Kisah Pelacur Diampuni Dosanya Karena Memberi Minum Anjing

1
60

BincangSyariah.Com – Kisah pelacur diampuni dosanya karena memberi minum anjing adalah kisah yang sangat masyhur. Pelacur, yang menjadi perzinaan sebagai mata pencahariannya, jelas dikecam oleh Islam. Al-Qur’an melabeli praktik perzinaan dengan sebutan faahisyah (Lihat: Surah al-Isra’ [17]: 32), yang berarti sesuatu yang keji dan menjijikan.

Betapapun demikian, hadis tentang kisah pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum anjing ini, disabdakan Nabi Saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan diantaranya oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Ra.,

أن امرأة بغيا رأت كلبا في يوم حار ، يطيف ببئر قد أدلع لسانه من العطش ، فنزعت له بموقها ، فغفُر لها

ada seorang perempuan pelacur yang melihat seekor anjing di hari yang panas. Ia berada di dekat sebuah sumur dengan menjulurkan lidahnya karena kehausan. Perempuan itu lalu mengambil air dengan sepatunya (dan memberikan pada anjing itu), lalu Allah Swt. mengampuni dosa-dosanya.

Hadis ini diriwayatkan juga oleh al-Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari; Ahmad; dan al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra. Dalam riwayat Bukhari, disebutkan dengan redaksi lebih jelas dengan sebutan al-Mar’ah al-Muumisah, yang artinya adalah wanita pezina yang secara terang-terangan menyampaikan perilakunya. Dalam riwayat yang lain juga, disebutkan kalau pelacur tersebut disebutkan berasal dari golongan Bani Israil.

Penekanan dari hadis ini menurut para ulama adalah hubungannya dengan luasnya rahmat Allah Swt. kepada siapapun. Karena seluruh yang berada di alam semesta ini adalah ciptaan-Nya, dan seluruhnya Allah rahmati. Ini Allah tegaskan sendiri dalam ayat Al-Quran dan sebuah hadis Qudsi,

ورحمتي وسعت كل شيء

“…Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (Al-A’raf [7] : 156)

Kemudian disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah Ra.,

Baca Juga :  Tiga Wasiat Nabi untuk Abu Hurairah

لَمَّا قَضَى اللَّهُ الخَلْقَ، كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

“Tatkala Allah selesai menciptakan makhluk-Nya, Allah catatkan di atas ‘Arsy: “sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku.””

Apa yang dilakukan oleh pelacur tersebut mungkin tidak begitu ia anggap penting, sesuatu yang sepele. Tapi Allah Swt. tidak melewatkan sedikitpun curahan rahmat kepada makhluk-Nya yang telah berbuat baik, sekecil apapun. Termasuk, kepada pelacur tersebut yang telah memberi minum kepada seekor anjing yang hampir mati kehausan. Dari hadis ini kita juga mendapatkan pelajaran bahwa pada dasarnya kasih Allah begitu luas dan Dia tetap mencurahkan rahmat-Nya meski kepada yang dalam pandangan mata manusia, adalah pendosa sehingga terlintas di benak pikiran kalau ia adalah makhluk yang dimurkai Tuhan. Padahal, Allah Maha Mengampuni makhluk-Nya meski sudah memiliki dosa setinggi langit.

Allahummarham al-kholqo jamii’an.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here