Kisah Orang Mohon Pengampunan Pada Rasulullah di Depan Pusaranya

0
1297

BincangSyariah.Com – al-Habib ‘Ai al-Jufri mengunggah di akun twitter-nya kisah tentang orang Arab badui yang mohon pengampunan pada Rasulullah di depan pusaranya. Kisah ini beliau sampaikan dalam konteks masih dalam suasana musim haji, yang mana sebagian besar umat muslim tentu banyak yang tidak berkesempatan mengunjungi Haramain untuk melaksanakan ibadah haji dan berziarah ke Madinah.

Kisah tersebut bersumber dari riwayat hadis, yang disebutkan oleh al-Baihaqi dalam kitab Syu’ab al-Iman. Kisah ini juga dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam kitab-kitabnya, semisalnya al-Adzkar (kumpulan riwayat tentang doa dan zikir), Matn al-Iidhoh fi al-Manaasik (tentang Haji), sampai kitab fikihnya yang paling besar bernama kitab al-Majmu’. Ibn Qudamah, salah satu rujukan primer dalam mazhab Hanbali, juga mengutip kisah tersebut dalam kitab fikihnya, al-Mughni.

Kisahnya adalah sebagai berikut. Seorang Arab Badui suatu ketika pergi berhaji. Kemudian, saat ia tiba di Madinah, ia segera mengunjungi makam Nabi Saw. Setelah ia berada di sisi pusara Nabi Saw., orang Arab Badui itu langsung berucap,

السلام عليك يا رسول الله، سمعت الله تعالى يقول: ” وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوا أَنفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا” وقد جئتك مستغفرا من ذنبي، مستشفعا بك إلى ربي، ثم أنشأ يقول:

يا خير من دفنت بالقاع أعظمه … فطاب من طيبهن القاع والأكم

نفسي الفداء لقبر أنت ساكنة … فيه العفاف وفيه الجود والكرم

Assalamualaikum wahai Rasulullah, aku mendengar Allah Swt. berfirman: “dan sungguh andai ketika mereka menzalimi diri mereka sendiri lalu datang menemuimu (Rasulullah) dan memohon ampun kepada Allah dan Rasulullah memohonkan ampunan (pada Allah) untuk mereka, pasti mereka akan dapati Allah itu Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang (An-Nisa’ [4]: 64)

Baca Juga :  Apa Saja Pekerjaan Perempuan di Masa Rasulullah

Dan aku (sekarang) sudah datang menemui engkau, memohon ampun atas dosaku, memohon syafaat darimu kepada Tuhan. Kemudian orang Arab badui itu berkata:

Betapa baik yang dimakamkan di tanah ini, aku agungkan ia … Maka jadi terbaiklah tanah tempat dia bersemayam

Diriku adalah tawanan untuk pusara yang engkau (wahai Nabi) berada disitu … di dalamnya ada kesucian dan kedermawanan lagi kedermawanan

Lanjut ‘Utbah, kemudian orang Arab Badui itu pergi. ‘Utbah lalu tertidur, dan dalam tidurnya ia bermimpi bertemu Nabi Saw. yang berkata kepadanya : “Wahai ‘Utbah, Kebenaran pada orang Badui itu.” Lalu Nabi Saw. memberitahu kabar gembira bahwa Allah Swt. telah mengampuni segala dosa-dosanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here