Kekuasaan Dinasti Muwahiddun di Andalusia pada Era Yaqub bin Yusuf

0
636

BincangSyariah.Com – Pusat pemerintahan Dinasti Muwahhidun dibawah kendali Yaqub bin Yusuf bin Abdul Mukmin dikendalikan dari wilayah yang sekarang menjadi negara Maroko. Namun, selain Maroko, sebenarnya wilayah terbesar di Dinasti Muwahhidun ini adalah Andalusia. Dalam menjalankan program pemerintahan, Yaqub tidak hanya berkonsentrasi di Maroko tapi memperhatikan sampai Andalusia dengan memperkuat stabilitas politiknya. Ia seringkali terjun secara langsung untuk melihat sendiri situasi dan kondisi rakyatnya dan sebagainya.

Menjaga stabilitas politik di daerah tersebut penting karena ada sejumlah alasan krusial yang perlu. Keberadaan Dinasti Muwahiddun di Andalusia memang kuat. Namun ada suku bernama Bani Ghaniah yang berusaha merongrong kekuasaannya sejak kali pertama Dinasti Muwahidun berdiri. Bani Ghaniah sendiri merupakan keturunan Muhammad bin Ali dari suku Masufah. Ali bin Yusuf bin Tasyfin, sang khalifah Dinasti Murabithun pernah mengirim Muhammad bin Ali dan adiknya, Yahya ke Andalusia sebelum masa kejayaan Muhammad bin Tumart. Kata Ghaniah berasal dari nama ibunda Muhammad bin Ali dan Yahya bin Ali. Penyematan nama ibu pada suatu suku menjadi tradisi mereka waktu itu.

Saat Dinasti Muwahhidun mulai nampak dan berkuasa di wilayah-wilayah Dinasti Murabithun, Muhammad bin Ali pindah ke pulau Balyar dan membangun pemerintahan sendiri bersama anak cucunya. Upayanya dibantu oleh Ibnu Mardanis di timur Andalusia. Dialah yang juga turut melindungi Bani Ghaniah dari serangan Dinasti Muwahhidun. Putra dari Muhammad bin Ali dari Bani Ghaniyah yang bernama Ishak seringkali mengirimi hadiah kepada Dinasti Muwahhidun berupa harta ghanimah yang berasal dari pertempuran dengan orang-orang Kristen. Ishak berupaya untuk melobi Dinasti Muwahhidun untuk tidak menyerang pulau Balyar. Mulanya mereka memang tak memerhatikan pulau Balyar, namun seiring berjalannya waktu mereka mernargetkan pulau Balyar sebagai wilayah kekuasaan.

Baca Juga :  Kerajaan Islam di Zaragoza: Dari Banu Tajib sampai Bani Hud

Pemerintahan Dinasti Muwahhidun tetap teguh untuk merebut pulau Balyar. Saat Bani Ghaniah mengalami peristiwa duka, yakni meninggalnya Ishak bin Muhammad bin Ali mereka semakin kuat dan tegas untuk menentang pemerintahan Dinasti Muwahhidun. Terutama setelah kematian penguasa Dinasti Muwahhidun. Bahkan untuk mewujudkan tujuan tersebut, Bani Ghaniyah menggandeng beberapa penguasa dari wilayah Jaen. Pada tahun 1184 M Yaqub bin Yusuf berusaha menguasai pulau Balyar dengan meluncurkan pasukan armada angkatan lautnya. Akibatnya, baik di Andalusia dan negara di Afrika pertempuran antara kedua bani ini semakin runcing.

Kesibukannya menghadapi pertempuran-pertempuran ini membuat Yaqub sedikit teralihkan dari mengurusi urusan politik lain. Situasi ini menjadi kesempatan bagi kerajaan Portugal dengan bekerjasama dengan Mereka menggaet beberapa kerajaan kristen lain. Beberapa wilayah muslim berhasil mereka kuasai, bahkan meneruskannya sampai ke sebelah barat kota Sevilla. Ancaman dan bahaya semakin mencekam.

15 tahun Yaqub bin Yusuf memimpin Dinasti Muwahhidun, ia mengukir banyak pencapaian. Di Maroko ia berhasil menebarkan tauhid dan menegakkan syariat Islam dengan cara yang santun. Masa kepemimpinannya dianggap sebagai masa keemasan Dinasti Muwahhidun.

Sementara di masa itu Dinasti Abbasiyah masih berkuasa, Dinasti Muwahhidun mampu menguasai negara yang tak bisa dikuasai Abbasiyah. Dinasti Muwahiddun di masa memiliki pasukan yang kuat dan terlatih dan pilih tanding. Benar saja, karena Dinasti Muwahhidun sangat meperhatikan kekuatan militernya dengan sengaja membangun asrama militer untuk melatih anggota-anggota militernya.

Puncak kekuatan militernya berada pada suku Musadamah di Maroko, lalu suku-suku Shanhaja, dan Zanata yang semuanya sudah takluk pada pemerintahan Dinasti Muwahhidun. Ditambah juga suku al-Hilal dari bangsa Arab, dan juga kekuatan lain di Andalusia. Karena terdiri dari beberapa suku, justru perpecahan rentan terjadi. Sehingga dibutuhkan pemimpin yang kuat untuk mengampu pasukan militer ini.

Baca Juga :  Zaragoza: Jantung Utama Perdagangan Internasional Muslim Spanyol

*dikelola dari kitab Qisshoh al-Andalus min al-Fath ila as-Suquth karya Dr. Raghib as-Sirjani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here