Kisah Nabi Bantu Bangun Gereja, Fiktif atau Fakta?

6
1486

BincangSyariah.Com – Kristen Najran merupakan salah satu sekte Kristen yang hidup di Jazirah Arab. Kristen ini dalam berbagai literatur tafsir, hadis dan sejarah sering disebut karena kritik-kritik yang disampaikan Al-Qur’an banyak ditujukan kepada mereka dibanding sekte-sekte Kristen lainnya.

Meski bahasa yang digunakan Al-Qur’an tidak langsung menohok kepada sekte Kristen ini dan cenderung dilihat sebagai kritik secara keseluruhan terhadap semua aliran Kristen, namun pembacaan terhadap asbabun nuzul dalam Jami’ al-Bayan fi Tafsir ayin min Ayil Quran karya Ibnu Jarir at-Tabari memberikan suatu kesimpulan bahwa kebanyakan kritik Al-Qur’an ditujukan kepada sekte Kristen Najran ini.

Lalu apa sebenarnya keyakinan sekte Kristen  yang dikritik oleh Al-Qur’an ini?

Dalam surat al-Maidah ayat 72 disebutkan bahwa Al-Qur’an sangat pedas mengkritik keyakinan Kristen Najran yang menyatakan bahwa Allah itu salah satu dari yang tiga. Dalam bahasa Al-Qur’an, salah satu dari yang tiga ini diungkapkan dengan frase tsalitsu tsalatsah. Banyak literatur tafsir moderen dan klasik menafsirkan bahwa ayat yang mengandung frase tsalitsu tsalatsah ialah sebagai kritik Al-Qur’an terhadap doktrin trinitas. Padahal jika dilihat secara kebahasaan dan istilah, pandangan seperti ini bisa saja keliru.

Tsalitsu tsalasah jika dilihat secara susunan gramatikal merupakan frase idafah yang mungkin diartikan sebagai ats-tsalits min tsalatsah (yang ketiga dari tiga). Ini artinya secara istilah tsalitsu tsalatsah dapat didefinisikan sebagai keyakinan sebagian umat kristiani yang menyatakan bahwa Yesus itu Tuhan dalam urutan pertama, Bunda Maria itu Tuhan dalam urutan kedua dan Allah itu Tuhan dalam urutan ketiga. Keyakinan ini mirip dengan keyakinan kaum pagan yang menyakini tiga dewa: Latta, Uzza dan Manat. Inilah doktrin Kristen Najran yang dikritik keras oleh Al-Qur’an. Namun apakah doktrin tsalitsu tsalatsah ini mirip dengan doktrin trinitas?

Baca Juga :  Kisah Raja Zalim Namrud yang Kalah dengan Kumpulan Nyamuk

Kita coba tilik kembali kata trinitas ini dari segi bahasa dan istilah. Jika dilihat dari segi bahasa, kata trinitas ini berasal dari Yunani yang terdiri dari dua kata: tri yang berarti tiga dan unitas yang berarti satu atau esa. Jadi trinitas secara bahasa dapat diartikan sebagai tiga dalam yang Esa. Apa itu tiga dalam yang Esa? Yang dimaksud tiga di sini ialah apa yang disebut dalam bahasa Yunani sebagai hipostasis yang diterjemahkan dalam bahasa Arab sebagai na’at. Secara literal trinitas dalam bahasa Arab dapat diterjemahkan tsalatsah li-wahid/tsalatsah fi wahid dan secara lebih gamblang lagi diterjemahkan tsalatsah nu’ut li wahid yang artinya tiga sifat dalam Yang Esa.

Tiga sifat inilah yang kemudian terkenal dalam tradisi Kristen sebagai trinitas, yakni keyakinan bahwa Allah itu Bapa, Putera, Roh Kudus. Bapa merupakan metafor bagi sifat wujud, Putera merupakan metafor bagi sifat kalam/ilmu dan Roh Kudus merupakan metafor bagi sifat hayat. Demikian seperti yang dijelaskan oleh as-Syahrastani dalam al-Milal wa an-Nihal dan at-Tabari dalam Jami al-Bayan.

Sampai di sini jelaslah bahwa tsalitsu tsalathah yang dikritik Al-Qur’an tidak identik dengan doktrin trinitas. Dalam doktrin tsalitsu tsalatsah, Allah diyakini sebagai Tuhan dalam urutan ketiga setelah Yesus dan Bunda Maria dan dalam doktrin trinitas, Allah diyakini sebagai Bapa, Putera dan Roh Kudus yang masing-masingnya merupakan metafor bagi sifat Allah yang tiga: wujud, kalam dan hayat. Sifat kalam Allah ini kemudian mewujud nyata dalam bentuk manusia bernama Yesus Kristus. Proses ini hampir mirip dengan keyakinan umat Islam dimana kalam Allah mewujud nyata dalam bentuk kitab suci Al-Qur’an.

