Keistimewaan Ramadan di Mata Nabi dan Cara Beliau Mengisinya

0
341

BincangSyariah.Com – Ramadan merupakan bulan mulia yang memiliki keistimewaan tersendiri di mata Nabi Muhammad saw. Keistimewaannya terletak pada potensi bulan tersebut dalam memberikan semangat kepada umat beliau untuk meningkatkan kebaikan serta meminimalisasi keburukan yang biasa mereka lakukan pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar, dan pintu-pintu neraka ditutup secara rapat, sedangkan para setan yang biasa menggoda manusia untuk melakukan keburukan dibelenggu oleh Allah Swt.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ » (رواه الترمذي)

Yang artinya: Dari sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “jika datang malam pertama bulan Ramadan, maka setan-setan dan jin-jin pembangkang dibelenggu (oleh Allah Swt), dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, tak ada satupun pintunya yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka (lebar-lebar), tak ada satupun pintunya yang tertutup, kemudian salah satu malaikat menyeru “wahai pemburu kebaikan datanglah, dan pelaku keburukan kurangilah, dan pada setiap malam di bulan tersebut Allah Swt membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa api neraka” (HR. Tirmidzi).

Selain potensi yang dijelaskan dalam hadis di atas, Ramadan juga memiliki potensi menjadi salah satu medium penghapus dosa-dosa ringan jika ia diisi secara benar oleh mereka yang mendapatinya.

Rasulullah saw bersabda:

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ ». (رواه مسلم)

Baca Juga :  Kisah Perempuan Yahudi Beri Tahu Aisyah Mengenai Azab Kubur

Yang artinya: dari Sahabat Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda “salat lima waktu, Jumat ke Jumat setelahnya, serta Ramadan ke Ramadan setelahnya, menjadi penghapus dosa selama dosa-dosa besar ditinggalkan” (HR. Muslim).

Lebih lanjut, Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri di mata Nabi Muhammad saw karena keberadaan puasa wajib di dalamnya. Puasa sebagai sebuah ibadah yang diperintahkan Allah Swt memiliki keistimewaan dari ibadah lainnya karena pahala bagi yang melaksanakannya merupakan hak mutlak Allah Swt. Seseorang berpuasa atau tidak, hanyalah Allah Swt yang mengetahui. Siapapun bisa saja mengaku berpuasa kepada orang banyak melalui ucapannya meskipun ia tak berpuasa, tapi kedustaan tersebut tak berlaku di hadapan Allah Swt.

Allah Swt berfirman dalam sebuah hadis qudsi:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ وَأَبِى سَعِيدٍ – رضى الله عنهما – قَالاَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ إِنَّ الصَّوْمَ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِه (رواه مسلم)

Yang artinya: diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Said, bahwasannya Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya Allah Swt berfirman (dalam sebuah hadis qudsi) “Puasa adalah ibadah yang diperuntukkan untukku, dan akulah yang akan membalasnya” (HR. Muslim)

Selanjutnya, bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri di mata Nabi Muhammad saw karena keberadaan qiyamullail Ramadan yang memiliki nilai istimewa tersendiri dibandingkan qiyamullail di bulan-bulan lainnya. Ia bisa menjadi penghapus dosa-dosa ringan yang dilakukan seseorang di masa lalu, jika dilaksanakan dengan landasan keimanan dan keikhlasan karena Allah Swt.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » رواه البخاري

Baca Juga :  Keistimewaan Memperbanyak Membaca Al Qur’an di Bulan Ramadan

Yang artinya: diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda “siapa yang melaksanakan qiyamullail di bulan Ramadan dengan landasan keimanan dan keikhlasan karena Allah Swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari).

Dengan keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya, tak heran jika Nabi Muhammad saw mengistimewakannya dengan cara mengisinya dengan kebaikan-kebaikan yang berlipat-lipat ganda dibandingkan dengan kebaikan beliau di bulan-bulan lainnya.

Jika beliau dikenal sebagai orang yang sangat rajin dalam beribadah pada bulan-bulan selain Ramadan, maka ibadah beliau di bulan Ramadan bisa berlipat-lipat dari kebiasaannya beribadah pada bulan lain. Jika beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan pada bulan-bulan lain selain Ramadan, maka pada bulan Ramadan kebaikannya dan kedermawanannya diibaratkan melebihi hembusan angin rahmat yang diembuskan Allah Swt ketika menurunkan hujan (al-rih al-mursalah).

Diriwayatkan dalam sebuah hadis,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ سَنَةٍ فِى رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ. رواه البخاري

Yang artinya: diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abbas “Nabi Muhammad saw adalah orang yang paling dermawan, dan puncak kedermawanannya terlihat pada saat bulan Ramadan ketika Malaikat Jibril menemuinya, dan Jibril as senantiasa menemuinya di setiap malam di bulan Ramadan dengan menyodorkan ayat-ayat Alquran kepada beliau, ketika itulah kedermawanannya dalam kebaikan melebihi al-rih al-mursalah (HR. Bukhari).

Dengan dasar riwayat Ibnu Abbas ra di atas, dapat dipahami bahwa Nabi Muhammad saw sangat memuliakan bulan Ramadan, melalui perilaku beliau dalam mengisinya dengan kebaikan-kebaikan yang melebihi kebaikan-kebaikan beliau di bulan-bulan lainnya. Bahkan kebaikan-kebaikan beliau di bulan Ramadan diibaratkan melebihi al-rih al-mursalah yang menyampaikan rahmat Allah Swt ketika hujan turun. Wallahu ‘alam bisshawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here