sangat tinggi. Sang anak raja sejak kecil ditunjukkan semua yang indah-indah. Ia juga setiap hari dipertontonkan aneka permainan dan para penyanyi. Anak itu tetap disana. Sampai suatu ketika ia mendengar kabar tentang perilaku saudara-saudaranya terdahulu. Ia lalu terdiam dan berkata kepada pengawalnya,

Baca Juga :  Tips Mempererat Silaturrahmi Jelang Pemilu 2019

“Saya yakin di balik tembok ini ada hal dan dunia lain yang belum pernah saya lihat. Keluarkan aku dari sini supaya lebih yakin dan ada ilmu baru !”

Para pengawal berusaha menutupinya dengan mengatakan,

“tidak ada apa-apa kecuali yang sekarang kamu lihat saja !”

Anak raja ini hanya bisa diam. Setahun berikutnya, ia mulai mencoba naik kuda dan berkeliling memutar tembok. Ia kembali meminta untuk keluar. Dan pengawal kembali menjawab dengan jawaban yang sama seperti dahulu. Kali ini sang anak raja menolak. Ia memaksa,

“saya harus keluar dari sini !”

Para pengawal itu akhirnya melapor kepada raja soal permintaan anaknya. Sang raja pun menyerah dan berkata,

“keluarkanlah dia !, kita hanya bisa berkehendak tapi Allah bisa berkehendak yang Dia mau !”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here