Kisah Harun Ar-Rasyid Mengagumi Imam Syafi’i

1
1420

BincangSyariah.Com – Imam Syafi’i (w. 204 H) seorang yang cerdas, penuh wibawa dan ketenangan, suatu ketika menemui Amirul Mukminin Harun ar-Rasyid. Melalui penalaran dan kecerdasannya Imam Syafi’i menjelaskan berbagai permasalahan yang rumit yang tidak bisa dipecahkan, beliau menjelaskan secara gamblang dan mudah.

Tidak sampai disini, beliau juga berdialog dengan para ahli bahasa, menjawab beraneka ragam pertanyaan para ahli fiqh dengan kecerdasan yang luar biasa.

Saking senangnya Harun al-Rasyid dan kagum sampai-sampai beliau berputar badan (seperti orang menari) saking kagumnya dengan kepiawaian Imam Syafi’i. Dengan muka yang bercahaya Harun ar-Rasyid berdo’a: ”Semoga Allah memperbanyak Orang-Orang Sepertimu”.

Begitupun pada masa khalifah al-Makmun karena kecerdasan Imam Syafi’i, maka beliau dipilih sebagai seorang Hakim. Khalifah al-Makmun mengirim utusannya untuk memintanya berjumpa dengan Khalifah. Namun setelah mendengan berita ini Imam Syafi’i jatuh sakit, sakitnya kian bertambah parah hingga beliau terbaring di tempat tidur.

Suatu hari utusan sang Khalifah datang ke Mesir. Tatkala Imam Syafi’I mendengar kedatangnnya beliau berdo’a: ‘‘ Ya Allah, Jika memang (Pengangkatanku sebagai seorang Hakim) baik bagi agama saya, dunia saya, untuk memudahkan urusan orang banyak dan baik bagi akhirat saya maka teruskanlah, namun apabila tidak baik bagi saya maka wafatkanlah saya kalau itu adalah yang terbaik bagi saya ”.

Tiga hari setelah memanjatkan do’a ini, Imam Syafi’I meninggal dunia disaat sang utusan khalifah berada didepan pintu rumah beliau. (Lihat: Manaqiib Imam asy-Syafi’i, j. 1/155-156).

Begitulah kehidupan para ulama tak segan untuk saling bersinergi dengan umaro untuk kemashlahatan umat, namun juga sangat hati-hati dengan urusan duniawi kwatir tidak mampu memberikan kemshlahatan yang lebih besar. Andai kalau do’a ini dibaca saat sekarang pasti akan sangat menarik heeee apalagi kita bermadzhab syafi’i heeee

Semoga Allah memberikan keberkahan kita di dunia maupun di akhirat kelak Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

1 KOMENTAR

  1. […] Apabila rumah memiliki semua pengaruh ini pada anak, maka wajib hukumnya merealisasikan tujuan sebenarnya yaitu anak harus diliputi oleh segala sesuatu yang dapat menumbuhkan ruh keagamaan dan kebaikan dalam dirinya. Hal ini yang dilakukan oleh kaum ibu dari beberapa ulama besar. Salah satunya ibu Imam Syafi’i. Beliau terkenal dengan sosok ahli ibadah. Beliau telah melahirkan sosok ulama besar yang terkenal sampai penjuru dunia. (Baca: Kisah Harun Ar-Rasyid Mengagumi Imam Syafi’i) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here