Sampai di sini kita dapat melihat bahwa Kristen Najran yang berkeyakinan tsalitsu tsalatsah ini  terpengaruh oleh keyakinan paganisme yang tersebar di semua penjuru Jazirah Arab. Namun terlepas dari konsepsi sekte Kristen Najran  tentang Allah yang keliru dan dikritik keras oleh Al-Qur’an ini, dalam sejarahnya kita lihat bahwa ketika menyambut mereka di Masjid Nabawi Nabi Muhammad SAW masih tetap membiarkan mereka beribadah menurut keyakinan tsalitsu tsalatsah di Mesjid  Nabawi. Dan bahkan dalam perjanjian yang tercatat dalam beberapa literature sejarah seperti Tabaqat al-Kubra karya Ibnu Sa’ad Nabi SAW memberikan kebebasan penuh kepada sekte Kristen Najran ini dan kesamaan dan kesetaraan mereka di hadapan hukum (alaihim ma alal muslimin wa lahum ma lil muslimin).

Baca Juga :  Cerita Mahfud MD Tentang Pengorbanan Habibie Menolak Kembali Jadi Presiden

Lebih dari itu, jika diperlukan, negara Madinah yang dirintis Nabi dan para khalifah berkewajiban membantu Kristen Najran dalam pembangunan gereja jika memang diperlukan. Perjanjian Nabi dengan Kristen Najran ini sebenarnya dilakukan untuk menjaga kesatuan umat Arab saat itu.

Meski secara keyakinan berbeda dengan amat mendasar, dalam perjanjian tersebut disebut bahwa jika memang diperlukan, tenaga kaum muslimin bisa dikerahkan untuk membantu pembangunan gereja. Hal demikian seperti yang dapat kita lihat pada kutipan berikut ini:

ولهم إن احتاجوا في مرمّة بيعهم وصوامعهم أو شيئ من مصالح أمور دينهم، إلى رفد – مساعدة – من المسلمين وتقوية لهم على مرمتها، أن يرفدوا على ذلك ويعاونوا، ولا يكون ذلك دينا عليهم بل تقوية لهم على مصلحة دينهم، ووفاء بعهد رسول الله وموهبة لهم ومنة لله ورسوله عليهم

“Dan ketika membangun gereja dan tempat peribadatan atau hal-hal yang berkaitan dengan kebebasan pelaksanaan ritual keagamaan memerlukan bantuan umat Islam untuk memperkuat persatuan, kaum Kristen wajib dibantu oleh umat Islam. Bantuan ini bukanlah hutang yang harus dibayar melainkan harus dianggap sebagai usaha memperkuat kepentingan agama dan sekaligus sebagai usaha menepati janji Rasul yang merupakan karunia Allah dan Rasulnya bagi mereka.”

Kutipan ini memperjelas bahwa posisi Nabi Muhammad SAW sebagai kepala Negara Madinah memiliki kewajiban untuk mengayomi semua elemen masyarakat agar terbentuk kesatuan dan persatuan antara berbagai elemennya. Perjanjian Nabi dengan kaum Kristen Najran ini tidak ada kaitannya dengan persoalan akidah.

Secara akidah, kita lihat bahwa Al-Qur’an sangat tegas bertentangan dengan keyakinan Kristen Najran yang mirip ajaran orang musyrik namun dalam konteks sosial dan politik, yakni tujuan untuk menyatukan umat, Nabi bahkan memberikan kebebasan beragama dan semua hal-hal yang berkaitan tentang itu seperti pembangunan gereja-gereja. Dalam perjanjian yang dikutip di atas, kita lihat bahwa Nabi bahkan menawarkan bantuan umat Islam jika dalam pembangunan gereja tenaga umat Islam dibutuhkan.

Baca Juga :  Konsep “Wahyu” dalam Agama Kristen

Jika sikap Nabi Muhammad SAW sangatlah toleran terhadap Kristen Najran yang keyakinannya tentang relasi Yesus dengan Allah terangkum dalam doktrin tsalitsu tsalatsah (Allah itu yang ketiga dari tiga), doktrin yang mirip dengan keyakinan kaum pagan, maka tentu Nabi akan lebih toleran lagi sikapnya dengan sekte Kristen lainnya yang meyakini doktrin trinitas (Allah itu Bapa, Putera, Roh Kudus). Semua sekte Kristen yang berbeda-beda keyakinan tersebut tetap  dianggap sebagai ahli kitab dalam Al-Qur’an.

