Ini Alasan Mengapa Jasad Orang Saleh Tidak Hancur di Alam Kubur

0
1890

BincangSyariah.Com – Meninggal dalam keadaan husnulkhatimah merupakan keinginan setiap umat Muslim. Salah satu tanda orang yang mendapatkan kebagusan saat meninggalnya itu di kuburan jasadnya masih utuh tak termakan bumi sehingga menjadi tengkorak. Biasanya orang yang seperti itu mempunyai amalan-amalan khusus saat hidupnya. (Baca: Karamah Penulis Dalailul Khairat: Jasad Masih Utuh Walau Kuburnya Hampir Satu Abad). Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan alasan mengapa jasad orang saleh tidak hancur.

تنبيه قال أبو الحسن المالكي في شرح الترغيب حكمة عدم أكل الأرض أجساد الأنبياء ومن ألحق بهم أن التراب يمر على الجسد فيطهره والأنبياء لا ذنب لهم فلم يحتج إلى تطهيره بالتراب

Tanbihat: Imam Abul Hasan al-Maliki dalam kitab Syarah al-Targhib menyebutkan bahwa hikmah bumi tidak menghancurkan jasad para Nabi dan orang yang semisal dengannya (wali atau orang saleh) itu karena tanah yang melewati jasad (jenazah sampai menjadi tengkorak) itu bertujuan untuk menyucikannya dari dosa. Sementara itu, para Nabi tidak punya dosa. Karena itu, mereka tidak butuh penyucian dengan cara (penghancuran jasad) dengan debu.

Artinya, para nabi, wali, dan orang-orang saleh itu selalu hidup dan tidak pernah akan mati. Bahkan jasad mereka pun tidak dimakan bumi, sehingga menjadi tengkorak. Jasad orang saleh tetap utuh dan bahkan masih berbau wangi. Semoga kita diberikan kekuatan selalu menjadi hamba Allah yang taat, dan diberikan meninggal dalam keadaan husnulkhatimah.

Baca Juga :  Tabyin Kadzb Al-Muftari, Buku Putih Mazhab Asy'ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here