Kelembutan Hati Salahuddin al-Ayyubi terhadap Kaum Nasrani

0
119

BincangSyariah.Com – Kolaborasi kehebatan militer Salahuddin al-Ayyubi serta kepribadiannya yang sufistik sukses membuatnya bercocokol dalam deretan pimpinan terbaik sepanjang sejarah umat Islam. Dia mampu menyatukan negara-negara Arab bahkan sukses memperluas ekspansi di wilayah musuh. Selain itu, peran apiknya dalam pagelaran perang salib mendapat acungan jempol baik itu dari kalangan muslim maupun non-Muslim.

Perang salib merupakan salah satu pertempuran paling dahsyat yang pernah terjadi di muka bumi. Perang ini tidak hanya berfokus pada areal materialistik berupa perebutan batas wilayah namun juga menyajikan duel teologis antara umat Islam dan Kristen.

Layaknya sebuah pertempuran, akan selalu ada aksi penawanan, pemberontakan, pengkhianatan hingga pembunuhan. Adegan-adegan ini tentu sangat mengerikan. (Baca: Kemajuan Dinasti Ayyubiyah dalam Membangun Peradaban)

Kendati demikian, di antara kisah-kisah pilu tersebut terselip pula drama mengharukan. Misalnya, persahabatan Salahuddin al-Ayyubi dengan raja Richard, kisah prajurit muslim mencari bayi seorang ibu Nasrani yang diculik dan kebaikan hati Salahuddin terhadap tentara salib.

Memberikan Makanan dan Obat-obatan Kepada Raja Richard

Di pertempuran Arc, Raja Inggris Richard The Lion Heart dan Salahuddin saling kirim surat. Dalam salah satu suratnya, Richard meminta Salahuddin untuk bernegosiasi dengannya. Beberapa hari kemudian, datanglah utusan raja Richard menemui Salahuddin.

Dia mengungkapkan bahwa ada segerombolan burung pemakan daging yang tergulai lemas karena kelaparan. Oleh karenanya, raja meminta beberapa potong daging burung dan ayam untuk pakan burung-burung tersebut agar bisa kembali mengepakkan kedua sayapnya.

Salahuddin mengerti, perbekalan yang diminta sebenarnya untuk raja mereka yang sedang sakit, dan sangat memerlukan asupan gizi. Tanpa pikir panjang Salahuddin menyiapkan paket berisi daging ayam, buah-buahan beserta es batu untuk mengobati penyakit Richard.

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 235; Etika Meminang Janda Ditinggal Suami

Utusan tersebut kemudian membawa bekal ini dan diberikan kepada sang raja. Kisah ini dimuat dalam buku Salahuddin Al Ayyubi buah karya Muhammad Ali ash-Shalabi.

Membantu Seorang Ibu Nasrani Mencari Bayinya

Suatu malam ada segerombolan pencuri menyantroni pemukiman Nasrani, mereka mengambil bayi yang baru berusia tiga bulan. Lalu membawanya hingga sampai di tenda sultan Salahuddin dan menawarkannya kepadanya.

Mengetahui anaknya hilang diculik, ibu si bayi menangis histeris sepanjang malam. Kabar ini tersiar hingga ke telinga raja. Dibawalah si ibu tadi menghadap raja. “Pergilah, temui sultan itu. Mintalah kepadanya, pasti dia akan mengembalikannya kepadamu. Sesungguhnya dia adalah orang yang murah hati,” ucap si raja.

Maka pergilah si ibu menuju kamp muslimin dan mengisahkan musibah yang menimpanya. Para penjaga kemudian mengantarnya ke ruangan sultan. Maka bertemulah si ibu ini dengan Salahuddin sambil menangis kencang dan membenamkan wajahnya ke tanah.

Sultan memintanya untuk menceritakan gerangan apa yang telah terjadi kepadanya. Si ibu pun segera mengutarakan kejadian semalam. Setelah mendengar kisah tersebut, Salahuddin menaruh simpati kepadanya. Mata si ibu kembali bercucuran air mata melihat respon sultan.

Salahuddin lalu meminta prajuritnya untuk mencari si bayi yang dimaksud. Setelah pencarian, ternyata bayi tersebut dijual di sebuah pasar. Lalu sultan menitipkan sejumlah uang kepada para prajuritnya untuk menebusnya. Sultan terus mengamati semua proses yang tengah dijalankan prajuritnya.

Dia tidak berhenti berdiri sampai bayi tersebut benar – benar telah kembali ke dekapan ibunya. Si ibu segera memeluk bayinya sambil menangis tersedu – tersedu, peristiwa ini disaksikan oleh para prajurit muslim. Mereka ikut terharu dan menangis.

Si ibu menyusui bayinya sekitar satu jam, kemudian Salahuddin al-Ayyubi meminta prajuritnya untuk mengantarkan si ibu tadi pulang ke pemukimannya dengan menggunakan kuda. Saat kejadian, Ibnu Syaddad berada tepat disamping Salahuddin, kemudian dia mengabadikan kisah ini dalam bukunya, Nawadir As-Sulthaniyyah.

Menyelamatkan Pasukan Salib dari Krisis Kelaparan

Baca Juga :  Hanasy As-Shanani; Insinyur Sejumlah Masjid di Spanyol

Suatu hari datanglah rombongan suku Frank yang tengah dilanda kelaparan menuju markas militer Salahuddin al-Ayyubi. Mereka berkata,”Kami akan berlayar menggunakan kapal kecil, dan kami akan mendapat keuntungan dari musuh yang kami hadapi. Hasilnya, sebagian untuk kami dan sebagian lagi untuk kalian muslimin”. Salahuddin mengabulkan permintaan mereka, dia memberikan perahu – perahu kecil.

Kelompok suku Frank ini pun segera menaiki kapal tersebut dan berlayar. Di tengah laut mereka mendapat banyak kemenangan dan mendulang banyak harta rampasan berupa perhiasan dan lainnya.

Sesuai kesepakatan, mereka membawa semua harta rampasannya ke hadapan Salahuddin al-Ayyubi. Alih – alih mengambil harta rampasan yang begitu melimpah, Salahuddin jutru mengembalikan semuanya kepada para suku Frank tadi.

Melihat Salahuddin begitu memuliakan mereka, para suku Frank ini terharu. Mereka diselamatkan dari ancaman kelaparan tanpa imbalan. Padahal mereka tau bahwa suku Frank adalah musuh bebuyutan muslimin di medan perang. Akhirnya, sebagian dari mereka bersyahadat dan masuk Islam.

Semoga kita bisa meneladani sosok Salahuddin al-Ayyubi. Seorang panglima besar Islam yang memiliki jiwa dan hati besar untuk menolong sesama. Bukan terbatas hanya terhadap muslim namun beliau juga mengulurkan tangannya terhadap non-Muslim. Sebab itulah sejatinya seorang muslim, mau membantu siapapun tanpa pandang bulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here