Ragam Pendapat Ulama Mengenai Kapan Peristiwa Isra Mi’raj Terjadi

1
1385

BincangSyariah.Com – Sebelum membahas masalah ini lebih jauh, pemahaman umum yang tersebar dalam masyarakat tentang waktu terjadinya peristiwa isra Mi’raj adalah pada tanggal 27 bulan Rajab. Namun pada tulisan ini kita akan memaparkan ragam keterangan dan data yang menunjukkan waktu terjadinya peristiwa Isra Mi’raj selain daripada pendapat yang telah familiar tersebut. (Baca: Benarkah Peristiwa Isra Mi’raj Buktikan Allah Bertempat di Langit?)

Waktu terjadinya Isra Mi’raj adalah sesuatu yang jauh dari kesepakatan para ulama karena ada banyak sekali perbedaan keterangan dalam masalah ini. Beberapa keterangan tersebut di antaranya:

Pertama, Isra Mi’raj terjadi satu tahun sebelum Hijrah. Keterangan ini salah satunya disebut oleh Ibn Sa’ad dalam Thabaqat al-Kubra (1/182) bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada malam ketujuhbelas bulan Rabiul Awal satu tahun sebelum Hijrah. Pendapat serupa juga dipilih oleh al-Qusthalany dalam Irsyad al-Sari (6/203). Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (2/209) menyebutkan Isra Mi’raj terjadi tanggal 27 Rabiul akhir satu tahun sebelum hijrah, Imam nawawi mengutip riwayat ini dari al-Ḥarby.

Ibnu katsir dalam tafsirnya (5/42) juga menyebutkan keterangan dari al-Zuhry bahwa Isra Mi’raj terjadi sekitar satu tahun sebelum hijriah.  Ibn Ḥazm juga menyebutkan keterangan serupa bahkan beliau memasukkan keterangan bahwa Isra Mi’raj terjadi sekitar satu tahun sebelum hijriah merupakan ijmak para ulama.  Pendapat pertama ini hanya menyebutkan Tahun terjadinya isra Mi’raj namun tidak ada keterangan yang rinci tentang bulan dan tanggalnya.

Kedua, Isra Mi’raj terjadi satu tahun setengah sebelum hijrah. Keterangan ini disimpulkan dari penjelasan Ibn Qutaibah dalam kitab al-Ma’arif (150-151), Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun, Abu Thalib meninggal saat nabi berusia 49 tahun delapan bulan, Khadijah wafat tiga hari setelah Abu Thalib meninggal, Rasulullah berdakwah ke Thaif tiga hari setelah kematian Khadijah, satu bulan setelahnya baru nabi kembali ke Mekkah, Rasulullah diberangkatkan Isra satu tahun setengah setelahnya saat Nabi berusia sekitar 51 tahun setengah, nabi hijrah saat berusia 53 tahun. Artinya selisih antara Isra’ Mi’raj dan hijrah adalah sekitar satu tahun setengah.

Baca Juga :  Terkait Isra Mi’raj, Apakah yang Berangkat Jasad Nabi Atau Ruh Saja?

Kesimpulan berdasarkan uraian Ibn Qutaibah ini sangat sulit dipastikan karena berasal dari hubungan antar berbagai kejadian dalam hidup Rasulullah Saw, dan berbagai kejadian tersebut nyatanya juga diperselisihkan waktu kejadiannya.

Ketiga, Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab. Pendapat ini  dikutip oleh Ibnu katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah (3/135). Pendapat ini juga dipegang oleh beberapa ulama seperti Ibn al-Atsir, Imam Nawawi, al-Rafi’i, al-Isnawy, al-Adzra’i, dan al-Zarkasyi.

Keempat, Isra Mi’raj terjadi tidak jauh setelah Nabi diangkat menjadi Rasul. Keterangan ini disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (3/480). Keterangan ini juga dikutip oleh Imam Nawawi dalam syarah Muslim bahwa Isra Mi’raj terjadi beberapa bulan setelah kenabian, keterangan waktu yang berdekatan juga disebutkan oleh al-Thabari dalam Tarikh Rusul wa al-Muluk (2/307).

Ada banyak sekali keterangan dan riwayat dalam berbagai kitab para ulama tentang waktu terjadinya Isra Mi’raj. Perbedaan tersebut mencakup perbedaan tahun, bulan dan apalagi tanggal kejadiannya. Selain itu juga sulit membuat pemetaan dan daftar variasi pendapat yang karena dari berbagai keterangan yang dikutip oleh banyak ulama juga memilki perbedaan satu sama lain.

Di Indonesia pendapat bahwa Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab adalah pendapat yang paling populer, bahkan libur nasional sejak lama untuk Isra mi’raj disesuaikan dengan tanggal tersebut. Besar kemungkinan pendapat tersebut banyak dipilih karena disebutkan oleh beberapa ulama besar Syafi’iyah yang kitab mereka banyak dipelajari di Indonesia.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Pada malam tanggal 27 bulan Rajab, atau malam Isra dan Mi’raj, kita dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan memperbanyak ibadah dan dzikir kepada Allah. Di antaranya adalah dengan melakukan shalat sunnah mutlak sebanyak dua belas rakaat dengan melakukan salam setiap dua rakaat. (Baca: Ragam Pendapat Ulama Mengenai Kapan Peristiwa Isra Mi’raj Terjadi) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here