Kata Mutiara yang Terdapat di Tongkat Nabi Musa

0
1440

BincangSyariah.Com – Nabi Musa adalah nabi yang diutus kepada Bani Israil. Ia diberikan mukjizat berupa tongkat. Dalam menyebarkan dakwahnya, Nabi Musa mendapatkan tantangan yang sangat berat, karena ia menghadapi Firaun, raja yang zalim dan mengaku sebagai tuhan. (Baca: Sembilan Mukjizat Nabi Musa)

Allah berfirman:

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَظَلَمُوا۟ بِهَا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

Artinya:

Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. Al-A’raf 103)

Nabi Musa memiliki sebuah tongkat ajaib. Nabi Musa menggunakan tongkat tersebut untuk melawan ahli sihir Firaun. Nabi Musa diserang oleh ular-ular ahli sihir Firaun. Kemudian Allah memerintahkan Nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya, sehingga tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular yang lebih besar dan membunuh ular-ular ahli sihir Firaun. Tongkat tersebut juga digunakan oleh Nabi Musa untuk membelah laut, ketika ia dikejar oleh tentara Fir’aun.

Berkaitan dengan tongkat Nabi Musa, perlu kita ketahui bahwa tongkat tersebut itu tertulis sebuah kata mutiara, yang patut kita  renungkan. Syaikh Nawawi Al- Bantani dalam kitab Madarijus Shu’ud ila Iktisa’il Burud, (Juz. 1 Hlm. 33) menjelaskan bahwa di tongkat Nabi Musa tertulis:

كل سلطان لا يعدل في سلطانه هو وفرعون سواء وكل عالم لا يعمل بعلمه هو وإبليس سواء وكل غني لا ينتفع بماله هو وقارون سواء وكل فقير لا يصبر على فقره هو والكلب سواء

Setiap penguasa yang tidak adil dalam kekuasaannya tiada bedanya dengan Firaun. Setiap ulama dan ilmuan yang tidak mengamalkan ilmunya tiada bedanya dengan Iblis. Setiap orang kaya yang tidak bermanfaat hartanya (bagi orang lain dan dirinya) tiada bedanya dengan Qarun. Setiap orang miskin yang tidak sabar atas kemiskinannya tiada bedanya dengan anjing.”

Tulisan yang berada di tongkat Nabi Musa memberi pesan, bahwa penguasa yang tidak adil, otoriter, kejam, dan suka menindas, sama halnya seperti prilaku Firaun. Seharunya penguasaha itu memberikan contoh yang baik pada rakyatnya, berlaku adil, amanah, dan bijaksana dalam menentukan keputusan. Selain itu, seorang yang dianugerahi banyak ilmu (alim) namun ilmunya tidak diamalkan itu mengkhianati pengetahuannya. Dengan modal ilmunya ia merendahkan orang lain, sombong, dan mau menang sendiri. Orang Alim seperti itu tidak beda jauh dengan Iblis.

Baca Juga :  Tujuh Salah Kaprah Berbahasa

Seseorang yang diberi kelapangan rezeki (kaya) namun dengan kekayaan itu tidak menggunakan hartanya dalam jalan yang benar, berfoya-foya, menghamburkan hartanya di jalan maksiat, itu sama halya dengan Qorun, kaya di dunia namun akan bangkut kelak di ahirat. Orang miskin yang tidak sabar diumpakan seperti anjing. Anjing akan patuh kepada tuannya, namun sewaktu-waktu anjing akan menjalurkan lidahnya. Demikian pula orang fakir yang tidak sabar ia akan menyalahkan takdir yang telah ditentukan oleh Allah Swt.

Wallahu A’lam Bissawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here