Kengerian Neraka Saqar dan Siapa Sajakah Penghuninya?

0
29

BincangSyariah.Com—Neraka adalah tempat yang paling buruk di alam semesta ini. Siapa pun pasti enggan menginjakkan kakinya di neraka, karena siksaannya yang pedih, dan api yang menjulur sangat panas. Salah satu neraka yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an adalah neraka Saqar, yang tercantum dalam surat al-Mudatsir ayat 26-40. Allah berfirman:

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ )26( وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ )27( لا تُبْقِي وَلا تَذَرُ )28( لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ )29( عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ )30

Atrtinya: “Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. (27) Tahukah kamu apa Saqar itu?. (28) Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (29) (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (30) Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”

Sayyid Quthb mengatakan bahwa ayat 26 tersebut merupakan ancaman yang besar dan sangat mencekam bagi umat Islam. Dalam ayat tersebut dikatakan seseorang yang akan dimasukan ke dalam neraka Saqar. Kemudian, Allah menjelaskan betapa menakutkannya neraka Saqar pada ayat berikutnya.

Dalam tafsir Jalalayn disebutkan bahwa lafal wa mȃ adraka digunakan untuk menunjukkan suatu hal yang sangat dahsyat. Pendapat lain menyebutkan bahwa lafal tersebut ditunjukkan terhadap suatu hal yang diluar jangkauan akal manusia. Dikatakan pada ayat berikutnya, api neraka yang mengerikan ini membakar tanpa meninggalkan sesuatu pun sisa.

Api neraka Saqar memang sangatlah panas, karenanya dapat membakar kulit manusia tanpa sisa. Menurut al-Suyuthi, tidak akan ada sisa sedikitpun dari otot dan daging yang telah terbakar di neraka Saqar. Dalam tafsirnya, al-Zamakhsyari mengatakan proses pembakaran di neraka Saqar akan terus berulang dan beregenerasi.

Selain itu, yang menjaga neraka ini adalah Sembilan belas malaikat. Tidak diketahui, bilangan tersebut adalah jumlah pasti malaikat, atau jumlah kelompok malaikat. Akan tetapi, disebutkan dalam ayat berikutnya bahwa malaikat-malaikat tersebut tidak dapat dilawan oleh siapa pun (orang-orang kafir). Bilangan itu juga menjadi bukti kebenaran Nabi Saw, karena sesuai dengan kabar dari kitab sebelumnya.

Pada ayat-ayat berikutnya—tepatnya pada ayat 42-46—disebutkan alasan kenapa seorang tersebut dimasukkan ke dalam neraka, di antaranya: Pertama, tidak mengerjakan sholat. Alasan pertama ini menandakan bahwa, sholat merupakan implementasi dari akidah yang sangat penting. Karenanya, seseorang yang meninggalkan sholat telah menjadi kufur, dan layak dimasukkan ke dalam neraka.

Kedua, tidak pernah bershodaqoh terhadap orang miskin. Tidak peduli akan sesama yang lebih menderita pun dapat menjerumuskan kita ke dalam Saqar. Ali Ashobuni dalam menafsirkan kedua ayat tersebut menyebutkan: mȃ ‘abadanȃ rabbanȃ, wa lȃ ahsanȃ illa khalqihi min jinsinȃ (tidak beribadah kepada Tuhan kami, dan tidak berbuat baik kepada makhluknya dari jenis kami (manusia).

Ketiga, tenggelam dalam pembicaraan bersama orang yang membicarakannya. Ali Ashobuni menegaskan pembicaraan tersebut adalah pembicaraan yang bersifat batil dan kesesatan. Jika mengacu pada hal yang batil, maka ghibah pun termasuk ke dalamnya. Namun, Sayyid Quthb lebih menafsirkan ke arah orang yang mempermainkan akidah, dan menjadikannya senda gurau akan dimasukkan ke dalam neraka Saqar.

Keempat, orang yang mendustakan hari pembalasan. Inilah yang menjadi pangkal dari semua hal yang menyebabkan seseorang masuk ke neraa Saqar. Dengan mendustakan hari kiamat, maka runtuh lah semua akidahnya, menjadikan amalannya tidak berarti. Menurut Ali Ashobuni, orang yang mendustakan hari kiamat, maka akan mendapatkan akhir yang begitu pedih siksaannya.

Alasan-alasan tersebut membuat aspek ibadah terhadap Allah dan baik dalam bersosial haruslah seimbang. Dengan menjauhi keempat hal yang dapat memasukkan kita ke dalam neraka Saqar. Semoga kita selamanya dilindungi dari api neraka, dan dijauhkan dari dahsyatnya siksaan neraka Saqar. Wallahu a’lam bȋ ash-showab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here