Kerajaan Safawi: Kerajaan Gerakan Tarekat Bermazhab Syiah

0
2690

BincangSyariah.Com – Kerajaan Safawi berdiri sejak tahun 1501 M di Tabriz, ia didirikan oleh Syah Ismail Safawi. Mulanya kerajaan ini berasal dari gerakan tarekat Safawiyah yang didirikan oleh Syekh Safiuddin Ardabeli (1251-1334). Kemudian tarekat ini terus bergerak dan berubah menjadi gerakan politik. Saat itu mereka menjadikan teologi Syiah sebagai aliran resmi negara. Wilayah Safawi berkuasa di Persia dan meliputi wilayah Isfahan pada masa berikutnya.

Sejarah Awal Mula Berdiri

Kerajaan Safawi berdiri sejak cucu dari Junaid bin Ibrahim (pemimpin tarekat Safawiyah) yang bernama Ismail berhasil mengalahkan Alaq Koyunlu. Pada sebelumnya, Safawiyah sempat memiliki konflik dengan salah satu suku di Turki, Kara Koyunlu. Lalu ia mengajak Alaq Koyunlu untuk bersekutu melawan Kara Koyunlu dan berhasil memenangkannya. Tetapi setelah keberhasilannya itu, Alaq Koyunlu yang justru merasa tersaingi melakukan pemberontakan. Hingga pada akhirnya pemberontakan tersebut berhasil diredam dan dimenangkan oleh Safawiyah dan Ismai’il membangun kerajaan ini.

Syah Ismail, biasa ia disebut, adalah pendiri sekaligus raja pertama dari dinasti ini. Ia berhasil melakukan perluasan wilayah hingga meliputi seluruh Iran dan Persia. Ia menjadikan Tabriz sebagai ibu kota kerajaan. Pada tahun 1511 ia berhasil melakukan ekspansi hingga merebut wilayah Iran dan Turki. Lalu suku Uzbek yang berasal dari Turki berhasil diusir oleh Ismail. Sebelumnya sempat terjadi penyerangan dari Kesultanan Utsmaniyah sebelum Safawi menjadi kerajaan. Pada abad ke-15 Kesultanan Utsmaniyah berupaya merebut wilayah Turki untuk menjadikannya wilayah kekuasaan. Hal tersebut menyebabkan peperangan dan berhasil dimenangkan oleh Safawi dan mereka mendapatkan wilayah Tabriz dan Turki.

Menyebarkan Teologi Syiah

Kerajaan ini memiliki peran dalam melakukan penyebaran teologi Syiah. Meskipun teologi ini sudah digunakan sebelum Safawi berdiri. Tetapi setelah ia diresmikan sebagai teologi negara, ajarannya makin menyebar ke beberapa wilayah. Raja-raja dari dinasti ini mengundang ulama-ulama Syiah dari luar untuk mengajarkan dan menyebarkan ajaran Syiah baik di istana maupun di luar istana. Kini, Persia yang disebut Iran menjadi pusat teologi Syiah dan ditetapkan sebagai teologi resmi di sana.

Baca Juga :  Hadis-hadis Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua

Puncak kejayaan kerajaan ini berada saat di bawah kepemimpinan Syah Abbas yang memerintah sejak tahun 1588-1629. Safawi menjadi kerajaan yang kuat baik secara ekonomi, ilmu pengetahuan dan arsitektur. Kerajaan ini sempat melemah semasa peninggalan Syah Ismail. Syah Abbas membuka hubungan dagang dan kultural dengan Eropa. Hal tersebut membuka jalan bagi Safawi untuk menuju peradaban yang lebih maju.

Pindah Ibukota, Memajukan Infrastruktur

Pada masa Syah Abbas, pusat pemerintahan yang semulanya berada di Tabriz akhirnya dipindahkan ke Isfahan. Sejak pemindahan ibu kota, pembangunan mulai sering dilakukan di Isfahan. Kota itu pun mengalami pembangunan pesat dan menjadi kota yang sangat indah karena bangunan-bangunannya. Sampai saat ini, bangunan-bangunan indah tersebut masih ada seperti Masjid Syah, Masjid Syekh Lutfullah, Istana Cehil, Sutun dan Istana Ali Kapu. Karena terdapat bangunan yang megah dan keindahannya, Isfahan dijuluki dengan “kota separuh dunia”

Salah satu bukti lainnya tentang kemajuan Safawi dalam bidang arsitektur adalah adanya lapangan Naqs Jehan atau dahulu dikenal dengan naman Maidan Imam. Ia merupakan lapangan besar di dunia yang dibangun antara kurun waktu 1589-1629. Artinya lapangan ini dibangun pada masa kepemimpinan Syah Abbas. Lapangan terletak di kota Isfahan, Iran yang menjadi saksi kehidupan sosial dan budaya di Persia. Kini, lapangan ini masuk dalam situs sejarah yang banyak dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia.

Era Kemunduran

Kerajaan ini mulai melemah pada abad 17. Ia mengalami penyerangan dari berbagai arah oleh beberapa kerajaan lainnya. penyerangan tersebut dilakukan oleh Turki Usmani, Afghan dan Arab. Selain itu Safawi juga mendapat serangan dari Kekaisaran Rusia dari arah utara dan Mogul dari arah Timur.

Baca Juga :  Menko Kemaritiman Tulis Kenangan tentang Mbah Maimoen

Selain kekuatan militer yang melemah, kekuatan ekonomi kerajaan juga merosot akibat perubahan jalur perdagangan barat dan timur. Dinasti ini sempat dikuasai oleh Dinasti Hotak, tetapi atas bantuan Nadir Syah ia kembali mengalami pemulihan dan pengembalian wilayah kekuasaan. Namun Nadir Syah justru setelah itu mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Dinasti Afshariyah pada tahun 1736. Dinasti Safawi resmi dihapuskan pada tahun 1732.

Diolah dari Ensiklopedia Islam Populer terbitan PT. Ichtiar Baru Van Hoeve

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here