Khutbah Jumat 2021: Hikmah Isra dan Mikraj: Sabar dan Ikhlas Menghadapi Cobaan

1
53

BincangSyariah.Com – Berikut ini adalah teks khutbah Jumat 2021 berjudul Hikmah Isra dan Mikraj: Sabar dan Ikhlas Menghadapi Cobaan

Khutbah Pertama

إنَّ الحَمدَ لله نحمدُهُ ونستعينهُ ونستهديهِ ونشكرُهُ ونعوذُ بالله من شرورِ أنفسِنَا ومن سيئاتِ أعمالنا، مَن يهدِ الله فلا مُضِلَّ لهُ ومن يُضلِل فلا هاديَ له، وأشهدُ أنْ لا إلـهَ إلا الله وحدَهُ لا شريكَ لهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ ونَصَرَ عَبْدَهُ وأعَزَّ جُنْدَهُ وهَزَمَ الأحزابَ وَحْدَهُ، وأشهدُ أنَّ سيّدَنا وحَبيبَنا وقائِدَنا وقُرَّةَ أَعْيُنِنا محمّدًا عبدُ الله ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحبيبُهُ، صلَّى الله وسلَّمَ عليهِ وعلى كلّ رسولٍ أَرْسَلَهُ. أمّا بعدُ عبادَ الله فإنّي أوصيكُمْ ونفسي بِتَقوَى الله العظيمِ القائِلِ في مُحْكَمِ كتابِهِ: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ [سورة ءال عمران]

Ungkapan rasa syukur selalu kita ucapkan pada Allah yang telah memberikan kepada kita kesehatan dan kesempatan, sehingga kita bisa berkumpul untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Syukur adalah rasa terima kasih seorang Hamba kepada Tuhannya. Dan lebih dari itu, syukur hakikatnya adalah kesadaran diri.

Salawat kita haturkan keharibaaan nabi yang sangat mulia. Seorang manusia yang memiliki sumbangsih besar pada dunia. Manusia pertama yang memperkenalkan Hak Asasi. Seorang Rasul yang baik akhlak dan perilakunya. Seorang manusia sejati, yang mengajarkan kepada manusia untuk memuliakan manusia. Dialah Baginda Nabi, Muhammad SAW. Akhlak tauladan Rasul tampaknya, sangat penting untuk direnungi manusia modern saat ini.

Dengan lafaz:

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad

Sebagai khatib, kami berkewajiban untuk mengajak kita semua untuk meningkatkan Iman dan Takwa kita kepada Allah. Dengan Iman dan Takwa hidup kita akan bahagia di dunia dan akhirat kelak.

Peristiwa Isra dan Mikraj merupakan peristiwa heroik dalam Islam. Kisah yang selalu menjadipro dan kontra. Ada yang meyakini, namun tak sedikit yang mengingkari. Bukan hanya kita, manusia modern, yang hidup 14 abad setelah Baginda Nabi wafat, namun para sahabat terdahulu pun terbelah menjadi dua kelompok. Ada yang percaya dengan yang diutarakan nabi, Abu Bakar adalah orangnya. Namun tak sedikit yang mengingkari, bahkan murtad kembali—mengikuti agama nenek moyang mereka, paganisme—, ini kelompok yang menganggap nabi halu dan berimajinasi.

Isra dan Mikraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad. Peristiwa dahsyat itu berlangsung pada tahun 621 Masehi. Isra adalah berangkat dari Masjidil Haram (Mekah) menuju Masjidil Aqsa Yarusalem (Palestina). Sedangkan Mikraj ; naiknya Nabi ke langit menuju sidaratul Muntaha. Ketika nabi berada dalam dimensi lain, beliau melihat pelbagai keajaiban, gambaran manusia dan umatnya mendatang. Konon, baginda juga bertemu dengan para Rasul dan Nabi terdahulu. Puncaknya adalah ketika beliau menerima perintah shalat lima waktu.

Hadirin pendengar khutbah Jumat yang berbahagia

Kisah Isra dan Mikraj ini, diabadikan dalam Alquran. Allah berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Subhanal ladzi asrabi abdihi lailam minal masjidil harami ilal masjidil aqshal ladzi barokna haulahu linuriyahu min ayatina , innahu huwas sami’ul bashir

Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Saudara tahukah Anda apa latar belakang terjadinya Isra dan Mikraj? Kenapa Nabi Isra dan Mikraj? Apa Hikmah Isra dan Mikraj?

Dalam sejarah Islam, tahun 621 Masehi, sebelum Isra dan Mikraj terjadi, Nabi Muhammad ditimpa pelbagai kesulitan hidup. Tahun itu dalam sejarah dikenal dengan a’mul huzni (tahun duka cita). Kesedihan demi kesedihan menimpa Nabi ketika itu. Kesedihan itu terjadi dalam rentang waktu yang sangat dekat.

