Kisah Abu Yusuf Murid Abu Hanifah: Meninggal Saat Sedang Mengajar Fikih

0
1156

BincangSyariah.Com – Al-Imam Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ibrahim al-Anshari al-Kufi al-Baghdadi, dilahirkan pada tahun 113 H dan Wafat pada tahun 182 H. Abu Yusuf adalah murid langsung dari Abu hanifah sekaligus tokoh sentral dalam penyebaran khazanah dan mazhab fikih Abu Hanifah. Beliau juga pernah menjabat sebagai qadhi pada masa tiga khalifah dinasti Abbasiyah yaitu al-mahdi, al-Hadi dan al-Rasyid.

Hingga penghujung hidup, Abu Yusuf masih giat membahas beberapa permasalahan fikih bersama murid-murid beliau. Abu Yusuf memiliki obsesi agar sampai masa-masa terakhir hidupnya tetap berjalan dalam kesibukan ilmu.  Salah seorang murid Abu Yusuf yaitu Ibrahim Ibn al-Jarrah al-Kufy mengisahkan bahwa pernah Abu Yusuf sedang sakit dan beliau datang mengunjunginya, ternyata Abu yusuf sedang pingsan diakibatkan oleh penyakit yang sedang belau derita. Saat Abu Yusuf terbangun beliau seketika berkata kepada Ibrahim, “Wahai Ibrahim, apa pendapatmu tentang masalah ini?” Ibrahim menjawab, “Apakah kita mesti membahasnya dalam kondisi seperti ini?” Abu Yusuf menjawab, “Tidak masalah, barangkali ini justru menjadi penyelamat kita kelak”.

Abu Yusuf kemudian bertanya kepada Ibrahim, “Mana yang lebih baik saat melempar jumroh, apakah sambil berjalan atau berkendara?” Ibrahim menjawab, “Lebih baik sambil jalan”. Abu yusuf berkata bahwa jawaban tersebut salah. Abu yusuf kemudian berkata, “Kalau begitu berarti lebih baik sambil berkendara.” Abu yusuf mengatakan bahwa jawaban tersebut masih salah. Ibrahim lalu meminta agar Abu yusuf menjelaskan apa jawaban yang benar untuk masalah tersebut.

Abu Yusuf lalu menjelaskan : “Jika ia melempar jumroh bersamaan dengan berdoa, maka lebih baik melemparnya sambil jalan, sedangkan jika tidak bersamaan dengan doa maka lebih baik sambil berkendara.” Setelah Abu Yusuf menjelaskan masalah tersebut, Ibrahim bangun hendak keluar, namun sebelum sampai ke pintu ruangan, ia mendengar Abu Yusuf mengerang dan meninggal dunia.

Baca Juga :  Cara Santri Menghadapi Ujian Nasional

Beginilah gambaran dedikasi seorang ulama besar dalam mengemban ilmu agama. Abu yusuf sama sekali tidak ingin menyia-nyiakan waktunya melainkan semaksimal mungkin menggunakannya untuk membahas ilmu. Pada akhirnya beliau diberikan waktu kematian yang baik ketika sedang membahas ilmu agama. Potret Abu Yusuf adalah representasi dari pepatah yang mengatakan, “Tuntut lah ilmu sejak dalam ayunan hingga liang lahat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here