Ketakjuban Rasulullah atas Kualitas Iman Umatnya

1
1305

BincangSyariah.Com – Dalam hadis yang kedelapan belas, Imam Muhammad Bin Abu Bakar menulis satu hadis tentang kualitas keimanan umat Nabi Muhammad saw. Hadis ini diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Abbas ra.

Hadis kedelapan belas ini berbentuk dialog antara nabi dengan sahabat-sahabatnya. Isi dialognya seputar iman makhluk yang paling luar biasa. Rasulullah Saw. bertanya pada sahabat-sahabatnya,

هل علمتم من اعجب الخلق ايمانا

Tahukah kalian, kira-kira imannya siapa yang paling mengherankan?

Para sahabat langsung menjawab, “Pastinya iman para malaikat, wahai Rasulullah Saw.” Beliau Saw. langsung menanggapi jawaban mereka,

وكيف لا تؤمن من الملائكة وهم يعاينون الامر

Bagaimana para malaikat tidak akan beriman, wong mereka menyaksikan semua perkara secara langsung?

Artinya, jawaban para sahabat salah. Karena soal imannya para malaikat itu sudah biasa. Mengapa harus merasa takjub. Mereka memang diciptakan untuk beribadah secara terus menerus. Mereka tercipta tanpa nafsu. Lagi pula iman para malaikat stagnan. Tidak mengalami penambahan atau pengurangan. Allah Swt. berfirman tentang malaikat dalam Qs. At-Tahrim (66) : 6,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Imam Marzuqi berkata dalam kitabnya, Aqidatul ‘Awam,

الملك الذي بلا اب وام  لا اكل لا شرب ولا نوم لهم

Malaikat tidak memiliki bapak dan ibu, juga tidak makan, minum ataupun tidur.

“Jika bukan para malaikat, pasti iman para nabi,” jawab sahabat untuk kedua kalinya. Rasulullah Saw. bersabda,

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Enam Rukun Iman yang Harus Kalian Yakini

وكيف لا يؤمن النبيون والروح ينزل عليهم بالامر من السماء

Bagaiamana para nabi tidak akan beriman, sedangkan Malaikat Jibril turun langsung pada mereka dengan membawa perintah dari langit?

Dalam artian, jawaban para sahabat masih kurang tepat. Hal ini karena para nabi memang diawasi langsung oleh Allah Swt. Para nabi maksum dari perbuatan dosa. Selain itu, iman para nabi yazidu wala yanqusu, terus meningkat dan tidak pernah berkurang. Para nabi ditemani dan dibimbing oleh Malaikat Jibril as.

“Jika bukan para malaikat dan para nabi, berarti iman sahabtmu”, jawab mereka untuk yang ketiga kalinya. Rasulullah Saw. bersabda,

وكيف لا يؤمن اصحابي وهم يرون المعجزات مني وان انبئهم بما انزل علي

Bagaimana para sahabat tidak akan beriman, sedang mereka sudah menyaksikan mu’jizat dariku. Aku juga menyampaikan wahyu Allah pada mereka.

Dalam artian, tidak ada yang mengherankan dari imannya para sahabat. Karena mereka sudah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana akhlak dan keistimewaan Rasulullah Saw. Justru yang mengherankan adalah mereka yang tidak beriman pada beliau.

Rasulullah Saw. melanjutkan sabdanya,

ولكن اعجب الناس ايمانا قوم يجيؤن من بعدي يؤمنون بي ولم يروني ويصدقوني فاولئك اخواني

Akan tetapi, orang yang imannya luar biasa adalah suatu kaum yang beriman setelah kematianku. Mereka tidak pernah melihatku, namun membenarkan risalahku. Merekalah saudara-saudara.

Subahanallah, ternyata keimanan yang paling luar biasa adalah iman dari seseorang yang hidup setelah Nabi Muhammad Saw. Ternyata iman kita diakui sebagai keimanan yang luar biasa. Bahkan melebihi iman para malaikat, para nabi, dan para sahabat. Karena untuk iman kita tidak perlu melihat langsung mukjizat beliau selain Al-Qur’an). Kita tidak harus bertemu dengan beliau untuk mengimaninya.

Baca Juga :  Nilai Tawakkal dalam Puisi Jalaluddin Rumi

Inilah iman yang membuat Nabi Muhammad Saw. merasa tergugah. Bahkan, kita tidak hanya diakui sebagai umatnya, tapi juga diakui sebagai saudara beliau. Sungguh, hal ini merupakan kenikmatan yang luar biasa. Benar dawuh Gus Miftah, “Cinta dari hati naik ke mata, bukan dari mata turun ke hati.” Kita tidak pernah melihat nabi, namun alhamdulillah kita bisa mengimaninya.

Semoga kita diakui sebagai umat nabi dan dibanggakan oleh beliau. Amin. Wallahua’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here