Kajian Rumahan; Tiga Jenis Hidayah dan Bekal yang Diberi Allah untuk Mendapatkannya

0
909

BincangSyariah.Com – Setiap hamba Allah pasti selalu berharap agar dilimpahkan hidayah dalam hati agar mampu menjalani hidup sesuai ridha dan ajaran-Nya.

Sebab hidayah adalah petunjuk dalam kehidupan yang mengarahkan seseorang mencapai tujuan hidup, baik di dunia dan akhirat. Apapun pekerjaan dan latar belakang orang tersebut.

Pada dasarnya, Allah selalu memberikan hidayah kepada seluruh makhluk-Nya. Hanya saja hidayah tersebut diberikan dalam bentuk dan tingkatan yang berbeda-beda. Tergantung bagaimana cara hamba tersebut memahami hidayah tersebut.

Menurut Ustad taufiqurahman, Dekan Fakultas Dakwah institut PTIQ Jakarta, setidaknya ada tiga jenis hidayah yang diberikan Allah Swt kepada para hamba-Nya, di antaranya;

Pertama. Hidayah umum, untuk semua makhluk baik itu manusia, hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya.

Kedua. Hidayah menengah, yaitu petunjuk yang sudah diterima manusia, namun kita belum paham esensi dan maknanya (misal: shalat sekadar shalat)

Ketiga. Hidayah tertinggi, yaitu petunjuk yang kita pahami dan perdalam maknanya.

Karena hidayah itu bertingkat-tingkat, maka Allah selalu menganjurkan agar hamba-Nya berdoa agar selalu diberi kemampuan dalam memahami hidayah tertinggi yang diberikan-Nya.

“Jika risalah wahyu sudah turun, mengapa setiap shalat kita tetap membaca “ihdinas siratal mustaqim”(Yallah, Tunjukanlah aku jalan yang lurus)?,” ujar Ustad kelahiran Tegal 2 Maret 1970 itu dalam acara Kajian Rumahan yang diadakan rutin di Bintaro.

Menurutnya, firman Allah dalam QS. Al-Fatihah ayat ke 5 ini menjelaskan bahwa hidayah itu bertingkat-tingkat, sehingga Allah perintahkan umat Islam berdoa meminta supaya diantarkan menuju petunjuk Allah yang lebih tinggi lagi.

Karena itu untuk menangkap dan memahami hidayah tersebut, ada empat bekal yang diberikan oleh Allah kepada umat-Nya. Semuanya harus digunakan agar hidayah dapat diterima secara utuh, diurutkan dari yang paling rendah hingga tinggi:

Baca Juga :  Kajian Rumahan: Beragamalah dengan Riang Gembira, Karena Islam Itu Kabar Gembira

Pertama, firasat / insting.

Kedua, indera.

Ketiga, akal / sains.

Empat, risalah wahyu sebagai petunjuk tertinggi.

Keempat hidayah ini, jelas Ustad yang mendapatkan gelar Master of Arts (MA) dari Universitas Al-Azhar Kairo itu, harus ditempatkan secara proporsional dan tidak perlu dipertentangkan.

“Karena akal & sains menjelaskan hal-hal yang empiris dan rasional, sementara risalah wahyu menjelaskan hal-hal dengan dimensi suprarasional (melebihi akal),” ujar ustad yang pernah menjadi Penafsir Al-Qur’an terbaik ke 7 pada MHQ Internasional di Kairo Mesir tahun 1996, itu.

Sebagai informasi, Kajian Rumahan adalah kajian keislaman dengan konsep homey yang diinisisi oleh masyarakat urban di suatu kompleks perumahan di kawasan Bintaro, yang bekerjasama dengan cariustadz.id, platform layanan untuk mencari ustadz yang dikelola oleh Yayasan Pusat Study Quran (PSQ) asuhan Prof. Quraish Shihab. Platform ini diluncurkan guna memudahkan masyarakat urban dan perkotaan mencari ustadz yang kompeten dan ramah untuk beragam kegiatan keagamaan, kajian keluarga, aqiqah, pernikahan dan pengajian rutin.

*Artikel ini dinarasikan dari catatan Kajian Rumahan pada tanggal 13 Juni 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here