Pertama, Paman beliau tercinta, Abu Thalib meninggal dunia. Dia adalah sosok paling berpengaruh dalam kehidupan beliau. Orang yang selalu menjadi pembela Nabi di Mekah dalam menyebarkan dakwah Islam. Abu Thalib adalah sosok benteng pelindung Nabi, agar tak diganggu oleh kaum pagan Quraisy ketika berdakwah. Abu Thalib adalah pemimpin klan dari Bani Muthalib—suku berpengaruh di Mekah.

Penderitaan Nabi, semakin bertambah tatkala sang paman, Abu Thalib meregang nyawa tanpa mengucapkan kalimat syahadat. Orang yang paling getol dalam mengawal Nabi. Manusia setia mengikuti Nabi dalam berdakwah. Insan yang selalu menjaga Nabi dalam menyebar Islam. Paman yang selalu menjaga keponakannya agar tak disakiti orang dalam misinya. Namun, wafat tanpa memeluk Islam. Seketika tambah hancur hati baginda Nabi.

Menangis Nabi, meminta ampunan bagi Abu Thalib. Jatuh air matanya ke badan sang Paman. Ia angkat tangannya meminta ampunan Allah bagi sang Paman. Agar cinta dan kasih sayang Allah senantiasa membersamai Abu Thalib. Agar ampunan Allah membersamai si mayit. Allah berfirman dalam Alquran dalam Q.S. Al Qashash ayat 56.

  إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Innaka lā tahdī man aḥbabta wa lākinnallāha yahdī may yasyā`, wa huwa a’lamu bil-muhtadīn

Artinya: Sesungguhnya kamu  (Muhammad ) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah pemberi petunjuk bagi orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui  orang yang mau menerima petunjuk tersebut.

Belum kering air mati, belum sembuh duka mendalam, tiga hari kemudian, istri tercinta, Khadijah wafat. Istri yang menemani beliau dalam suka dan duka. Istri sekaligus sahabat Nabi, dalam menjalan dakwah. Orang yang paling mensupport dakwahnya. Kemudia dipanggil oleh sang Pemilik Alam Jagat raya. Orang yang paling ia cintai di muka bumi, bahkan setelah wafat pun, Khadijah masih selalu diingat Baginda Nabi. Kecintaan yang begitu tinggi itu, membuat Aisyah sampai cemburu kepada Nabi. Orang yang dicinta itu kini telah tiada.

Saudara pendengar khutbah Jumat yang dicintai Allah

Dua peristiwa besar inilah kemudian yang melatarbelakangi Isra dan Mikraj. Cobaan dan kesedihan Nabi, akhirnya Allah tebus dengan Isra dan Mikraj. Allah hibur hambanya yang beriman. Nabi Muhammad dipanggil langsung oleh Allah untuk menemuinya dan diberikan perintah shalat. Sabar dalam menghadapi musibah, adalah pertanda keimanan seorang manusia. Allah berfirman dalam al Ankabut ayat 2:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Artinya: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, padahal mereka tidak diuji lagi.

Ayat ini sejatinya memberikan gambaran kepada manusia yang mengaku beriman, padahal ia belum mendapat ujian dari Tuhan. Seorang yang mengaku beriman di dalam lisan, belum tentu beriman dihadapan Allah. Dan berbahagialah orang yang mendapat ujian dari Allah, dan ia sabar menghadapi pelbagai macam cobaan tersebut.

Allah tak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hambanya. Satu hal yang pasti, di balik duka cita dan kesedihan hidup, selalu Allah berikan solusi kepada manusia. Allah berfirman dalam Q.S al Insyirah ayat 5-6;

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

fa inna ma’al-‘usri yusrā. inna ma’al-‘usri yusrā

artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Dalam ayat ini jelas sekali, setiap ada kesulitan, niscaya solusi akan mengiringinya. Sabar dan ikhlas adalah jalan menghadapi cobaan hidup. Bagi kita yang sedang ada masalah hidup, baik itu masalah finansial atau atau masalah keluarga, yakinlah ketika kita tabah, Allah akan menaikkan pangkat dan derajat manusia yang sabar. Allah akan memberikan solusi di setiap jengkal masalah yang kita nikmati.

Baginda Nabi saja sebagai kekasih Allah selalu beliau uji dengan pelbagai permasalahan. Dari yang ringan, hingga yang sulit untuk dipikul. Dengan keimanan, sabar, dan ikhlas, beliau mampu melawati itu semua. Hendaknya kita sebagai manusia biasa, dan mengaku beriman, selalu sabar dan ihklas dalam menerima cobaan dari Allah SWT.

Demikianlah khutbah Jumat pada ke sempatan yang berbahagia ini.

ارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Jumat II

  ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ َأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وََارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

(Baca: Khutbah Jumat 2021: “Esensi Isra dan Mikraj adalah Perintah Salat”)

 

 

 

 

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here