Mengapa Kedatangan Islam Mudah Diterima di Indonesia?

0
759

BincangSyariah.Com – Akulturasi yang paling dominan terjadi terkait kedatangan Islam di Indonesia adalah antara Islam dengan budaya atau tradisi Jawa. Keduanya sama-sama kuat. Islam sebagai agama dan kebudayaan atau tradisi Jawa sebagai laku hidup masyarakatnya.

Di masa silam, sejak berdiri dan kejayaan kerajaan Demak, Pajang hingga Mataram, kebudayaan Jawa yang ada tetap mempertahankan, termasuk yang mengandung tradisi Hindu-Buddha dan Animisme-Dinamisme sebagai produk budaya pra Hindu- Buddha. (Baca: Peran Kiai dalam Akulturasi Jawa-Islam)

Tradisi yang dipertahankan inilah yang kemudian diperkaya dan disesuaikan dengan nilai-nilai Islam. Dahulu, istana kerajaan Pajang dan Mataram yang bernuansa Islam, tapi adat istiadat masih dipertahankan. Gambaran Islam lokal ini terjadi pada masa kerajaan Islam tapi pengaruhnya masih terpatri secara jelas hingga sekarang ini.

Perjumpaan Islam dengan tradisi lokal di Indonesia adalah penyebab utama proses saling menyesuaikan. Islam secara damai memengaruhi akulturasi budaya antara budaya lokal dengan Islam. Keduanya saling mengisi dan mewujudkan budaya baru baik fisik dan non fisik yang perlahan menjadi ciri khas budaya masyarakat Islam Indonesia.

Karena itulah, Islam yang dipahami dan dijalankan oleh orang Jawa secara akan berbeda dengan Islam yang dipahami dan dihayati oleh orang-orang Sunda. Dalam skala yang lebih luas lagi, Islam yang dihayati orang-orang Timur Tengah juga berbeda dengan Islam yang dihayati bangsa Indonesia.

Budaya atau tradisi tidak pernah statis atau berhenti. Tradisi senantiasa berkembang terutama melalui peralihan generasi mendatang yang akan menjadi bagian darinya. Tradisi mentransmisikan nilai, norma, budaya dan jalan hidup. Islam datang dan menyesuaikan.

Bagaimana sebenarnya proses atau sikap Islam dalam menghadapi budaya atau tradisi lokal di Jawa? Ada tiga cara yang dilakukan Islam sehingga mudah diterima masyarakat di Nusantara yang tercantum dalam buku Islam Dinamis Islam Harmonis: Lokalitas, Pluralisme, Terorisme (2011) karya Machasin sebagai berikut:

Baca Juga :  Islam Agama Cinta Menurut Said Ramadhan al-Buthi

Islam menerima dan mengembangkan budaya yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Budaya yang dipilih adalah budaya yang berguna bagi pemuliaan kehidupan umat manusia. Cara atau sikap ini diambil Islam didasari oleh pertimbangan bahwa budaya lokal bermanfaat daan mendukung perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Pemilihan yang sebelumnya dilakukan didukung pula oleh sikap Islam yang menolak tradisi dan unsur-unsur budaya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Sikap kedua ini dikarenakan banyak budaya lokal yang dipandang membahayakan masyarakat lantaran bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Terakhir, Islam membiarkan saja beberapa hal seperti cara berpakaian dan beberapa hal yang berkaitan dengan simbol, bukan subtansial. Sikap ketiga ini diambil karena budaya yang dihadapi Islam tidak membahayakan, tapi juga tidak memberikan manfaat yang berarti untuk masyarakat.

Tak heran, karena tiga cara atau sikap inilah, jika dahulu Islam Indonesia dianggap sebagai Islam pinggiran, kini banyak pemikir Islam di Indonesia yang memiliki reputasi internasional dan mengharapkan Indonesia tampil sebagai pemikir dunia Islam, seperti Fazlur Rahman dan Malik Bennabi.

Harapan ini tak main-main sebab Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia juga mengalami perkembangan demokrasi paling maju di antara negara-negara Muslim. Paling penting, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan memiliki tanah yang subur.

Posisi geografis Indonesia yang jauh dari pusat konflik yaitu Palestina mempunyai nilai ganda. Satu sisi, Islam Indonesia seringkali dinafikan lantaran interaksi yang tidak bisa intern dengan Muslim Timur Tengah, tapi di sisi lain, posisinya yang jauh dari pusat konflik di Timur Tengah membuat Indonesia menjadi negara dengan penduduk mayoritas Islam yang paling stabil di dunia.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here