Kalam Hikmah Sufi: Allah itu Selalu Bersama Para Pecinta yang Tulus

4
23

BincangSyariah.Com – Syekh Al-Imam Ahmad  Ar-Rifa’i dalam karyanya Halatu Ahli Al-Haqiqati Ma’allahi Ta’ala (Juz, 1 Hlm. 29) mengenai kalam hikmah sufi bahwa Allah itu selalu bersama orang-orang yang mencintai-Nya secara sungguh-sungguh. Ia berkata:

الله معهم أينما كانوا

Allah bersama mereka di manapun berada.

Terkait kalam hikmah di atas, Imam Ar-Rifa’i mengulas kisah tentang Dzun Nun Al-Mishri. Pada suatu hari Dzun Nun Al-Mishri berjalan di pinggir sungai Nil. Ketika itu Dzun Nun Al-Mishri bertemu dengan seorang wanita yang masih muda dan cantik rupawan. Wanita itu  ingin melihat keindahan sungai Nil. Sungai Nil pada waktu itu ombaknya sangat besar, lalu wanita itu berkata: “Wahai Tuhanku, Engkau Maha Melihat apa yang sedang aku lakukan.” lalu Dzun Nun Al-Mishri berkata: “Mbak, apakah Anda sedang mengeluh kepada Allah, sedangkan Allah itu Maha Tahu kebaikan dan keburukan.

Wanita itu menjawab: “Wahai Dzun Nun, apabila engkau dianugerahi nikmat  maka bersyukurlah kepada Allah, dan apabila engkau marah maka Allah akan marah juga.” Dzun Nun Al-Mishri terkejut dengan ucapan wanita asing itu, “Dari mana engkau tau namaku sedangkan engkau tidak pernah bertemuku sebelumnya.” Wanita asing itu menjawab: “Saya mengenalmu dengan cahaya makrifat yang dianugerahi oleh Allah Yang Maha Perkasa.” Dzun Nun bertanya pada wanita asing itu apakah engkau tidak merasa bosan saat engkau sendirian? Wanita asing itu berkata:

 لا والذي نوَّر قلبي بنور معرفته، ما سكن قلبي قطّ إلى غيره،فإنه مؤنسُ الأبرار في الخلوات، وصاحبُ الغرباء في الفلوات

Tidak! Demi Dzat yang menerangi hatiku dengan cahaya pengenalan-Nya. Hatiku sama sekali tidak tenang kepada selain-Nya, karena sesungguhnya cahaya pengenalan-Nya merupakan kesenangan bagi orang-orang yang baik dalam kesendirian, dan merupakan teman bagi orang-orang terasing dalam padang pasir.

Pada suatu hari yang lain, Dzun Nun Al-Mishri berjalan menuju perkebunan. Ketika itu ia bertemu dengan tukang pencari rumput. Dzun Nun Al-Mishri mengucapkan salam padanya lalu ia menjawab salam. Dzun Nun Al-Mishri pun bertanya, “Dari mana engkau wahai pemuda?” ia menjawab, “Saya dari kota Mesir.” “Hendak ke mana engkau wahai tuan?” Kata si pemuda itu pada Dzun Nun.

Dzun Nun Al-Mishri Menjawab: “Saya mencari kesenangan bersama Tuhanku.” Lalu si pemuda berpesan kepada Dzun Nun Al-Mishri dengan ungkapan yang sangat bijak:

 اترك الدنيا والعُقبى، يصح لك الطلب

Tinggalkanlah (glamor) duniawi dan balasan akhirat, maka itulah hakikat pencarianmu.

Dari kalamh hikmah sufi ini kita mengetahui bahwa mereka itu sudah tidak butuh lagi pada hal-hal duniawi. Artinya, sekalipun ia kaya, duniawi yang dimiliknya tidak melekat di dalam hatinya. Hanya Allah yang ada di hatinya. Bahkan mereka pun tak mengharapkan balasan akhirat. Yang mereka inginkan itu hanyalah keridhaan Allah.

Wallahu A’lam Bissawab.

100%

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here