Kemuliaan yang Dianugerahkan Allah kepada Muhammad Sebelum Menjadi Nabi

0
306

BincangSyariah.Com – Sebelum diangkat menjadi seorang nabi, Nabi Muhammad saw. telah diberi kemuliaan dan anugerah dari Allah Swt. yang disebut dengan irhash.

Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek di dalam kitabnya Nurul Yaqin Fii Siirati Sayyidil Mursaliintelah mengemukakan irhash (pertanda kenabian) yang dilimpahkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw.  Di antaranya adalah sebagai berikut.

Pertama. Keberkahan-keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Halimah tempat Nabi Muhammad saw. disusukan. Padahal sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. di tengah keluarga mereka, mereka hidup dalam keadaan serba kekurangan. Ketika Nabi Muhammad saw. berada di tengah-tengah mereka, rezeki mereka melimpah yang datang dari ternak gembala mereka. Selain itu, air susu Halimah yang awalnya kering, setelah menerima Nabi Muhammad saw. sebagai anak yang akan disusukannya, tiba-tiba mengalir secara berlimpah.

Kedua. Peristiwa pembedahan dada Nabi Muhammad saw. yang dialaminya ketika waktu kecil oleh dua malaikat guna mengeluarkan tempat bercokolnya setan dari dalam dadanya.

Ketiga. Dijinakkannya mega untuk Nabi Muhammad saw. sewaktu beliau mengadakan perjalanan niaga ke negeri Syam. Mega itu selalu menaunginya dari sengatan sinar matahari musim panas. Hal itu hanya dialami oleh Nabi Muhammad saw. saja, tidak ada seorang pun dari rombongan kafilahnya yang ternaungi. Demikianlah sebagaimana yang diceritakan oleh Maisarah, pembantu Khadijah yang menemaninya dalam perjalanan tersebut.

Keempat. Batu-batuan dan pepohonan dapat mengucapkan salam padanya. Ketika Nabi Muhammad saw. bermaksud buang hajat (buang air besar), beliau pergi jauh hingga bangunan kota Makkah tidak kelihatan, lalu beliau mencari tempat di lereng bukit atau lembah yang sepi untuk buang hajat. Pada saat itu, tidak ada sebuah batu atau pohon pun yang dilewatinya yang tidak mengucapkan “Ash-shalatu was salaamu ‘alaika ya Rasulallah/ semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada dirimu wahai Rasulullah). Pada saat yang sama, beliau menengok ke kiri dan ke kanan serta ke belakang untuk mengetahui siapa yang mengucapkannya, tetapi beliau tidak melihat seorang pun. Hal ini diceritakan oleh Nabi Muhammad saw. sendiri sewaktu beliau menceritakan kejadian-kejadian aneh yang dialaminya.

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Cara Meyakini Perbuatan-perbuatan Allah Berbeda dengan MakhlukNya

Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here