Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad

0
61

BincangSyariah.Com – Berbicara perihal pakaian, banyak sekali model dan jenis pakaian yang populer dan berkembang  di era milenial sekarang. Di masa Nabi Saw. pun diketahui ada beragam jenis pakaian yang digunakan. Berikut ini jenis pakaian di masa Nabi Muhammad Saw. yang dapat kita ketahui:

Pertama, al-Izar (kain penutup badan atau sarung).

Al-Izar merupakan salah satu jenis pakaian yang ada di masa Nabi Saw. Imam Ibnu Mandzur mendefinisikan al-Izar sebagai al-Milhafah yakni kain penutup badan. Ada juga sebagian kecil pendapat yang mengatakan al-Izar adalah segala sesuatu yang dapat menutupi badanmu. (Muhammad bin Faris al-Jamil, al-Libas fi Ashrir Rasul, hal 40-41)

Namun, ada tidak sedikit yang menyebut al-Izar bermakna penutup badan bagian bawah. Dalam hal ini al-Izar lebih cocok diarahkan kepada sarung. Dalam hadis disebutkan :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ إِزَارٌ فَلْيَلْبَسْ السَّرَاوِيلَ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ نَعْلَانِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ

Dari Ibnu Abbas Ra. ia berkata ‘Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa yang tidak mempunyai izar (sarung) maka hendaklah ia mengenakan celana panjang, dan barangsiapa tidak memiliki sepasang sandal, maka hendaklah ia mengenakan sepasang khuf  (sepatu kulit) .(Shahih Bukhari, jus 13 hal 8365)

Al-Izar diketahui ada di masa Nabi Saw. Hal ini berdasarkan hadis tentang salah seorang sahabat yang ditanya oleh Nabi apakah ia memiliki sesuatu untuk dijadikan mas kawin. Sahabat tersebut menjawab :

مَا عِنْدِي إِلَّا إِزَارِي

Aku tidak memiliki apapun kecuali Izar-ku (kain penutup badan bagian bawah atau sarung) (Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih Bukhari, jus 13 hal 7254)

Kedua, gamis.

Gamis atau yang dalam bahasa arab disebut al-Qamish merupakan jenis pakaian yang juga ada di masa Nabi Saw. Hal ini terbukti gamis adalah pakaian yang paling Beliau cintai.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، قَالَتْ كَانَ أَحَبُّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْقَمِيصَ

Dari Ummu Salamah,ia berkata Pakaian yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw adalah qamish (gamis)’.” (Sulaiman as-Sijistani, Sunan Abu Daud, jus 4 hal 43)

Ketiga, al-Burdu.

Al-Burdu adalah sejenis pakaian yang di dalamnya terdapat motif garis-garis. Sebagian pakar mengkhususkan al-Burdu ke dalam jenis pakaian tenunan. Di masa Nabi Saw. terdapat al-Burdu an-Najrani (dari Najran). Hal ini sesuai dengan hadis :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ بُرْدٌ نَجْرَانِيٌّ غَلِيظُ الْحَاشِيَةِ

Dari Anas bin Malik Ra. ia berkata, ‘Aku jalan bersama Nabi Saw. kala itu Beliau menggunakan pakaian al-Burdu dari Najran yang bagian pinggirannya tebal atau kasar’.” (Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih Bukhari, jus 13 hal 4384)

Keempat, al-Burnus.

Al-Burnus merupakan jenis pakaian yang juga ada di masa Nabi Saw. Al-Burnus sendiri memiliki dua arti, diantaranya :

  1. Al-Burnus adalah peci atau songkok panjang yang digunakan orang-orang beribadah di awal masa Islam .
  2. Al-Burnus adalah setiap pakaian dengan model ada tudung kepalanya. Baik berbentuk baju hujan ataupun jubah. Pendapat inilah yang paling dekat dengan kebenaran menurut imam Ibnu Mandzur.

(Muhammad bin Faris al-Jamil, al-Libas fi Ashrir Rasul, hal 57)

Bukti bahwa al-Burnus merupakan salah satu jenis pakaian yang ada di masa Nabi Saw. yakni hadis dari Ibnu Umar :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ فَقَالَ لَا يَلْبَسُ الْقَمِيصَ وَلَا الْعِمَامَةَ وَلَا السَّرَاوِيلَ وَلَا الْبُرْنُسَ

Dari Ibnu Umar dari Nabi Saw. bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Beliau, ‘Pakaian apa yang tidak boleh dikenakan oleh orang yang sedang ihram?’. Nabi Saw menjawab ‘Orang yang sedang ihram tidak boleh mengenakan gamis, serban, celana dan juga al-Burnus.  (Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih Bukhari, jus 1 hal 39)

Kelima, at-tubban.

At-Tubban merupakan sejenis celana pendek (celana dalam) kecil seukuran sejengkal yang cukup untuk menutupi aurat vital.  (Muhammad bin Faris al-Jamil, al-Libas fi Ashrir Rasul, hal 59)

Keenam, jilbab.

Para ulama ahli bahasa berbeda pendapat dalam mendefinisikan jilbab. Ibnu Saket al-Bagdadi menyamakan jilbab dengan khimar (tudung kepala). Imam al-Laits mengatakan, jilbab adalah pakaian yang lebih longgar daripada khimar dimana fungsinya dapat menutupi kepala dan dada seorang wanita. Pendapat lain mengatakan, jilbab adalah pakaian yang dapat menutupi seorang wanita. (Muhammad bin Faris al-Jamil, al-Libas fi Ashrir Rasul, hal 73)

Salah satu bukti bahwa jilbab ada pada masa Nabi Saw. yakni al-Qur’an menyebutnya dalam surah al-Ahzab :

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S a-Ahzab ayat 59)

Ketujuh, khimar.

Khimar adalah sesuatu yang digunakan wanita untuk menutupi kepalanya. Al-Qur’an sendiri telah menyebutkan kata khimar, yakni dalam surah an-Nur :

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (Q.S An-Nur ayat 31)

Kedelapan, serban.

Serban merupakan sesuatu (kain) yang dikenakan di kepala. Tentu saja serban adalah salah satu jenis pakaian yang ada di masa Nabi Saw. Hal ini terbukti dengan hadis :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قاَلَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا اعْتَمَّ سَدَلَ عِمَامَتَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ

Dari Ibnu Umar ia berkata, ‘Ketika Nabi Saw. mengenakan imamah (serban) nya, Beliau mengurai serban tersebut diantara kedua bahunya’.” (Sunan at-Turmudzi, jus 4 hal 225)

Demikianlah ragam pakaian yang ada di masa Nabi Saw. Dari ulasan tersebut dapat kita ketahui bahwa industri tekstil di masa Nabi Saw. sudah mulai berkembang, hal ini terbukti dengan bermacam-macam pakaian yang ada di masa tersebut. Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here