Ketika Kaum Nasrani Salat di Masjid Nabi

5
3111

BincangSyariah.Com – Syahdan, suatu hari Nabi Muhammad diberitahu akan datangnya delegasi umat Nasrani Najran. Rombongan itu diperkirakan berjumlah enam puluh orang. Mereka sengaja ingin menemui Nabi Muhammad untuk mengajak diskusi atau berdebat tentang persoalan-persoalan teologi (ketuhanan). Ketika utusan kaum Nasrani Najran tiba, Nabi mempersilakan mereka turun di masjid.

Manakala waktu salat mereka tiba, para delegasi itu meminta izin Nabi untuk salat di masjidnya. Para sahabat bekeberatan dengan permintaan mereka itu. Dalam pikiran mereka, orang-orang kafir itu tidak patut melakukan kegiatan ibadah keagamaan di masjid.  Tetapi Nabi justru mengizinkan. Beliau membiarkan mereka salat di masjid. Mereka kemudian salat di sana.

Usai kebaktian, mereka mengajak Nabi berdiskusi. Nabi menyambut mereka dan mempersilakan masjid sebagai tempat diskusi. Beliau menerima ajakan itu dengan lapang dan dan pikiran terbuka. Beliau menanggapi pertanyaan-pertanyaan dan kritik-kritik mereka  dengan cara yang paling santun. Meskipun dalam perdebatan itu mereka kemudian kalah, beliau tidak memaksa mereka masuk Islam, tetapi memberikan mereka kebebasan untuk memilih. Manakala mereka tiba kembali ke negerinya,sebagian di antara mereka masuk Islam. (Ibn Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyyah, II/158; Wahidi dalam Asbab al-Nuzul, h. 66 dan al-Rahiq al-Makhtum, h. 532-533).[]

 

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

Baca Juga :  Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Anjing Betina Milik Orang Munafik

5 KOMENTAR

  1. Wah…
    Dengan riwayat tersebut
    Berarti tidak baik kita melarang non muslim masuk ke rumah ibadah kita ya.. Alhamdulillah

  2. Kalau hanya sementara ,karena tidak ada tempat beribadah bagi mereka maka ga apa apa ,tapi kalau merka ada tempat khusus peribadahan mereka yg jgn lah kita izinkan .sama saja kita memfasilitasi penyembahan kepada Tuhan selain Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here