Kisah Berhijab di Negeri Tiongkok dan Kisah Keramahan Penjual Lamian

0
169

BincangSyariah.Com – Akhir Februari 2019, saya menginjakkan kaki di Kota Chongqing, China, tempat suamiku belajar. Di sini orang berhijab sangatlah minim. Bisa bertemu orang-orang berhijab di Masjid, kedai-kedai muslim yang sering disebut Lanzhou Lamian.

Berhijab di China memang membuat saya unik dan tidak biasa. Banyak orang yang tidak mengerti dan bilang aneh. Teringat ketika bulan puasa lalu saya periksa kandungan di RS Renmin. Ada salah satu ibu-ibu bertanya, “panas-panas kok pake penutup kepala? sungguh aneh !” Memang saat itu masuk musim panas. Saya hanya menjawab “Wo xihuan (saya suka).” Setelah itu tidak ada pertanyaan lagi hanya bilang “oh”.

Memang jika orang tidak tahu bahwa hijab digunakan untuk seorang muslim maka orang bertanya-tanya dan menyangka aneh. Berbeda dengan orang yang sudah tahu bahwa yang memakai hijab itu seorang muslimah. Orang itu pasti menghargai. Misalnya ketika ke supermarket saya berkeliling lalu penjaga supermarket bertanya “qingzhen (halal)?” Saya bilang, “iya qingzhen”. Lalu dia tunjukan produk-produk halal. Si penjaga juga bilang ini daging-daging halal yang sebelah sana tidak halal.

Ada lagi pengalaman ketika jalan-jalan ke Chengdu kami menemukan Lan Zhuo Lamian (mie yang dibuat dengan tangan) dan ternyata sudah berubah. Belum bertanya apa-apa si penjual bilang, “ini tidak bisa untuk kalian, tidak ada yang halal”. Dia menjelaskan bahwa ini sudah bukan Lan Zhou Lamian tapi Si chuan Mian, Lan Zhuo Lamian sudah pindah.

Dalam hati saya, baik sekali penjaga kedai ini. Kalau dia ingin mendapatkan keuntungan tidak mungkin melarang kami. Saya menduga penjaga warung tahu bahwa kami muslim, terlebih saya menggunakan hijab.

Baca Juga :  Hukum Memisahkan Tempat Tidur Anak

Foto pertama, saya dengan dua mahasiswi di salah satu universitas di Chengdu yang ingin mengikuti pengajian setiap Sabtu jam 14.00.

Foto kedua, saya berfoto bersama dua penjual makanan di kedai Lan Zhou Lamian, di kedai ini saya dan suami kadang mendapatkan makanan gratis. Katanya sesama muslim, “duai” (doakan saya), lanjutnya. Saya iyakan dan saling mendoakan.

Kira-kira begitulah pengalaman berhijab di negeri China. Masih banyak pengalaman-pengalaman lainnya. Di lain waktu saya akan ceritakan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here