Kante: Pemenggal Bola yang Murah Senyum

0
1038

BincangSyariah.Com – Tenang, fokus, dan sangar dalam memutus aliran bola lawan adalah ciri khas pemain muslim keturunan Mali yang satu ini, namun begitu, dia adalah sosok pemain yang sederhana juga murah senyum terhadap sesama.

N’golo Kante, adalah pemain yang membela negaranya Prancis yang pada partai final dalam perhelatan piala dunia 2018 tahun ini. Tak disangka, pemain berketurunan Mali ini baru bermain di liga professional pada tahun 2014. Tiga tahun kemudian ia meraih juara Premiere League dua kali berturut-turut dengan dua tim yang berbeda. Musim 2015-2016 dengan Leicester City, dan musim setelahnya 2016-2017 dengan Chelsea.

Layaknya singa kecil yang bertemu mangsanya, Kante memotong aliran bola lawan agar tidak terjadi serangan yang mungkin bisa membuahkan gol bagi tim lawan.

N’golo Kante lahir pada 29 Maret 1991. Orangtuanya adalah imigran dari Mali salah satu negara di Afrika Barat. Karena sifat ketahanannya, dia mampu beradaptasi cepat untuk hidup dalam lingkungan yang baru. Kante tumbuh di sebuah flat kecil di Rueil Malmaison, daerah sub-urban kecil dekat dengan Paris ibukota Perancis. Daerah ini memang diketahui memiliki orang terbaik yang melakukan pekerjaan kasar untuk kota besar.

Kante sebagai anak pertama dari empat bersaudara berjuang untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai pemetik sampah. Ia sadar, pekerjaannya ini hanya akan menempatkan keluarganya dalam lingkaran kemiskinan. Kante bermimpi akan membuka jalan kebahagiaan bagi keluarganya kelak.

Pada usia 8 tahun dia memulai karirnya di JS Suresnes di pinggiran barat Paris. Setelah terdaftar dia dinobatkan sebagai pemain terkecil juga terfokus. Walau begitu bukan halangan untuknya menuai berbagai prestasi. Buktinya sebelum 15 tahun Kante sudah masuk dalam skuat regular U-18 tim senior, seperti dilansir situs FourFourTwo.com “Di mana saya menyadari segalanya begitu gila adalah saat saya berada di tim U-19,” mantan rekannya di tim muda, Francois Lemoine berkata pada So Foot. “Satu hari, N’Golo datang dengan permainannya. Ia sangat kecil, dan pemain-pemain di sekitarnya berusia lima tahun lebih tua. Kami bermain menghadapi Gennervillliers, sebuah tim lokal. Ia masuk 10 menit menjelang pertandingan usai dan memberikan penderitaan bagi semua orang. Dari saat itu, ia terus bermain bersama kami sepanjang waktu.”

Baca Juga :  Aneka Model Pakaian Nabi (Bagian 2)

Kesederhanaan Kante memang sudah ada sejak ia lahir. Pengalaman dan lingkungan menjadikannya pemain yang rendah hati. Sikapnya menjadikan ia pemain terbaik dalam posisinya saat ini. “N’Golo tidak pernah ingin menjadi seorang bintang besar dan bahkan sekarang saya tahu ia sama sekali tidak peduli dengan menjadi terkenal,” ucap Vandenabeele.“Ia hanya ingin menjadi yang terbaik sekuat tenaga.”

Selain rendah hati, Kante juga kalem dan pendiam. Mantan rekannya di Boulogne, Cedric Fabien, menegaskan hal ini dalam percakapan dengan FourFourTwo. “Saya berbicara dengannya setiap hari,” ucap Fabien. “Saya akan bertanya padanya, ‘Apa kabar?’ jawabannya selalu sama: ‘Saya baik-baik saja,’ ucapnya. Ia sangat sangat tenang, sosok yang hebat, dan tidak banyak berbicara –ini adalah mentalitas yang bagus.”

Kante dikenal tidak terlalu sering berpesta. Ia lebih senang sendiri. sebagaimana dikatakan oleh Tomaz Bzymek, mantan pelatih Kante di Tim FC Suresnes. Kante menghabiskan waktunya untuk belajar. Ketika di Boulogne ia memperoleh gelar bidang akuntansi.

Kesederhanaan Kante juga telihat dari kendaraannya yang digunakannya. Di Caen, klub di mana ia menghabiskan dua musim sebelum bergabung dengan Leicester.

Kante datang ke latihan dengan menggunakan skuter. Padahal saat itu saat rekan setimnya membawa Ferrari. Itu pun dibeli Kante karena ia diomeli ibunya. Sebagaimana dikatakan mantan pelatihnya, Piotr Wojtyna.

Itulah yang membuat Kante dikagumi banyak orang. Sampai-sampai ketika ia berlatih di Suresnes, lebih dari 50 orang –belum termasuk keluarga dari anak-anak yang sudah bermain- dari Rueil-Malmaison datang hanya untuk menyaksikan Kante bermain. Ia memiliki daya tarik lebih dari sekedar bermain bola.

Tulisan ini disarikan dari situs: lifebogger.com dan www.fourfourtwo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here