Janji Rasulullah Kepada Kaum Nasrani

0
47

BincangSyariah.Com – Dalam salah satu video Youtube di Shihab & Shihab, Quraish Shihab menjelaskan tentang janji Rasulullah Saw. kepada umat Kristiani.

Ia mengatakan, kalau seandainya Tuhan mau, Dia bisa menciptakan seluruh manusia menjadi satu umat saja, tetapi Tuhan inginkan keragaman.

Quraish Shihab lalu mencontohkan teladan Nabi Muhammad Saw. tentang toleransi. Di zaman Nabi Muhammad, beliau bahkan sempat membuat perjanjian dengan kaum Nasrani Najran.

Salah satu poinnya adalah jika seorang perempuan Nasrani menjadi istri seorang Muslim, maka sang suami harus menerima baik keinginan-keinginan istrinya untuk menetap dalam agamanya dan mengikuti pemimpin agamanya serta melaksanakan tuntutan kepercayaannya.

Janji Rasulullah Saw. kepada kaum Nasrani diriwayatkan antara lain oleh Abu Daud, dikutip dengan berbagai riwayat oleh Abi Yusuf dalam bukunya al-Kharaj dan Ibnu Al-Qayyim dalam Zad al-Ma’ad.

Perjanjian tersebut menunjukkan betapa tingginya sikap toleran Nabi Muhammad Saw. Najran dan kelompoknya serta semua penganut agama Nasrani di seluruh dunia berada dalam perlindungan Allah Swt.

Pembelaan Rasulullah Saw. tentang harta benda, jiwa, dan agama mereka, baik yang hadir (dalam pertemuan ini) maupun yang gaib. Termasuk juga keluarga mereka, tempat-tempat ibadah mereka, dan segala sesuatu yang berada dalam wewenang mereka, sedikit atau banyak.

Berikut adalah perjanjian Rasulullah Saw. Kepada Kaum Nasarani dalam Perjanjian Najran:

Saya berjanji melindungi pihak mereka, dan membela mereka, gereja dan tempat-tempat ibadah mereka serta tempat-tempat pemukiman para rahib dan pendeta-pendeta mereka, demikian juga tempat-tempat suci yang mereka kunjungi.

Saya juga berjanji memelihara agama mereka dan cara hidup mereka—di mana pun mereka berada—sebagaimana pembelaaan saya kepada diri dan keluarga dekat saya serta orang-orang Islam yang seagama dengan saya.

Karena saya telah menyerahkan kepada mereka perjanjian yang dikukuhkan Allah bahwa mereka memiliki hak serupa dengan hak kaum Muslim dan kewajiban serupa dengan kewajiban mereka.

Kaum Muslim pun berkewajiban seperti kewajiban mereka berdasar kewajiban memberi perlindungan dan pembelaan kehormatan sehingga kaum Muslim berkewajiban melindungi mereka dari segala macam keburukan dan dengan demikian mereka menjadi sekutu dengan kaum Muslim menyangkut hak dan kewajiban.

Tidak boleh uskup dari keuskupan mereka diubah, tidak juga kekuasaan mereka, atau apa yang selama ini mereka miliki.

Tidak boleh juga dituntut seseorang atas kesalahan orang lain, sebagaimana tidak boleh memasukkan bangunan mereka ke bangunan masjid atau perumahan kaum Muslim.

Tidak boleh juga mereka dibebani kezaliman menyangkut pernikahan yang mereka tidak setujui.

Keluarga perempuan masyarakat Nasrani tidak boleh dipaksa mengawinkan anak perempuannya kepada pria kaum Muslim.

Mereka tidak boleh disentuh oleh kemudharatan kalau mereka menolak lamaran atau enggan mengawinkan karena perkawinan tidak boleh terjadi, kecuali dengan kerelaan hati.

Apabila seorang perempuan Nasrani menjadi istri seorang Muslim, maka sang suami harus menerima baik keinginan istrinya untuk menetap dalam agamanya dan mengikuti pemimpin agamanya serta melaksanakan tuntunan kepercayaannya.

Tidak boleh hal ini dilanggar. Siapa yang melanggar dan memaksa istrinya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan urusan agamanya, maka ia telah melanggar perjanjian (yang dikukuhkan) Allah dan mendurhakai janji Rasul-Nya dan ia tercatat disisi Allah sebagai salah seorang Pembohong.

Buat para penganut agama Nasrani, bila mereka memerlukan sesuatu untuk perbaikan tempat ibadah mereka, atau satu kepentingan mereka dan agama mereka, bila mereka membutuhkan bantuan dari kaum Muslim.

Maka hendaklah mereka dibantu dan bantuan itu bukan merupakan utang yang dibebankan kepada mereka, tetapi dukungan buat mereka demi kemaslahatan agama mereka serta pemenuhan janji Rasul (Muhammad saw.) kepada mereka dan anugerah dari Allah Swt. dan Rasul-Nya buat mereka.

Tidak boleh seorang Nasrani dipaksa untuk memeluk agama Islam, “Janganlah mendebat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berselisih pendapat denganmu, kecuali dengan cara yang paling baik. Kecuali dengan orang-orang yang melampaui batas dan katakan.”

“Kami percaya dengan apa yang diturunkan Allah kepada kami, (al-Qur’an), juga dengan apa yang diturunkan kepada kalian (Taurat dan Injil). Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu. Dan kami hanya tunduk kepada-Nya semata.” (QS. al-‘Ankabut 46).

Mereka hendaknya diberi perlindungan berdasar kasih sayang dan dicegah segala yang buruk yang dapat menimpa mereka kapan dan di mana pun.

Demikian janji Rasulullah Saw. kepada Kaum Nasrani melalui Perjanjian Najran yang dijelaskan oleh Quraish Shihab dalam Shihab & Shihab. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.[] (Baca: Hikmah Rasulullah Mengalah di Perjanjian Hudaibiyah)

Artikel ini terbit atas kerjasama dengan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here