Keutamaan Hari Selasa Menurut Mbah Moen

0
65

BincangSyariah.Com – Mbah Moen pernah menjelaskan tentang keutamaan hari Selasa. Masih kuat dalam ingatan, ulama besar K.H. Maimun Zubair atau yang karib dipanggil Mbah Moen meninggal dunia ketika menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi pada Selasa, 6 Agustus 2019.

Mbah Moen wafat seusai melaksanakan salat subuh. Pemimpin Pondok Pesantren Sarang, Rembang, Jawa Tengah meninggal pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Ann Nur Saudi Arabia. Beliau kemudian dimakamkan di Jannatul Ma’la, Mekkah.

Kyai Haji Maimun Zubair, kadang ditulis menggunakan ejaan lama yakni Maimoen Zoebair lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928. Tokoh yang akrab dipanggil Mbah Moen adalah seorang ulama dan politikus Indonesia.

Mbah Moen adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan hingga ia wafat. Mbah Moen pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang selama 7 tahun.

Seusai masa tugasnya berakhir, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondok pesantren. Selain itu, Mbah Moen juga pernah menjadi anggota Majelis Persmusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) mewakili Jawa Tengah selama tiga periode.

Semasa hidupnya, Mbah Moen mengistimewakan hari Selasa. Beberapa keutamaan hari Selasa baginya diwujudkan dengan meliburkan (libur ngaji) pondok pesantren miliknya setiap hari Selasa. Mengapa demikian? Sebab, empat keturunan Mbah Moen sebelumnya, meninggal dunia pada hari Selasa.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah video dari santri Mbah Moen, Faishol Najib atau Gus Faiz. Dalam video tersebut dijelaskan alasan mengapa Mbah Moen sangat mengistimewakan hari Selasa semasa hidupnya.

Dalam video Gus Faiz, ada suara Mbah Moen saat berbicara tentang keutamaan hari Selasa di hadapan santri-santrinya dan mengungkapkan ayah, ibu, hingga kakeknya, meninggal di hari Selasa. Mbah Moen pun mengungkapkan bahwa banyak ulama yang meninggal dunia di hari Selasa.

Baca Juga :  Meneladani Lima Intelektual Pesantren Berpengaruh di Nusantara

Mbah Moen menyatakan Allah Swt. menciptakan ilmu dan segala yang ada di dunia pada hari Selasa. Demikian penjelasan tentang keutamaan hari Selasa menurut Mbah Moen:

“Itu sesudah tahapan pertama 2 hari, Ahad dan Senin, jadi yang disebut-sebut fi yaumin 2 hari. Kemudian Allah sebelum melanjutkan itu, sebelumnya Allah menerangkan ilmu-ilmu dan apa yang ada di dunia ini pada hari Selasa. Jadi sampai di Sarang ini diwajibkan harus libur kalau ngaji. Kalau sekolah nggak usah libur. Jadi saya juga libur Selasa itu,” jelas Mbah Moen.

“Menurut riwayat Pondok yang insyaallah pada pertama kali tahun 1800-an didirikan, Pondok ini kalau hari Selasa dibuat hari libur ngaji. Sebab hari Selasa ini hari yang menurut nenek saya, mulai dari nenek yang keempat sampai ayah saya, ibu saya, itu kalau meninggal kok hari Selasa. Ini saya cerita apa kalian sudah mengerti atau belum, sampai mbah saya Kiai Ahmad,” tambah Mbah Moen dalam video tersebut.

Pondok Pesantren Al Anwar adalah salah satu pondok pesantren yang memberikan pelatihan khusus dan kesempatan magang di beberapa tempat yang telah ditentukan dan disesuaikan berdasarkan kepentingan pengembangan Pondok Pesantren Al Anwar.

Para santri dikirim ke beberapa wilayah di Madura, Malang , Brebes dan wilayah lainnya, termasuk dikirim ke daerah Papua. Program juga diwujudkan dengan menyelenggarakan pengajian mingguan untuk masyarakat sekitar yang langsung diampu oleh Asy Syaikh Maimoen Zubair. (Baca: Catatan Mengenal Keunggulan K.H. Maimun Zubair)

Hal tersebut adalah bentuk kepedulian Pondok Pesantren Al Anwar kepada masyarakat sekitar lokasi Pesantren. Pondok pesantren Al Anwar adalah salah satu contoh Pesantren yang memiliki fungsi sebagai fasilitator dan instrumen.[]

Baca Juga :  Ini Alasan Sebaiknya Anak Dimasukkan ke Pesantren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here