Bincangsyariah.com- Dalam buku “Hikmah Puasa Perspektif Medis” yang ditulis oleh Dr. Agus Rahmadi bekerjasama dengan tim penelitian el-Bukhari Institute dikatakan, bahwa biasanya ketika dalam keadaan lapar saat berpuasa, perlahan secara alami cadangan gula darah/glukagon dalam tubuh akan diaktifkan.

Namun, glukagon yang terbatas tidak mampu mengkaver seluruh kebutuhan energi. Itu sebabnya dilarang untuk berpuasa sehari semalam, atau dalam khazanah fikih dikenal sebagai puasa wishaal (menyambung).

Penjelasan diatas jadi contoh bahwa Nabi Saw. sendiri melarang berpuasa yang berlebih-lebihan. Sikap berlebih-lebihan dalam berpuasa justru akan membuat manusia menjadi lemah dan tidak produktif. Berpuasalah sesuai kadarnya sehingga membuat tubuh menjadi sehat.

Beberapa tips puasa sehat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. diantaranya adalah sebagai berikut:

1- Tetap Makan Sahur

Sahur sangat bermanfaat untuk menyiapkan cadangan energi bagi tubuh saat menjalani puasa. Dalam sebuah hadis yang diiwayatkan oleh Anas bin Malik Ra.:

«تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً»

“Makan sahurlah, sesungguhnya di dalam sahur terdapat keberkahan”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh banyak ulama hadis, misalnya al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, al-Nasai, dan Ibn Majah. Karena riwayat al-Bugakhari dan Muslim sama-sama bersumber dari Anas bin Malik, dalam disiplin ilmu hadis dikenal sebagai muttafaqun ‘alaih. Artinya, keduanya sebagai penyusun kitab hadis yang dipastikan paling sahih dari masa ke masa sepakat dengan redaksi riwayat hadis ini.

Keberkahan sahur digambarkan tidak hanya tentang bangunnya kita di waktu yang mustajab, namun juga segi fisik seperti makan untuk persiapan puasa.

Dalam praktiknya, Rasulullah Saw. biasa makan sahur di waktu yang dekat waktu subuh. Begitu dekatnya, seperti digambarkan oleh Zaid bin Tsabit Ra. jarak antara sahur dan shalat subuh hanya sekitar membaca 50 ayat Quran. Hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari,

Baca Juga :  Manfaat Puasa Perspektif Medis

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Zaid bin Tsabit Ra. beliau berkata: “Kami sahur bersama Rasulullah Saw. kemudian melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) bertanya: berapa jaraknya antara azan dan sahur ? Zaid berkata: sekitar lima puluh ayat.”

Menurut Ibn Hajar dalam Fath al-Baari, ukuran lima puluh ayat adalah bagian dari kultur masyarakat arab untuk mengukur sesuatu, seperti dengan seberapa lama pekerjaan dikerjakan. Lima puluh ayat adalah simbol kalau jarak antara sahur dengan shalat subuh tidak terlalu lama.

Hal ini, jelas Ibnu Hajar, adalah salah satu kearifan Nabi Saw. Jika sahur diwajibkan di tengah malam atau ditiadakan sama sekali, ini akan membuat umatnya sulit melaksanakan puasa karena alasan mengantuk.

Sebagai penutup, Nabi Saw. bahkan menyatakan bahwa yang membedakan antara puasa umat Islam dengan puasa ahlul kitab adalah melakukan sahur. Seperti hadis yang diriwayatkan al-Nasa’i dari ‘Amr bin al-‘Ash,

عن عمرو بن العاص قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إن فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحور

Dari ‘Amr bin al-‘Ash, beliau berkata: Rasulullah Saw. bersabda: perbedaan antara puasa kita dengan puasa Ahlul Kitab adalah dengan makan sahur.

2- Berbuka Puasa dengan Air Putih dan Makanan Manis

Setelah seharian penuh tidak mengkonsumsi apapun, tubuh yang telah diprogram untuk berpuasa tersebut dalam kondisi relaksasi. Dalam sebuah penelitian medis, disarankan untuk membatalkan puasa dengan meminum air putih dan makan makanan yang mengandung karbohidrat/zat gula.

Zat gula berkontribusi untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang saat berpuasa. Dalam penelitian tersebut juga direkomendasikan untuk tidak memakan makanan yang berminyak atau memiliki suhu yang ekstrim, seperti panas atau dingin.

Baca Juga :  Kenapa Orang Puasa Sering Ngantuk?

Tanpa bermasuk mencocok-cocokkan, rupanya dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, al-Tirmidzi, dan Abu Ya’la. Rasulullah Saw. juga merekomendasikan hal yang serupa, makan kurma 3 buah saja dan tidak mengkonsumsi makanan yang dimasak dengan api.

Hadisnya diriwayatkan Abu Ya’la dari sahabat Anas bin Malik Ra.:

وَعَن أَنَسٍ ، رَضِيَ الله عَنْهُ , قَالَ : كَانَ رَسُولُ الل صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يُحِبُّ أَنْ يُفْطِرَ عَلَى ثَلاَثِ تَمْرَاتٍ ، أَوْ شَيْءٍ لَمْ تُصِبْهُ النَّارُ

Dari Anas bin Malik Ra. beliau berkata: “Dulu Rasulullah Saw. suka berbuka puasa dengan tiga buah kurma, atau makanan lain yang tidak tersentuh api”
Abu Ya’la menilai kalau seluruh periwayat hadis ini adalah orang-orang terpercaya.

Ditinjau dari segi medis, makanan yang mengandung zat gula memang dapat mendongkrak jumlah energi dalam tubuh yang hilang selama berpuasa.

3- Mengatur Pola Makan Saat Berbuka

Di saat berbuka, terkadang kita sering lupa mengendalikan diri dalam mengkonsumsi makanan untuk berbuka. Dengan tersedianya berbagai macam makanan yang mengenakkan lidah katakanlah seperti sirop, kolak, gorengan, kue, ayam goreng, dan makanan enak lain benar-benar membangkitkan selera. Apalagi perut dalam keadaan lapar.

Perilaku ini kurang baik. Kita harus mengingat kembali bahwa tujuan disyariatkannya puasa seperti yang disebutkan dalam surah al-Baqarah: 183, agar kita menjadi orang bertaqwa. Sikap orang bertaqwa ditunjukkan diantaranya dengan kemampuan mengendalikan hawa nafsu.

Karena itu secara medis direkomendasikan agar seseorang memulai dengan meminum air putih atau mengkonsumsi makanan yang manis, seperti kurma. Ini selaras dengan hadis yang diriwayatkan.
Tidak disarankan untuk makan makanan yang berminyak, atau makanan yang manis hasil dari pengawet dan penguat rasa, seperti sirup.

Baca Juga :  Manfaat Puasa Perspektif Medis

Hal itu berpotensi menimbulkan problem di dalam tubuh seperti batuk atau mengantuk karena terlalu banyak makanan. Selain itu, makanan yang dapat memicu asam lambung seperti sangat pedas atau sangat asam di saat berbuka dapat menimbulkan penyakit maag.

Selain itu, direkomendasikan juga agar tidak langsung mengkonsumsi makanan berat terlalu banyak setelah shalat maghrib.

Pasalnya, lambung perlu penyesuaian untuk bekerja lebih berat setelah seharian beristirahat. Itu mengapa banyak orang yang mengeluh mengantuk setelah makan berat saat berbuka puasa karena lambungnya langsung dipaksa mengolah makanan dalam jumlah yang banyak. Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here