Kisah Para Sufi yang Hanya Mengharapkan Ridha Allah

1
22

BincangSyariah.Com –  Syekh Al-Imam Ahmad  Ar-Rifa’i dalam karyanya Halatu Ahli Al-Haqiqati Ma’allahi Ta’ala (juz, 1 Hlm. 89) mengutarakan tentang kalam hikmah mengenai kisah para sufi yang hanya mengharapkan ridha Allah. Katanya,

لا يريدون من الله الا الله

Mereka tidak menginginkan (sesuatu) daripada Allah kecuali hanya Allah (semata).

Terkait kalam hikmah di atas mengenai para sufi yang hanya mengharapkan ridha Allah, Imam Ar-Rifa’i mengisahkan tentang seorang lelaki yang menemui Syekh Sirri As-Saqathi, lelaki itu bertanya kepada Syekh Sirri As-Saqathi, “Amalan apakah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.?” Syekh Sirri As-Saqathi menangis ketika ditanyakan hal tersebut. Beliau berkata kepada lelaki itu, “Pertanyaan itu yang selama ini kutanyakan pada diriku sendiri. Sesungsuhnya paling utamanya ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ialah hati yang selalu mengingat Allah, dan engkau tidak berkehendak pada dunia dan akhirat, dan tujuanmu hanya Allah semata.”

Terdapat kisah juga bahwa seorang lelaki bertanya kepada sebagian ahli makrifat pada Allah, “Apa yang engkau lakukan nanti setelah engkau dibangkitkan dari alam kubur?” Ia menjawab, “Saya tidak akan mencari keluarga dan anak, dan tidak akan mencari malaikat Jibril dan Mikail, bahkan saya tidak mengharapkan surga dan pahala, dan nanti yang saya cari pertama kali adalah Allah kekasihku, yang selama ini saya ridukan.”

Selanjutnya ia melantunkan sebauah syair:

قلوب العارفين لها عيونٌ #  ترى ما لا يراهُ الناظرونا

Hati orang yang arif billah memiliki beberapa mata (bathin) yang dapat melihat apa yang tidak terlihat oleh orang-orang yang melihat (dengan panca indra).

وألسنةٌ بسِرٍّ قد تناجي  #  تدقُّ عن الكرامِ الكاتبينا

Dan dia memiliki lisan yang bermunajat mengetuk malaikat kiramul katibin  secara rahasia.

وأجنحةٌ تطيرُ بغير ريشٍ #  فتأوي عِندَ رب العالمينا

Dan dia mempunyai sayap tanpa bulu yang dapat terbang hingga ke alam malakut disisi Allah, tuhan semesta alam.

فترعى في رياض القُدسِ طوراً # وتشربُ من بحار المرسَلينا

Maka engkau singgah di taman suci sekali waktu, dan engkau meminum dari lautan para Rasul.

عبادٌ قاصدون إليه حتى #  دنوا منه وصاروا واصلينا

Hamba-hamba yang menuju kepada-Nya, sehingga dekat dari-Nya, dan jadilah mereka orang-orang yang sampai pada-Nya.

Ibrahim bin Adham berkata, “Puncak hasrat dan keinginanku dari Allah SWT ialah Ia menjadikanku cenderung atau senang pada-Nya, sehingga aku tidak melihat sesuatu pun selain-Nya, dan tidak sibuk bersama seorang pun selain-Nya, kemudian aku tidak peduli dia mengubahku menjadi tanah atau mengembalikanku dalam ketiadaan.”

Wallahu A’lam Bissawab.

Celengan Pemuda Tersesat
Celengan Pemuda Tersesat
100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here