Kemanusiaan Sebelum Beragama

0
197

BincangSyariah.Com – “…kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang,” konon, kata Gus Dur -rahimahuLlah, “orang tidak tanya apa agamamu.” “Kemanusiaan sebelum keberagamaan,” kata Habib Ali al-Jufri yang kemudian menjadi judul bukunya.

________

Alkisah. Seorang lelaki asing menemui Nabi Ibrahim As. untuk meminta sesuap makanan dan penginapan. Bahasa tubuhnya yang tak mencerminkan seorang Mukmin membuat Nabi Ibrahim curiga dan merasa perlu untuk memastikan agamanya.

Benar! Setelah ditanya, ternyata lelaki asing itu adalah seorang non Muslim, Majusi, penyembah api. Tahu tak seakidah, Nabi Ibrahim pun menolak untuk memberinya bantuan. Beliau tak sudi, bahkan berpaling dan membiarkannya pergi.

Namun, tak lama, turunlah wahyu, “Wahai Ibrahim! Bertahun-tahun Aku melapangkan rezeki si Majusi itu. Aku beri ia makan, minum dan pakaian. Ia kafir kepada-Ku, namun Aku tak menyempitkan nikmat-Ku padanya. Kini ia meminta sesuap makanan dan penginapan kepadamu, namun engkau malah menolaknya. Engkau berpaling darinya dan berkeinginan mengubah agamanya hanya untuk menjamunya semalam.. Padahal Aku penuhi rezekinya seumur hidupnya, sungguhpun ia kafir kepada-Ku!”

Karena ditegur oleh Allah, Nabi Ibrahim pun segera menyusul si Majusi dan menyambutnya dengan senang hati.

“Lho, gerangan apa yang terjadi sehingga engkau berubah sikap?” Tanya si Majusi.

“Tuhanku menegurku lantaran aku menolak permintaanmu.” Jawab Nabi Ibrahim

“Sebaik-baik tuhan adalah Tuhan Yang Menegur kekasih-Nya demi musuh-Nya.” Si Majusi terharu. “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Ibrahim adalah utusan Allah.” Akhirnya ia beriman.

*Cerita ini diangkat dari kitab Tafsir asy-Sya’rawi

Baca Juga :  Sahabat Nabi yang Murtad Setelah Membunuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here