Ghubthatun Nazhir; Buku Biografi Abdul Qadir Jailani Karya Ibnu Hajar yang Tidak Tercetak

0
71

BincangSyariah.Com – Adanya karya tulis para ulama yang tidak tercetak, atau bahkan tidak terlacak keberadaannya saat ini adalah sesuatau yang umum terjadi. Dahulu, belum ada teknologi yang mendukung media penulisan, penyimpanan dan penyalinan sebuah tulisan seperti sekarang. Akibatnya tidak jarang sebagian karya tulis yang telah rampung namun seiring perjalanan waktu naskah tersebut menghilang sebelum sempat disalin dan diperbanyak. Atau boleh jadi naskah dan manuskripnya terlacak tetapi menghadapi kendala tertentu untuk dicetak.

Di antara karya tulis Ibnu Hajar Al-Asqalani yang tidak tercetak adalah sebuah kitab berjudul Ghubthatun Nazhir. Kitab ini merupakan tulisan Ibnu Hajar tentang biografi Syaikh Abdul Qadir Jailani. Biografi seorang Abdul Qadir Jailani memang bukan jenis konten asing dalam khazanah kitab-kitab Islam, setidaknya tidak kurang dari 24 judul kitab dari berbagai ulama yang membahas biografi tokoh besar tasawuf dan fikih Hanbali tersebut. Beberapa ulama besar yang menulis biografi Al-Jailani diantaranya adalah Ibnu Mulaqqin, Mula Ali AL-Qari dan Fairuzzabadi. Meski demikian, luputnya karya serupa buah tangan seorang Ibnu Hajar tentu sesuatu yang sangat disayangkan.

Muhammad Yusuf Zaidan, seorang penulis dan pegiat manuskrip dan naskah asal Mesir  dalam At-Turats Al-Majhul (halaman 318) menyebutkan bahwa Ibnu Hajar Al-Asqalani bahkan memiliki dua karya sekaligus yang sama-sama membahas biografi Al-Jailani. Pertama berjudul Al-Raudhul  Zahir. Kitab ini sama sekali tidak terlacak hingga sekarang. Dan yang kedua berjudul Ghubthatun Nazhir. Kitab ini juga tidak terlacak namun ditemukan manuskrip mukhtashar atau ringkasannya.

Tidak diketahui identitas lengkap penulis atau ornag yang meringkas kitab Ghubthatun Nazhir, kecuali diketahui bahwa orang tersebut memiliki nisbat Al-Maghribi. Manuskrip ini tersimpan di perpustakaan di Rabat, Maroko. Manuskrip tersebut terdiri dari 44 halaman dan telah mengalami kerusakan dibagian tengah dan pinggir. Diperkirakan ringkasan tersebut ditulis tidak jauh setelah abad kesepuluh Hijriah.

Baca Juga :  Pandangan Al-Jilli yang Unik tentang Doktrin Trinitas (Bagian II)

Manuskrip ringkasan kitab ini berisi penjelasan tentang waktu perkiraan kelahiran Al-Jailani, keadaan fisik beliau, rihlah ilimiah, perjalanan ruhaniyat beliau serta guru-guru yang membimbing beliau.

Semoga Allah Swt merahmati Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan Ibnu Hajar Al-Asqalani serta memberikan berkah dari ilmu yang kita peroleh melalui perantara mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here