Kisah Nasruddin dan Tiga Orang Bijak

0
32

BincangSyariah.Com – Pada suatu hari, ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jwaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa di Nasruddin.

Orang-orang desa itu menyodorkan Nasruddin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasruddin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka berbicara.

Orang bijak yang pertama bertanya kepada Nasruddin, “di mana sebenarnya pusat bumi ini?”

Nasruddin menjawab, “tepat di bawah telapak kaki saya, saudara.”

“Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?” tanya orang bijak pertama tadi.

“Kalau tidak percaya,” jawab Nasruddin, “ukur saja sendiri.”

Orang bijak yang pertama diam tidak bisa menjawab.

TIba giliran orang bijak yang kedua mengajukan pertanyaan.

“Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?”

Nasruddin menjawab, “bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini.”

“Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu ?” tanya orang bijak kedua tersebut.

“Kalau tidak percaya, hitung saja rambut di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya”, jawab Nasruddin.

“Itu sih bicara bodoh-bodohan! Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai?” kata orang Bijak itu mengejek jawaban Nasruddin.

Nasruddin memberikan jawaban balasan, “Nah, kalau saya bodoh, bicara saya bodoh, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?!”

Mendengar jawaban itu, si bijak kedua tidak bisa melanjutkan.

Sekarang giliran orang bijak ketiga, yang katanya paling bijak diantara mereka. Ia terganggu sekali dengan kecerdikan Nasruddin dan jawaban-jawabannya. Ia mencoba bertanya dengan ketus, “tampaknya saudara tahu banyak tentang keledai, tapi coba saudara katakan pada saya berapa jumlah bulu yang ada di ekor keledai itu?”

Baca Juga :  Tanah Aceh, Masih Pantaskah Disebut Serambi Mekkah?

Nasruddin kali ini memberikan jawaban yang berbeda, tidak seperti jawaban pada orang kedua, “Saya tahu itu !, jumlah bulu yang ada di ekor keledai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut saudara.”

“Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?” tanya orang bijak ketiga tersebut.

“Oh itu mudah, begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar. Tapi kalau tidak, berarti saya keliru.”

Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung tersebut. Dan orang-orang desa pun mengatakan bahwa ternyata Nasruddin adalah orang yang paling bijak di antara keempat orang tersebut.

Kisah ini dinarasikan ulang dari buku Humor Sufi II, diceritakan ulang oleh Sapardi Djoko Damono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here