Keutamaan Siti Aisyah, Istri Nabi Muhammad Saw.

1
604

BincangSyariah.Com – Keutamaan Siti Aisyah seperti tertuang dalam banyak kisah dan buku sejarah yang tersebar, ialah istri nabi yang paling muda belia. Hal yang lebih menarik lagi ialah bahwa, istri nabi yang satu ini telah meriwayatkan hadis langsung dari nabi Muhammad saw dalam jumlah yang besar. Kebanyakan sahabat mengambil hadis dari Siti Aisyah hadis tentang hukum-hukum dan adab-adab sehingga sampai ada yang berkata, bahwa seperempat hukum-hukum syariah diambil dari beliau. Menjadi menarik bagi kita bertanya “mengapa siti Aisyah bisa meriwayatkan hadis sebanyak itu?”

Siti Aisyah lahir 8 tahun sebelum pengikut agama islam hijrah dari seorang Ibu bernama Ummu Rumman. Siti Aisyah menikah dengan Rasulullah di umur 9 tahun dan ketika Nabi Muhammad SAW wafat beliau berusia 18 tahun. Dari sini kita dapat menelisik bahwa meskipun kehidupan Siti Aisyah bersama Nabi begitu singkat, namun beliau sejak kecil sudah sering menyaksikan tindak perbuatan Nabi Muhammad SAW. Maka, tak heran bila Siti Aisyah dapat meriwayatkan hadis dalam jumlah banyak sekitar 2210 hadis.

Selain itu, Siti Aisyah pernah disebut oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya sebaga wanita yang sempurna seperti halnya Maryam binti ‘Imran dan Asiah istri Fir’aun. Ini seperti disebutkan dalam kitab Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibn Hajar al-‘Asqalani, dalam kitab Fadhoilu as-Shahabah (Keutamaan para Sahabat),

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah berkata, telah bercerita kepadaku Muhammad bin Ja’far dari ‘Abdullah bin “Abdur Rahman bahwa dia mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Keutamaan ‘Aisyah terhadap wanita-wanita lain bagaikan keutamaan makanan tsarid dibandingkan seluruh makanan lain”.

Hadis diatas yang diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Siti Aisyah memiliki keutamaan atas wanita-wanita saat itu seperti Tsarid. Tsarid ialah sejenis makanan yang terbuat dari daging dan roti yang dibuat bubur dan berkuah dan itu adalah sebuah makanan yang menjadi makanan yang sangat diminati oleh penduduk Arab. Permisalan itu menjadi metafor untuk menegaskan bahwa Siti Aisyah memiliki kelebihan yang begitu dominan dibanding dengan wanita lainnya.

Baca Juga :  Mata Rantai Penulisan Kitab Fikih Syafi’i

Demikian beberapa penjelasan tentang Keutamaan Siti Aisyah radhiyallahu ‘anha (Semoga Allah senantiasa meridhai-Nya), istri Nabi Muhammad Saw.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here