Namun yang perlu dicatat di sini, toleransi Nabi ini bukan kepada akidah tapi lebih kepada usaha menjalin hubungan sosial yang baik agar terbentuk nasionalisme yang tinggi di kalangan elemen-elemen negara.

Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan di Islami.co

6 KOMENTAR

  1. Kasian penulis S2 tapi sok tau soal trinitas kristen.
    Coba agan belajar mendalam ama bambang noorsena dulu baru nulis lagi.

    Tulisan menyesatkan, perlu saya ingatkan semua kristen punya pandangan yg sama bahwa trinitas adalah Allah yg menyatakan DiriNya dalam 3 persona Bapa, Yesus, Roh.

    GAGAL NYA AULO ISLAM YG NUDUH DLM QURAN BAHWA KRISTEN PERCAYA bapa yesus maria, otomatis sudah mempermalukan aulo islam dan quran nya yg sok tau dan salah total soal keyakinan kami.

    Dari quran kamu yg salah tebak saja, harus nya kamu udh bisa tau aulo mu itu bukan aulo yg maha tahu.

    Kalo islam mau mengerti soal trinitas, saran saya bnyk ntn video bambang noorsena, juga baca quran n hadis mu, soal saat aulo mu menjelma jadi batang pohon ngomong ke musa (quran 28:30) ato hadis yy bilang aulo mu itu punya fisik hampir sama kyk manusia dajjal bedanya mata aulo mu bukan satu kyk mata dajjal.

  2. Iya sy justru nulis seperti ini terinspirasi dari Bambang Noorsena dan Romo Arkhimandrit. ulasan mereka tentang trinitas sangat bagus dan jelas. sy dua tahun terakhir ini sering nonton video-video dua romo ini. menurut Romo Arkhimandrit, trinitas itu ialah Allah dengan tiga hipostasis, bukan persona seperti yang saudara jelaskan. 3 persona mengandaikan ada tiga sosok dan ini kata romo Arkhimandrit merupakan terjamahan bahasa Inggris yang keliru. jadi romo lebih memilih istilah yunaninya langsung, hipostasis, bukan persona. Ini artinya Allah dengan tiga hipostasis itu maksudnya Allah itu Bapa, Putera, Roh Kudus. jadi saudara keliru kalau mengganti putera dengan Yesus dalam konsep trinitas dan kalau saudara berkeyakinan demikian, saudara termasuk kristen yang heretik alias bidah. sy tegaskan lagi tidak ada dalam konsep trinitas itu bahwa Allah itu Bapa, Yesus dan Roh, yang ada ialah Bapa, Putera, Roh Kudus. jadi jangan salah menyebut. ini soal keyakinan. dan sebaiknya saudara perlu belajar lagi ttg trinitas. ini poin pertama. poin kedua, saudara juga sepertinya perlu menonton video Bambang Noorsena lebih banyak lagi n lbih mendalam lagi. Bambang Noorsena menyebut bahwa ada sekte Kristen yang heretik, yang pengertiannya tentang trinitas itu keliru dan sudah tercampur dengan keyakinan kaum pagan. nah kristen semacam ini, kata beliau, hidup di wilayah Arab di masa Nabi Muhammmad. ini artinya bisa jadi kritik Alquran terhadap trinitas itu ditujukan kepada sekte kristen yang heretik ini, dan mungkin bukan trinitas yang diyakini romo arkhimandrit n bambang nooresena. Simpulnya, saudara perlu membaca lebih banyak lagi literatur agama Kristen dan perdalam lagi soal trinitas. kali perlu, jangan cuma nonton video. kalo saudara mengaku sebagai kristen sejati yang taat agama, tolong kirimkan buku-buku bambang Noorsena ke saya n salah kalau nyarankan ke saya tuk nonton video-video Bambang Noorsena, tontonan saya lebih banyak dari saudara. yang saya butuhkan bukan Vidoe tapi BUKU-BUKU BAMBANG NOORSENA yang semoga selalu dalam lindungan-Nya. Bales Yaa.

