Kekhalifahan Demak Bukan di Bawah Kekuasaan Turki Ustmani Seperti Klaim Film JKDN

0
883

BincangSyariah.Com – Pasca wafatnya Sunan Ampel, para Wali berkumpul di teras masjdi Demak utk memusyawarahkan sesuatu yang sangat penting dan merupakan kewajiban bagi umat Islam, yaitu mengangkat seorang pemimpin bagi komunitas umat Islam (nashbul imamah).

Raden Paku (Sunan Giri), salah satu Dewan Wali, mengusulkan Raden Fatah. “Saya kira, diantara kita semua yang hadir di sini tidak ada yang lebih pantas dan patut dijadikan sebagai khalifah sekaligus pemimpin bagi umat Islam kecuali Raden Fattah,” kata Raden Paku. (Abi Fadhal, Ahlal Musamarah, hal. 47)

Semua wali yang hadir menyetujui usulan Raden Paku dan saat itu juga membaiat Raden Fatah menjadi khalifah bagi seluruh umat Islam di tanah Jawa. Para Wali bertindak sebagai “Ahlul Halli wal Aqdi”

Pilihan Raden Paku sangat tepat. Secara garis keturunan, Raden Fatah adalah anak Raja Majapahit Brawijaya V dari selir putri China. Sejak kecil ia diasuh, dididik, dan diajari ilmu politik dan pemerintahan oleh ayah tirinya seorang penguasa Palembang, Ario Damar/Ario Dillah. Ia juga digembleng dan dibekali langsung ilmu syariat, tarekat, dan hakikat oleh mursyid sekaligus guru spiritual, yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Justru Wali Songo yang mendirikan kekhalifahan islam pertama di tanah Jawa ini dengan Raden Fattah sebagai khalifah pertamanya.

Jadi, kalau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengklaim ada jejak khilafah di Nusantara (JKDN) ini, ada benarnya juga. Namun, khalifah yang dimaksud di sini bukanlah seperti yang diimajinasikan orang-orang HTI, yaitu seorang pemimpin bagi sebuah imperium Islam (pemimpin umat Islam dunia)

Khalifah di sini, sebagaimana dipahami umat Islam generasi awal (Khulafau Rasyidun), adalah pemimpin atau pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW, bukan sebuah sistem politik.

Baca Juga :  Mufasir yang Menyusun Tafsir dalam Bentuk Syair (Nazham)

Dalam sejarahnya Demak merupakan kerajaan Islam pertama di tanah Jawa ini dan bukan bagian dari dinasti Utsmaniyyah Turki. Mungkin hanya orang-orang yang berwatak inlander sekaligus problem inferiority complex yang akan mengatakan bahwa Demak adalah bagian dari kekuasaan Turki Utsmani.

Penguasa Demak adalah keturunan raja yang mengusir dan memotong telinga tentara Mongol yang hendak menjajah negeri ini. Bukan keturunan bangsa yang hancur luluh lantak disapu pasukan Kubilai Khan itu. Ingat dan catat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here