Keistimewaan Hari Jum’at bagi Santri

0
421

BincangSyariah.Com – Hari Jum’at merupakan hari yang istimewa. Banyak hadis yang menerangkan keistimewaan hari Jum’at. Keistimewaan ini bisa dilihat dari banyaknya amalan yang dilakukan di hari Jum’at akan mendatangkan pahala dan menggugurkan dosa. Seperti salah satu hadis yang diriwayatkan oleh imam At-Thabrani:

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ وَخَطَايَاهُ

“Siapa yang mandi di hari jum’at maka dosa-dosa (yang kecil) dan kesalahan-kesalahannya telah dilebur darinya.” (HR. Thabrani)

Selain hadis di atas, banyak hadis lain yang menerangkan keutamaan hari Jum’at bila dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Bagi para santri, selain keutamaan yang terdapat dalam hadis maupun Al-Qur’an, ada keutamaan lain yang hanya santri dan orang yang pernah nyantri merasakannya. Keutamaan ini ada kaitannya dengan kegiatan santri di pesantren.

Seperti yang telah jamak diketahui orang, kegiatan santri di Pesantren sangat padat dan terjadwal. Pengurus pesantren dengan persetujuan Kiai telah menyusun jadwal aktivitas santri sehari-hari. Mulai dari bangun dini hari untuk salat tahajjud hingga hendak tidur di malam hari. Aktivitasnya tiap hari relatif sama. Seperti sekolah, ngaji kitab kuning, baca al-qur’an, makan, mandi, dan lain-lain. Yang berbeda, hanyalah hari Jum’at.

Hari Jum’at merupakan hari yang spesial bagi santri. Hari-hari yang ditunggu-tunggu. Sebab di hari itulah santri akan merasakan kebahagiaan. Rasa bahagia itu dimulai sejak Kamis sore menjelang azan magrib. Dan biasanya, santri yang tidak kerasan akan betah di hari ini. Apa saja keistimewaan hari Jum’at bagi santri?

Pertama, Hari libur. Pada umumnya pesantren di Indonesia membuat kebijakan hari Jum’at hari libur. Hari libur tentu sangat dinanti oleh seluruh santri. Tidak hanya santri baru, santri lama yang sudah diangkat jadi ustaz juga menanti datangnya hari libur ini. Akibat dari tidak adanya aktivitas belajar mengajar para ustaz maupun santri bisa me-refres pikirannya dengan bersantai. Hari libur ini juga bisa digunakan untuk pulang bagi santri yang memiliki jatah pulang. Perlu diketahui beberapa pesantren memberi kebijakan pulang bagi santrinya sebulan sekali.

Baca Juga :  Kaum Nabi Hud, Kota Iram dan Wilayah al-Ahqaf (Yaman)

Kedua, waktu senggang (luang) lebih lama. Akibat dari liburnya kegiatan belajar mengajar menyebabkan para santri memiliki waktu luang lebih lama. Waktu senggang atau luang ini bisa digunakan sesuai keinginan santri. Jika suka berolahraga, ia bisa berolahraga sepuasnya. Jika suka bermain, ia bisa bermain  permainan yang diperbolehkan. Bila tidak mau olahraga ataupun bermain, waktu senggang itu bisa digunakan tidur sepuasnya.

Ketiga, jadwal kunjung orang tua. Kunjungan orang tua bagi santri adalah keharusan. Ia akan menggerutu bila di waktu kunjung ternyata orang tuanya tidak hadir. Waktu kunjung santri yang satu dengan yang lain bisa berbeda-beda. Ada yang setiap bulan, tiap setengah bulan, bahkan ada yang tiap minggu. Tergantung orang tua masing-masing. Yang pasti pesantren waktu kunjung itu adalah hari Jum’at.

Ada banyak sebab mengapa para santri senang bila orang tuanya berkunjung. Diantaranya karena ia bisa bertemu dengan orang tuanya. Selain itu orang tuanya pasti akan memberikan sejumlah uang untuk biaya hidup selama beberapa hari. Bahkan kebanyakan orang tua akan membawa oleh-oleh  seperti nasi, snack, dan lain-lain. Bila hal ini terjadi, santri yang sekamar dengan santri yang dikunjungi juga akan kenak imbasnya. Semisal diajak makan, dikasih snack, dan lain-lain.

Inilah mengapa hari Jum’at sangat istimewa bagi santri. Terlepas dari hal di atas, tentu mereka akan banyak mengisinya dengan beribadah.

Waallahu ta’ala a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here