Karya Tafsir yang Menggunakan Model Tanya Jawab

0
2234

BincangSyariah.Com – Tujuan utama sebagian besar mufasir adalah bagaimana memahami Al-Qur’an, dan bagaimana menjadikan umat Islam paham terhadap Al-Qur’an. Hal ini menuntut mereka untuk menyajikan tafsirnya dengan berbagai metode yang dianggap memudahkan bagi pembaca.

Metode tanya jawab ini sebagian kecil dari bukti bahwa para ulama tafsir sangat antusias memberikan pemahaman umat tentang hal-hal terkait Al-Qur’an. Metode seperti ini membantu konsentrasi untuk fokus kepada materi dan memperbaiki sistematika alur berpikir praktis. Berikut ini beberapa mufasir yang secara dominan menggunakan model tanya jawab dalam tafsirnya:

1- Ali bin Isa bin Abdullah ar Rummani (296 H-384 H)

Beliau adalah filosof Mu’tazilah yang alim di bidang fiqih, nahwu, tafsir, ilmu kalam dan ilmu falak. Beliau belajar nahwu kepada Imam az-Zajjaj dan Ibnu Siroj. Kemudian ia belajar aqidah kepada Ibnu al-Akhsyid al-Mu’tazili.

Beliau juga guru dari Imam Abu Hayyan at-Tauhidi (penyusun al Imtaa’ wa al Muanasah). Tafsirnya berjudul:

الجامع لعلوم القرآن

al-Jaami’ li ‘Uluum al-Qur’aan

Tafsir ini bercorak falsafi (diwarnai dengan kajian filosofis), kalami mu’tazilah (ilmu kalam yang menggunakan metode berpikir Mu’tazilah). Dalam menjelaskan metode berfikir Mu’tazilah, beliau memakai metode tanya jawab dalam menjelaskan prinsip-prinsip mazhabnya. Tafsir ini juga menjelaskan keserasian antar ayat, juga terkadang nahwu dan Qiro’at al-Qur’an.

Seringkali, Ali bin Isa merujuk ke pendapat tokoh-tokoh Muktazilah khususnya Abu Ali al-Juba’i dan Abdullah bin Ahmad al Balkhi.

2- Muhammad bin Abu Bakar bin Abdul Qodir (666 H)

Seorang ulama multi disipliner, yang menjadi pakar di bidang bahasa, fiqih, tafsir, hadist, sastra dan tasawuf. Terkenal dengan karya beliau “Mukhtar as Shihhah” di bidang kebahasaan. Tafsirnya berjudul

أنموذج جليل في أسئلة وأجوبة من غرائب آي التأويل

Baca Juga :  Inilah Empat Peninggalan Peradaban Islam yang Masih Tersisa di Sevilla Spanyol

Tafsir ini mengandung 1200-an tanya jawab terkait mutasyabih al-Qur’an, i’rob, balaghah, juga diksi-diksi (pilihan kata yang digunakan) pada al-Qur’an, disampaikan secara singkat dan padat. dan diurutkan sesuai urutan mushaf. pertanyaan diawali dengan kalimat: فإن قيل
dan jawabannya dengan kalimat: قلنا

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here