Kisah Imam Syafii Dituduh Tidak Saleh

0
548

BincangSyariah.Com – Muhammad bin Idris Asy-Syafii yang kita kenal sebagai pendiri mazhab Syafii itu adalah seorang yang terkenal dengan ketinggian ilmunya serta kebaikan akhlaknya. Sehingga tidak jarang setiap orang yang bertemu dengan beliau sering kagum dan merasa bangga dengan ketinggian ilmu beliau tersebut. Nah, hal itu ternyata merasuki diri dari anak perempuan Imam Ahmad bin Hanbal. Sehingga dia meminta ayahnya untuk mengundang Imam Syafii untuk bermalam di rumah ayahnya, supaya ia dapat mengetahui dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana sebenarnya sosok seorang Syafii itu.

Ketika beliau diundang oleh Imam Ahmad bin Hambal, murid beliau, untuk bermalam di rumahnya disebabkan karena rasa penasaran anak perempuan Imam Ahmad terhadap kesalehan dan ketinggian ilmu Imam Syafii. Selama ini Imam Ahmad sering bercerita kepada putrinya itu bahwa Imam Syafii adalah seorang yang amat sangat saleh dan ilmunya sangat tinggi, sehingga putri beliau itu ingin membuktikan sendiri dengan mata kepalanya sejauh mana kesalehan dari Imam Syafii tersebut.

Pada saat Imam Syafii tiba di rumah Imam Ahmad, putri tuan rumah ini selalu memperhatikan seluruh tingkah laku Imam Syafii yang dikenal saleh itu, mulai dari cara makan beliau, apa yang beliau kerjakan pada malam hari, serta kapan saja beliau tidur pada tengah malam. Singkat cerita akhirnya putri dari Imam Ahmad ini merasa kecewa berat ketika ia perhatikan apa yang dikatakan oleh ayahnya mengenai ketinggian akhlak Imam Syafii itu dusta adanya.

Karena ia melihat pada saat Imam Syafii diajak makan oleh ayahnya, beliau makan dengan lahap sekali, bahkan seperti orang yang sudah beberapa hari tidak makan. Kemudian pada malam hari ia lihat Imam Syafii tidak mengerjakan salat Tahajud sebagaimana lazimnya seorang yang saleh, serta pada pagi harinya Imam Syafii ini langsung saja pergi ke masjid dan langsung mengimami salat padahal beliau belum berwudu sehabis bangunnya

Baca Juga :  Aneka Model Pakaian Nabi (Bagian 1)

Merasa dibohongi oleh ayahnya, putri Imam Ahmad pun langsung menceritakan perihal apa yang dilihatnya mengenai Imam Syafii kepada ayahnya itu. Lalu ayahnya ragu dengan kesaksian putrinya, lalu beliau panggillah Imam Syafii untuk mengonfirmasi apa yang telah beliau kerjakan pada malam hari tadi dan supaya Imam Syafii menjelaskan apa alasan dari semua yang beliau lakukan itu.

Selang beberapa saat kemudian, Imam Syafii pun bertutur mengenai ketiga hal yang dilihat oleh putri Imam Ahmad tersebut. Yaitu mengenai makan beliau yang sangat lahap disebabkan karena keyakinan beliau bahwa makan di rumah orang yang wara dan takut kepada Allah itu adalah berkah. Nah untuk meraih berkah sebanyak-banyaknya beliau pun makan dengan lahapnya. Lalu mengenai beliau tidak salat Tahajud pada malam hari itu disebabkan lantaran beliau tengah memikirkan 70 masalah umat yang terbayang di dalam benak beliau sehingga beliau tidak sempat untuk melaksanakan salat malam.

Kemudian yang terakhir mengenai mengapa beliau langsung saja pergi ke masjid serta menjadi imam dengan tampa berwudu terlebih dahulu adalah karena kesibukan beliau memikirkan ke-70 masalah agama yang mengakibatkan beliau tidak tidur semalaman. Dengan begitu tidak satu pun hal yang membatalkan wudu beliau, sehingga beliau langsung saja pergi ke masjid tampa mengulangi wudunya. Mendengar apa yang diucapkan oleh Imam Syafii itu maka semakin kagumlah Imam Ahmad kepada beliau dan putri beliau pun yang tadinya sudah berburuk sangka kepadanya menjadi malu, karena sangkaannya yang terlalu cepat dan tidak beralasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.