Ketika Memperbanyak Zikir Adalah Godaan Setan

0
1240

BincangSyariah.Com – Imam Abdullah al-Haddad dalam karyanya Risalatu al-Mu’awanah wa al-Muzhaharah wa al-Muwazanah mengatakan bahwa apa yang kita biasakan, disebut wirid, itu punya dampak besar bagi kita. Nah, tetapi manusia kadang tidak sadar bahwa ia sedang dipengaruhi oleh setan saat berkeinginan untuk memperbanyak kebiasaan itu, termasuk ketika ingin memperbanyak zikir.

Pembahasan ini muncul pada pembahasan soal pentingnya dawam atau terus menerus dalam melakukan amal. Atau, jika ia tidak mampu untuk melakukannya terus menerus, maka setidaknya ada waktu khusus yang ditetapkan oleh seorang ahli ibadah. Bahkan, menurut Imam al-Haddad, jika wirid yang dibiasakan pada waktu tertentu itu tidak dibaca atau diamalkan, maka ia harus menggantinya di waktu yang lain.

Lebih lanjut, kata Abdullah al-Haddad seyogyanya sesuatu yang diwiridkan itu adalah yang ringan, tidak terlalu berat, sehingga bisa dilakukan secara berkesinambungan dan tidak mudah ditinggalkan. Beliau mengutip sabda Nabi saw.,

خذ الأعمال ما تطيقون فإن الله لا يمل حتى تملوا

Tunaikan amalan itu semampumu. Sesungguhnya Allah tidak pernah akan bosan kecuali kalian yang justru bisa bosan.

Nah, di sinilah menurut Imam al-Haddad setan justru bermain. Setan menggoda manusia untuk memperbanyak aneka ragam ketaatan dan amalan (awraad) yang belum tentu bisa ditunaikan semua. Tujuan setan adalah memang untuk mengembalikan manusia menjadi tidak beramal lagi karena muncul perasaan bosan atau merasa biasa melewatkan amalan.

Maka, kesimpulannya adalah jika kita beramal, maka mulailah dari amal saleh yang ringan terlebih dahulu. Menurut beliau, dapat dimulai dari salat-salat sunnah, membaca Alquran, belajar, zikir (yang ringan-ringan) sampai merenungi kebesaran Allah.

Baca Juga :  Bolehkah Memakai Pakaian Bergambar Ketika Salat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here