Karamah Penulis Dalailul Khairat; Jasad Masih Utuh Walau Kuburannya Hampir Satu Abad

2
1605

BincangSyariah.Com – al-Dalilul Khairat merupakan kitab kumpulan selawat yang ditulis oleh Syekh Sulaiman al-Jazuli, ulama asal Maroko. Kitab kumpulan selawat itu banyak diamalkan oleh para santri Nusantara untuk dibaca dan diistiqamahkan. Syekh Yusuf al-Nabhani dalam Jami Karamat al-Auliya (hlm 276), mengutip Syekh Ahamd al-Shawi dalam kitab syarahnya atas shalawāt al-Qutb al-Dardir,  menceritakan latar belakang Syekh Sulaiman al-Jazuli mengarang kitabnya tersebut.

Suatu saat Syekh Sulaiman al-Jazuli pergi ke suatu tempat, dan saat itu waktu shalat tiba. Ia berjalan mencari air untuk berwudhu. Tak berselang lama, ia menemukan sebuah sumur yang mempunyai cukup banyak air. Namun, sumur tersebut tidak memiliki timba. Saat sedang kebingungan, tiba-tiba ada suara gadis memanggil dari ketinggian. “Tuan, Anda siapa?” tanya gadis mungil tersebut penasaran pada Syekh Sulaiman al-Jazuli.

Syekh Sulaiman al-Jazuli pun menjelaskan tentang identitas dirinya. “Anda itu orang hebat, masa sih Anda kebingungan mengeluarkan air dari sumur segitu saja?” sindir gadis tersebut pada Syekh Sulaiman.

Gadis kecil itu pun turun dari ketinggian. Saat sudah mendekat sumur, gadis sakti itu meludah ke dalam sumur. Tak lama kemudian, air sumur itu pun meluber hingga ke permukaan bumi. Syekh Sulaiman al-Jazuli pun berwudhu hingga selesai.

Setelah selesai wudhu, Syek Sulaiman al-Jazuli penasaran terhadap karamah yang dimiliki gadis kecil tersebut sambil bertanya, “Nak, Anda bisa memiliki kelebihan seperti apa resepnya?” “Saya selalu istiqamah membaca selawat, Syekh,” timpal gadis tersebut. Setelah mendengar cerita tersebut, Syekh Sulaiman al-Jazuli bersumpah untuk mengarang kitab kumpulan selawat.

Atas keistiqamahan membaca selawat, khalwat beribadah selama 14 tahun dan mengarang kitab al-Dalailul Khairat, Syekh Muhammad al-Mahdi, ulama asal Fez, Maroko, dalam syarah kitab al-Dalilul Khairat, Mathali‘ul Masarrat, menceritakan karamah Syek Sulaiman al-Jazuli.

Baca Juga :  Mendiskusikan Hadis Tempat Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

Setelah 77 tahun wafat, pemerintah setempat menghendaki makam Syek Sulaiman al-Jazuli dipindah dari Souss ke Marrakesh. Ternyata para petugas kaget, karena jasad Syekh Sulaiman al-Jazuli masih utuh seperti saat awal beliau dikubur. Tidak ada yang berubah sedikit pun dari penampilan beliau saat awal dimakamkan.

Saat menjelang meninggal, Syekh Sulaiman al-Jazuli baru saja dicukur. Sementara, bekas rambut baru dicukur tersebut masih terlihat jelas di mata para pengunjung. Inilah salah satu karamah yang dimiliki Syekh Sulaiman al-Jazuli karena banyak mendekatkan diri pada Allah, dan memiliki istiqamah membaca selawat.

2 KOMENTAR

  1. Terima kasih bnyk bincang syariah, saya sering mengambil artikelnya utk materi pengajian ditempat saya , mohon izinnya yah, semoga bincang syariah tetap abadi dimuka bumi dlm menebar islam rahmatan lialamiin..اللهم صل وسلم على سيدنا محمد واله اجمعين….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here