Isyarat Alquran Tentang Big Bang

2
1995

BincangSyariah.Com – Allah melalui Alquran kerap kali mengingatkan manusia untuk selalu menjadi bagian dari orang-orang yang berpikir. Oleh sebab itu dalam redaksinya, Alquran menyebut segala aspek kehidupan, tak terkecuali sains. Jauh sebelum ilmu teknologi ditemukan dan gempita sains bergelora pada abad pertengahan di Prancis, Alquran telah berbicara tentang sains, salah satunya isyarat tentang Big Bang atau ledakan dahsyat.

Menurut ilmuan, alam semesta awalnya ada dalam keadaan padat dan sangat panas. Karena sangat panas, pada akhirnya kepadatan tersebut menghasilkan dentuman super besar yang terus mengembang hingga sekarang. Alam semesta yang kita kenal saat ini merupakan hasil dari terjadinya Big Bang 13,5 miliar tahun yang lalu. Teori ini merupakan teori teraktual yang telah disepakati oleh para ilmuan modern dunia.

Bumi, matahari, tata surya kita, bahkan galaksi Bima Sakti adalah secuil dari hasil ledakan dahsyat Big Bang kala itu. Dan menariknya, alam semesta ini terus mengembang dan mengembang hingga seolah tak berujung. Alquran memang tidak menjelaskan secara terperinci tentang bagaimana perpisahan dan pengembangan alam semesta yang memuai, tapi Allah telah meletakkan isyarat dalam redaksi di Alquran sebagai berikut:

والسماء بنينها بايد وان لموسعون

Artinya: “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya,” (QS Az Zariyat: 47)

Isyarat ini Allah berikan kepada hamba-hambanya yang berpikir. Tak pelak, jauh setelah Alquran diturunkan, baru pada 1920-an ketika para astronom mengamati spektrum bintang di galaksi lain, mereka menemukan sesuatu yang sangat aneh. Yakni adanya karakteristik tertentu yang sama dari warna-warna yang hilang sebagaimana bintang-bintang yang ada di galaksi kita.

Namun anehnya, warna-warna itu justru bergeser ke spektrum merah. Satu-satunya penjelasan masuk akal dari pengamatan ini adalah sebuah kesimpulan bahwa galaksi telah bergerak menjauhi kita.

Baca Juga :  Dosen IAIN Surakarta: Indonesia Sangat Berpotensi Jadi Pusat Kajian Tafsir Asia Tenggara

Frekuensi gelombang cahaya dari bintang-bintang telah tereduksi atau mengalami pergeseran merah oleh efek Doppler. Teori ini dinamai sebagai The Expanding Universe, teori mengenai alam semesta yang bersifat seperti balon yang dapat ditiup ke segala arah.

Langit yang kita lihat saat ini selalu meninggi, namun karena bentuk bumi adalah bulat, maka langit yang melengkung itu mengembang ke segala arah. Hal ini telah diisyaratkan dengan tegas kembali dalam Alquran pada surat Al Ghasyiyah ayat 17-18:

افلا ينظرون الي الابل كيف خلقت # والي السماء كيف رفعت

Artinya: “Tidakkah mereka memerhatikan bagaimana unta diciptakan dan langit ditinggikan?”

Dengan kata lain, selain aspek-aspek historis, sosial, syariah, dan lain sebagainya, Alquran juga telah banyak mengisyaratkan tentang alam semesta kepada manusia. Bagi golongan orang-orang yang mau berpikir, tentu saja Alquran dapat dijadikan panutan dan tuntunan sebagai sumber kajian. Menggali ilmu dengan isyarat dan petunjuk yang ada di Alquran, membuat siapa pun yang haus akan ilmu pengetahuan tak akan pernah berhenti belajar. Karena sejatinya, ilmu Allah itu luas. Sangat luas. Melebihi luasnya alam semesta.
Wallahu a’lam

2 KOMENTAR

  1. 30). أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖوَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖأَفَلَا يُؤْمِنُونَ
    Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

    sampai sekarang ilmuwan masih mencari-cari bagaimana alam semesta diciptakan ,jika kita mengerti firman Allah di atas adalah bagaimana langit dan bumi dipisahkan dan bukan diciptakan.
    langit dan bumi adalah satu kesatuan dimana malaikat,iblis dan adam tinggal yaitu surga perbedaannya cuma masing-masing pada dimensi yg berbeda-beda.

    Big bang sebenarnya tidak ada sama sekali.

    setelah adam/hawa dan iblis membuat kesalahan maka diturunkanlah mereka dari surga mereka dengan kata lain dipisahkanlah bumi (surga)adam/hawa dan surganya iblis dari kesatuan surga sebelumnya.

    orang yg beriman tidak semustinya mencari bagaimana langit dan bumi diciptakan karena ini hanya perbuatan orang-orang kafir seperti yg tercantum pada ayat diatas.

    perbedaan kejadian antara adam/hawa dan isa a.s adalah adam/hawa diturunkan(dipisahkan) ke alam dimensi luar dari surga tetapi isa a.s dikeluarkan(dipisahkan) dari dimensi bumi ke dimensi lain.

    Sebenarnya manusia dan jin adalah makhluk nyata baik di surga dahulu maupun sekarang ini.
    Sudah jelaslah bagi saya bahwa Adam memang diciptakan dari tanah dari bumi di surga dahulu saat langit masih dalam kesatuan surga.

    wassalamualaikumwr.wb,
    ustadz sayyid habib yahya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here