Khairah Murid Ummu Salamah dan Ibunda Imam Hasan al-Bashri

1
424

BincangSyariah.Com – Pada zaman Tabiin, muncul beberapa periwayat hadis terkenal dari berbagai negara. Termasuk bagian negara Irak. Irak pada masa itu kaya akan ulama-ulama besar. Salah satunya Hasan al-Bashri. Beliau terlahir dari orang tua yang berstatus budak. Kehidupan keluarganya mendapatkan keberkahan dari keluarga Rasulullah terlebih sang ibu merupakan budak perempuan Ummu Salamah istri Rasulullah. Beliau adalah Khairah.

Biografi dan Nasab Keluarga

Namanya adalah Khairah Ummi Hasan al-Bashri. Suaminya bernama Yasar, seorang budak pertempuran Maisan (sebuah lahan luas yang rimbun dan banyak kurma di wilayah dataran rendah Bashrah). Beliau tinggal di Madinah dan dimerdekakan disana. Pasangan ini dikaruniai dua anak putra. Putra pertama adalah Hasan bin Abi al-Hasan Yasar. Beliau seorang tabi’in Bashrah yang terkenal. Bahkan banyak ulama yang memuji kepribadiannya. Adapun putra kedua adalah Said bin Abi al-Hasan Yasar al-Bashri. Beliau termasuk tabiin yang meriwayatkan hadis dari ibunya.

Khairah adalah ibu yang sangat luar biasa. Kedua putranya dididik melalui madrasah utama dari sang ibunda. Mereka tumbuh menjadi orang terpandang. Hasan dikenal sebagai tabi’in Bashrah yang alim, luhur dan pemberani. Sedangkan Said tumbuh seorang ulama ahli ibadah. Beliau sering dijuluki dengan nama Rahib karena ketekunannya dalam beribadah.

Khairah termasuk tabiin perempuan yang banyak meriwayatkan dari para sahabat. Salah satunya dari Ummu Salamah, istri Rasulullah yang banyak meriwayatkan hadis Nabi setelah Aisyah. Ummu Salamah meriwayatkan sekitar 387 hadis. Selain itu, banyak tabi’in yang meriwayatkan dari Khairah, diantaranya dua putranya, Ali bin Zaid bin Judh’an, Muawiyah bin Qurrah Al-Muzani, Hafsah binti Sirin dan lain sebagainya. Beliau memang dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Pada usia dua belas tahun, beliau sudah menghafal al-Qur’an.

Baca Juga :  Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Kehidupan Khairah dengan Ummu Salamah

Khairah adalah salah satu budak kesayangan Ummu Salamah. Kelahiran Hasan al-Bashri membawa kebahagiaan baginya. Beliau sangat gembira akan kelahiran putranya. Bahkan beliau sampai mengutus seseorang untuk membawa Khairah dan putra ke rumahnya.

Dalam kitab Nisa’ Min Ashr an-Nubuwwah diceritakan mengenai kedekatan Ummu Salamah dengan Khairah. Dalam kesehariannya, Khairah sangat tekun dalam melayani Ummu Salamah. Sebagai seorang ibu, beliau juga tidak lupa untuk melakukan kewajiban dalam mendidik putra-putranya. Bahkan beliau sering membawa putranya untuk didoakan oleh para sahabat.

Hubungan antara keduanya tidak hanya sebatas itu. Suatu ketika, Khairah sedang keluar untuk mengurus kebutuhan Ummu Salamah sehingga harus meninggalkan putranya. Bila putranya menangis maka Ummu Salamah meletakkan bayi dipangkuannya lalu disusui supaya diam. Inilah rasa cinta Ummu Salamah terhadap budaknya Khairah. Putranya juga ikut mendapatkan keberkahan istri Rasulullah.

Dalam kitab Bidayah Wa al-Nihayah disebutkan mengenai keberkahan Khairah dengan putranya dari sahabat nabi. Khairah sering membawa putranya ke para sahabat. Salah satunya sahabat Umar bin Khattab. Beliau mendoakan Hasan al-Bahsri :

اللهم فقهه في الدين وحببه إلى الناس

Ya Allah berilah pemahaman agama padanya dan jadikan ia dicintai oleh umat manusia.”

Khairah mengambil manfaat besar dari para sahabat. Beliau menjadi wanita tabi’in yang dalam pemahamannya, banyak hafalan dan ketepatannya. Sehingga Ibnu Hibban memasukkan beliau dalam kategori tsiqoh. Beliau juga mendapatkan keberkahan pada putranya Hasan berkat doa dari para sahabat.

Kehidupan Khairah dengan Ummu Salamah membawa banyak kebaikan. Tak jarang Khairah mendatangi kaum wanita saat itu untuk mengajarkan beberapa ilmu yang telah didapatkannya dari Ummu Salamah. Dalam kitab Nisa’ Min Ash an-Nubuwwah menceritakan bahwa suatu ketika beliau sedang berada di suatu majlis bersama putranya, ditangannya terdapat bawang. Putranya mengatakan: “Wahai ibu, buanglah kue jelek itu dari tanganmu” Ibunya berkata : “Sesungguhnya engkau seorang yang sudah tua dan berpengalaman membuatnya wahai Hasan.”  Hasan pun menjawab : “Wahai Ibu siapa diantara kita yang lebih tua?.”

Baca Juga :  El-Bukhari Institute Buka Kelas Baru Sekolah Hadis Jilid II

Dari cerita ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Khairah berumur panjang sebab pernyataannya kepada putranya. Akan tetapi manusia tidak bisa memastikan kapan wafatnya. Kini Khairah menginjak usianya yang semakin tua, kehidupannya banyak memberi manfaat terhadap orang lain hingga beliau wafat pada akhir abad 1 Hijriyah.

Wallahu A’lam Bisshawab

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here