Kata Imam Sufyan, Niat Menikah Jangan karena Harta dan Jabatan

0
989

BincangSyariah.ComPernikakan adalah prosesi sakral bagi semua orang. Pasangan yang saling mencintai pasti berharap dipersatukan ke jenjang pernikahan. Ada sebuah kisah yang patut kita renungkan sebelum melaksanakan pernikahan. Al-Imam Abu Nuaim al-Ashfani dalam karyanya Hilyatul Auliya’ wa Thabaqatul Asyfiya (juz 7, hlm. 289) mengisahkan nasihat Imam Sufyan bin ‘Uyainah mengenai niat menikah.

Yahya bin Yahya bercerita, “Aku duduk dekat Sufyan bin ‘Uyaiynah. Seorang pria menghampirinya. Ia ingin curhat pada Sufyan bin ‘Uyainah, “Wahai Abu Muhammad, istriku itu selalu menganggapku orang yang paling rendah dan hina. ”

Sufyan pun menundukkan kepalanya sejenak, lalu ia mengangkat kepalanya sambil bertanya, ”Mungkin Anda dulu itu menikah karena ingin derajat dan martabat naik ya?” (Baca: Menikah Sempurnakan Separuh Agama Seseorang, Bagaimanakah Maksudnya?)

Pria itu menjawab, “Benar, Abu Muhammad.” Sufyan memberikan nasihat, “Orang yang (menikah) karena ingin jabatan itu akan ditimpa kerendahan dan kehinaan. Orang yang (menikah) karena mengincar harta itu akan ditimpa kemiskinan. Sementara itu, orang yang (menikah) karena agama itu Allah akan mengumpulkan mertabat dan harta bersama dengan agama.”

Imam Sufyan pun bercerita mengenai pernikahan saudara-saudaranya.

Kami itu empat bersaudara, yaitu Muhammad, Imran, Ibrahim, dan saya. Muhammad adalah kakak tertua di antara kami, sementara Imran adalah yang paling muda di antara kami. Aku adalah anak nomor tiga.

Tatkala Muhammad ingin menikah, ia berniat ingin mendapatkan kedudukan. Ia pun menikahi wanita yang lebih tinggi kedudukannya daripada dia. Akhirnya Allah menimpakan kerendahan padanya.

Imran ingin kaya. Ia pun menikahi wanita yang lebih kaya darinya. Akhirnya Allah memberi kemiskinan kepadanya. Mereka (keluarga istrinya) mengambil harta Imran dan mereka sama sekali tidak memberikan sesuatupun kepadanya. Akupun meneliti kejadian mereka berdua.

Baca Juga :  Mufasir yang Menyusun Tafsir dalam Bentuk Syair (Nazham)

Imam Ma’mar bin Rasyid berkunjung ke kediaman kami.

Akupun bermusyawarah dengannya. Aku ceritakan tentang kejadian yang dialami oleh dua saudaraku. Ia pun mengingatkan hadis riwayat Yahya bin Ja’dah dan ‘Aisyah. Hadis Yahya bin Ja’dah yang dimaksud adalah sabda Nabi Muhammad saw., “Wanita dinikahi karena empat hal, agama, kedudukan, harta, dan kecantikan. Prioritaskan yang mengerti agama jika tidak ingin merugi.”

Sementara itu, hadis Aisyah yang dimaksud adalah sabda Nabi Muhammad saw., “Wanita yang paling banyak berkahnya itu ia yang paling ringan maharnya.”

Aku pun memilih istri yang mengerti agama dan yang ringan maharnya semata-mata mengamalkan sunnah Nabi Muhammad saw. Allah pun memberikanku kedudukan, harta dan agama.”

Wallahu  A’lam Bissawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here