  3. mau hipostasis kek persona kek, YANG JELAS AULO LU UDAH SALAH NUDUH SOAL KEYAKINAN TRINITAS KRISTEN, aulo lu nebak trinitas itu : aulo-isa-maryam.
    ga malu lu ama aulo lu yg ga maha tahu?

    coba buktikan dan sebutkan mana gereja kristen indonesia yang anggap trinitas itu aulo-isa-maryam seperti tebakan aulo ga maha tahu lu dalam quran salah tebak mu. MANA?

    lu sadar kan aulo islam menjelma jadi manusia dajjal bedanya aulo lu ga bermata satu?
    sunan abi dawud 4320 book 39 hadith 30

    kesimpulannya adalah, anda perlu meng koreksi aulo tidak maha tahu anda dalam quran yang salah tebak bahwa kristen anggap kristen yakini trinitas: aulo-isa-maryam.
    makanya ga usah sok tau kau, aulo kau aja salah tebak soal keyakinan kami, apalagi dirimu, umatnya yg sok tau.

  4. Pak Quraish Syihab ternyata sudah lebih dulu menyebutkan kalau perjanjian ini ada juga di buku-buku hadis. lebih jauhnya coba saudara baca tulisan beliau di tribun tahun 2014 an kalo ga salah atau di islami.co.
    untuk lebih melihat validitas data yang saya sampaikan di sini saudara juga bisa baca keterangan dalam buku ‘Uhud Nabi Muhammad SAW ma’a Masihiyiil Alam.

  5. Pertama, “YANG JELAS AULO LU UDAH SALAH NUDUH SOAL KEYAKINAN TRINITAS KRISTEN, aulo lu nebak trinitas itu : aulo-isa-maryam, ” saya tegaskan Alquran bukan salah nuduh tapi bener ini, kritik Alquran ditujukan kepada sekte Kristen Arab yang berkeyakinan seperti itu. Jelas kritik Alquran juga sama dengan kritik Gereja Resmi. dua-duanya menegaskan keyakinan seperti itu keliru. coba dengerin lagi cermahnya Bambang Noorsena. Konteks kritik Alquran ini didasarkan kepada keyakinan salah satu Kristen Arab di era kenabian yang mempercayai demikian, yakni bahwa dalam Trinitas itu Allah urutan ketiga sebagai Tuhan setelah Yesus dan Bunda Maria. ini jelas keyakinan sekte Kristen Arab yang keliru, dan tidak sesuai dengan Alquran dan tentunya ajaran Gereja Resmi. Bambang Noorsena bahkan menjelaskan bahwa inti ketauhidan Kristen yang benar juga terangkum dalam surat al-Ikhlas dalam Alquran, jadi bahwa Allah itu Ahad, ESA. jadi Trinitas, kata Noorsena, bukan soal ‘berapa’ jumlah Allah tapi soal ‘bagaimana’ Allah tu. karena itu saya tegaskan, bisa jadi kritik Alquran terhadap sekte ini tidak berlaku kepada sekte Kristen lainnya.

    Kedua, “coba buktikan dan sebutkan mana gereja kristen indonesia yang anggap trinitas itu aulo-isa-maryam seperti tebakan aulo ga maha tahu lu dalam quran salah tebak mu. MANA?” ini pertanyaan saudara yang super ga nyambung. saya lagi jelasin sekte Kristen Arab di masa kenabian ya, bukan Kristen yang ada di Indonesia yang sekarang. saudara malah minta tunjukin yang Indonesia. ini super ga yambung, ga connect euy.='[kl makanya saudara baca dulu artikel-artikel saya yang mengulas tentang Kristen. jangan-jangan ga baca nih, jadi saudara mencla mencle, sok tahu nih. karena itu, saya sarankan belajar lagi, baca lagi, kalau perlu juga saudara wajib belajar lah ke saya. insya Allah sy lebih paham dari bambang noorsena.

    Ketiga, “lu sadar kan aulo islam menjelma jadi manusia dajjal bedanya aulo lu ga bermata satu?
    sunan abi dawud 4320 book 39 hadith 30,” pernyataan anda yang ini malah lebih sok tahu lagi. jangan-jangan anda kutip dari internet kali ya. Ga ada ayat atau hadis yang menjelaskan Allah itu menjelma jadi Dajjal. saudara salah kutip. saudara salah paham. saudara jadinya sok tahu. coba saudara tunjukkan teks hadis dari Sunan Abu Dawud itu dalam versi bahasa Arabnya yang isinya Allah menjelma jadi Dajjal bermata satu? coba jelaskan apa arti no “4320”, book 39, hadith 30?

    Keempat, “makanya ga usah sok tau kau, aulo kau aja salah tebak soal keyakinan kami, apalagi dirimu, umatnya yg sok tau.” ya terimkasih telah disebut dirimu, setelah kau, hehe…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here