K.H. Ahmad Dahlan: Pelopor Gerakan Modern Islam

0
1058

BincangSyariah.Com – Di bulan ini, tepatnya pada tanggal 18 November, Muhammadiyah akan genap berumur 106 tahun. Di umur yang telah lewat satu abad, Muhammadiyah telah menjadi salah satu organisasi Islam paling besar dan sangat berpengaruh di Indonesia. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran pendiri organisasi ini, K.H. Ahmad Dahlan. Tulisan ini hendak mengulas biografi dan kiprah K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah.

Ahmad Dahlan lahir pada tahun 1868 dengan nama Muhammad Darwisy dari pasangan KH. Abu Bakar dan Nyai Abu Bakar. Sebagai Imam Khatib Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta, K.H. Abu Bakar adalah tokoh agama yang disegani. Karena ketokohan ayahnya ini, Darwisy kecil sedari kecil telah berada dalam lingkaran keraton. Muhammad Darwisy adalah anak keempat dari tujuh bersaudara. Ia dan adik bungsunya adalah dua anak laki-laki di antara saudara-saudaranya yang perempuan. Pergumulan Darwisy dengan saudara-saudara perempuannya ini turut memupuk kepribadiannya.

Sebagaimana latar belakang keluarga di atas, pendidikan Muhammad Darwisy dapat dipastikan berada di lingkungan yang agamis dan dalam keadaan ekonomi cukup. Oleh karena itu di usianya yang masih remaja, 15 tahun, Muhammad Darwisy telah pergi haji dan melanjutkan belajar agama di Mekah selama lima tahun (1883-1888). Saat inilah Darwisy tidak hanya bergumul dengan ilmu-ilmu Islam klasik, tetapi juga mulai mengenal para pemikiran pembaharu seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyyah.

Tepat di usianya ke-20 tahun (1888), Darwisy kembali ke kampung halaman. Sesuai dengan kebiasaan orang Indonesia pada saat itu, Haji Ahmad Dahlan menjadi nama baru pengganti nama kecilnya. Sepulang dari Mekkah inilah, K.H. Ahmad Dahlan mulai dipercaya menjadi Khatib Amin di lingkungan Kesultanan Yogyakarta. Selang di tahun 1902-1904, K.H. Ahmad Dahlan kembali ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan memperdalam kembali ilmu agama.

Baca Juga :  Kontribusi K.H. Hasyim Asy’ari terhadap Pengembangan Kajian Hadis di Indonesia

Sekembalinya dari menunaikan ibadah haji, usia 36 tahun sudah dirasa cukup untuk memulai bahtera rumah tangga. KH. Ahmad Dahlan melabuhkan cintanya pada Siti Walidah, saudara sepupu putri dari KH. Fadhil. K.H. Ahmad Dahlan sangat mendukung aktivitas istirnya tersebut, sehingga Nyai Dahlan turut berkiprah di kancah pergerakan perempuan dengan mendirikan Aisyiyah.

Pergumulannya K.H. Ahmad Dahlan di organisasi Budi Utomo sejak tahun 1909 menjadikannya sebagai seorang yang cakap dalam memimpin dan menggerakkan orang lain. Berkat dorongan dari kawan-kawan Budi Utomo, KH. Ahmad Dahlan kemudian mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912/ 8 Zulhijjah 1330 H. Organisasi ini menjadi salah satu pelopor organisasi pergerakan Islam untuk memajukan pendidikan dan kemasyarakatan.

Khusus di bidang pendidikan, K.H. Ahmad Dahlan melakukan reformasi sistem pendidikan agama Islam pada zaman itu. Dengan sistem klasikal yang berjenjang, metode yang efektif, dan kurikulum yang jelas, KH. Ahmad Dahlan mulai mendirikan sekolah-sekolah agama dengan menambahkan pelajaran umum dan bahasa Belanda. Sebaliknya, K.H. Ahmad Dahlan juga menjadi pelopor memasukkan pelajaran-pelajaran agama di sekolah-sekolah umum. Di masa kepemimpinannya  yang relatif singkat, tahun 1912-1922,  K.H. Ahmad Dahlan telah banyak mendirikan sekolah, masjid, langgar, rumah sakit, poliklinik, dan rumah yatim piatu.

Hingga saat ini, Muhammadiyah telah menjadi organisasi besar dengan kemandirian dan amal usaha yang sangat besar. Profesionalitas dan kecakapan manajerial organisasi seperti Muhammadiyyah perlu ditiru organisasi lain. Inilah yang menjadi kunci bagi sebuah organisasi Islam, Muhammadiyyah, menjadi organisasi yang sangat berpengaruh di Indonesia.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here