Kedermawanan Shafiyyah binti Abi Ubaid; Istri Abdullah bin Umar

0
864

BincangSyariah.Com – Dalam kalangan para sahabat dikenal istilah sahabat Abadilah. Mereka adalah Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Amr bin Ash. Empat sahabat ini dikenal sebagai sahabat yang wafatnya akhir. Mereka mempunyai istri sangat luar biasa yang berasal dari kalangan para sahabat perempuan, salah satunya Abdullah bin Umar. Beliau termasuk sahabat yang gerak geriknya sangat mirip dengan Rasulullah. Bahkan para generasi selanjutnya yang ingin mengetahui gerak-gerik Rasulullah mereka akan memperhatikan Abdullah bin Umar khususnya dalam hal ibadah. Kehidupannya banyak memberikan sisi pelajaran positif bagi kerabat dekat beliau khususnya sang istri Shafiyyah binti Abi Ubaid.

Shafiyyah merupakan perempuan mulia di kalangan sahabat. Beliau banyak berguru dengan para sahabat perempuan untuk meriwayatkan hadis nabi. Dalam kitab Tahdzibul Kamal disebutkan mengenai guru perempuan Shafiyyah diantaranya Aisyah binti As-Shiddiq, Hafsah binti Umar dan Ummu Salamah. Beberapa Tabi’in juga meriwayatkan darinya. Mereka adalah Salim bin Abdillah bin Umar, Nafi’ budak Ibn Umar, Abdullah bin Dinar, Abdullah bin Shafwan dan Musa bin Uqbah. Dalam kitab Ats Tsiqat disebutkan mengenai tingkatan periwayat hadis ini. Beliau tergolong periwayat yang tsiqoh. (Baca: Abdullah bin Umar bin Khattab: Putra Khalifah yang Menolak Kekuasaan)

Shafiyyah masuk Islam pada masa Rasulullah dan diangkat oleh Umar sebagai panglima pada tahun 13 H kemudian dikirimkan dalam pasukan besar ke wilayah Irak. Shafiyyah termasuk salah satu pasukan Islam berpengaruh di dalamnya.

Shafiyyah adalah sosok istri istimewa yang membantu suaminya konsisten dalam ketaatan dan ketakwaan. Pernikahannya berlangsung pada tahun 16 H masa khalifah Umar bin Khattab. Dalam pernikahannya Umar memberikan 400 dirham kemudian ditambah lagi 200 dirham oleh Ibnu Umar. Banyak sahabat yang hadir dalam acara pernikahannya terlebih saat itu kaum muslim banyak memperoleh harta ghanimah dari kemenangan perjuangan Islam. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai lima putra dan dua putri. Mereka adalah Abu Bakar, Abu Ubaidah, Waqid, Abdullah, Umar, Hafsah dan Saudah. Beliau selalu mendidik putra putrinya agar senantiasa mengikuti pedoman keluarganya.

Baca Juga :  Hadis-hadis tentang Larangan Meratapi Orang Mati

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan mengenai keutamaan Ibnu Umar :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ كَأَنَّ فِي يَدِي قِطْعَةَ إِسْتَبْرَقٍ ، وَلَيْسَ مَكَانٌ أُرِيدُ مِنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ طَارَتْ إِلَيْهِ ، قَالَ فَقَصَصْتُهُ عَلَى حَفْصَةَ ، فَقَصَّتْهُ حَفْصَةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَرَى عَبْدَ اللهِ رَجُلاً صَالِحًا.

Dari Ibn Umar dia berkata: Aku bermimpi seakan-akan ditanganku ada seutas kain sutra. Dan tidaklah suatu tempat yang aku inginkan di surga, kecuali aku yang dapat melihatnya. Dia berkata : lalu aku menceritakannya kepada Hafsah, kemudian Hafsah menceritakannya lagi kepada nabi. Maka nabi bersabda : Aku melihat Abdullah adalah lekaki yang shalih.” (H.R Muslim)

Keluarganya lahir sebagai generasi teladan penerus Rasulullah. Banyak cerita menarik dari keluarga mereka. Dalam kitab Nisa’ Min Asr Attabi’in disebutkan bahwa suatu ketika Ibnu Umar jatuh sakit dan menginginkan anggur. Kemudian beliau meminta istrinya untuk membelikannya. Ketika Shafiyyah pulang dan hendak masuk ke dalam rumah kemudian seorang pengemis datang . Ibnu Umar berkata : “Berikan anggur tersebut kepada pengemis.” Kemudian diberikah anggur tersebut pada pengemis itu. Ibnu Umar meminta istrinya untuk membeli anggur lagi dan terjadi dengan hal yang sama sampai tiga kali.. Shafiyyah berkata pada pengemis itu “Sungguh demi Allah, apabila engkau kembali lagi, maka kebaikan tidak aku dapatkan.” Kemudian Ibnu Umar memberikan satu dirham kembali dan pengemis tidak mengikuti Shafiyyah kembali sehingga suaminya bisa makan anggur tersebut.

Suatu hari Ibnu Umar tinggal di daerah Juhfah (tempat miqat untuk memulai ihram dalam ibadah haji bagi penduduk Syam, Mesir dan wilayah Barat) tiba-tiba beliau merasakan sakit. Beliau berkata: “Aku menginginkan ikan”. Para sahabat mencari ikan tersebut namun mereka hanya mendapatkan satu ikan besar. Istrinya mengambil dan mengolah untuk dimasak. Tiba-tiba orang miskin datang dan meminta makanan. Tak lama kemudian Ibnu Umar meminta istrinya untuk memberikan ikan tersebut. Inilah pelajaran yang diambil dari kepribadian Ibnu Umar. Beliau dikenal sebagai sahabat dermawan. Beliau senantiasa mengajarkan kepada istrinya untuk memberikan sesuatu yang menjadi hak orang-orang fakir.

Baca Juga :  Kisah Nabi Daud Melawan Jalut Versi Barat

Ibnu Umar selalu gemar menginfakkan harta mereka. Beliau adalah sahabat yang diridhai oleh Allah. Sebab, beliau selalu menahan keperluan dirinya untuk diberikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Selain itu, hal ini menjadi pelajaran istrinya untuk selalu bershadaqah dan infaq di jalan Allah.

Dalam kitab Hilyatul Aulia Wa Thabaqat al-Ashfiya disebutkan bahwa Ibnu Umar tidak akan kenyang kecuali beliau mendapati orang yang bisa beliau berikan makanan atau teman makan

Beliau termasuk sahabat yang wafatnya paling akhir di Mekkah pada tahun 73 H. Sedangkan wafat istrinya belum diketahui secara pasti, diceritakan dalam suatu kitab bahwa beliau meninggal saat usianya sudah tua.

Wallahu A’lam Bisshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here