Kerisauan Imam Al-Razi; Tak Rela Waktu Makan Menyita Waktu Belajarnya

1
120

BincangSyariah.Com – Siapa yang tidak kenal dengan Imam Fakhruddin Al-Razi, seorang ulama polymath atau memiliki kecakapan di banyak bidang keilmuan. Imam Al-Razi adalah tokoh besar tafsir, bahasa, hadis, fikih, ushul fikih, Ushuluddin dan bahkan kedokteran. Tidak hanya menguasai banyak bidang ilmu, Imam Al-Razi juga memiliki banyak karya tulis. (Baca: Mengenal Fakhruddin Al-Razi, Sosok Ulama Tafsir Multidisipliner Abad Ke-5)

Ibn Abi Ushaibi’ah seorang sejarawan dalam kitab ‘Uyunul Anba’ Fi Thabaqatil Athba’ (2/34) menyebutkan bahwa karya tulis beliau tidak kurang dari 200 kitab, dimulai dari kitab-kitab besar yang terdiri dari puluhan jilid seperti Tafsir Al-Kabir hingga risalah-risalah tipis.

Ulama dengan nama asli Muhammad Ibn Umar ini juga merupakan tokoh besar Asy’ariyah, beliau dalam berbagai karangannya giat membantah pemikiran Muktazilah dan falasifah. Murid beliau sangat banyak, dikisahkan bahwa terkadang beliau berjalan mengendarai kuda dengan diiringi oleh 300 murid yang berjalan di belakang beliau.

Penguasaan pada banyak cabang ilmu, volume karya tulis yang sulit ditandingi, serta murid yang banyak tentu saja menjadi bukti kecintaan Al-Razi dalam menuntut ilmu, beliau memiliki prinsip bahwa semua cabang ilmu adalah wajib untuk dipelajari, tidak heran jika kepakaran beliau tidak terbatas pada spesialis bidang-bidang tertentu saja. Semua capaian beliau tentu tidak akan terwujud tanpa manjemen waktu yang baik dalam belajar.

Ada sebuah kisah unik yang menggambarkan ketatnya manajemen waktu Al-Razi. Seorang murid beliau bernama Al-Qadhi Syamsuddin Al-Khui’ pernah mendengar kegundahan Imam Al-razi bahwa beliau sangat menghargai waktu. Waktu adalah sesuatu yang agung dan krusial, sehingga beliau sangat risau karena dalam kesehariannya beliau harus makan, padahal kegiatan makan itu sungguh telah menyita banyak waktu yang seharusnya dapat dialihkan untuk belajar.

Baca Juga :  Sikap Fanatik Pengusung Ideologi Khilafah dalam Pandangan Ibnu Khaldun  (Bagian IV)

Buah dari manajemen waktu yang baik Imam Al-Razi dapat kita rasakan melalui berbagai karya tulis beliau, kitab-kitab yang paling pentimg diantaranya adalah Tafsir Al-Kabir atau Mafatihul Ghaib, Al-Mahshul Fi Ushul Fiqih, Al-Arba’in Fi Ushuliddin, Manaqibul Imam Syafi’i dan masih banyak lagi.

Imam Al-Razi wafat pada bulan Ramadhan tahun 606 H. semoga Allah Swt merahmati beliau dan memberikan berkah pada ilmu-ilmu beliau. Di antara cara kita menghargai jasa-jasa imam Al-Razi adalah dengan banyak membaca dan mengkaji kitab-kitab peninggalan beliau.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here